Home Olahraga Anak Pondok Ladang Menembus  Persija U19

Anak Pondok Ladang Menembus  Persija U19

735
0
SHARE

Penulis : Zainul Hasibuan

LABUHANBATU,TIRAIPESISIR.COM – Tidak pernah terbayangkan buat Akbar Dohodongan Rambe,yang lahir di Dusun Pondok Ladang Kecamatan Bilah Barat 23 Maret 1999 memulai karirnya saat mengikuti O2SN tingkat Sekolah Dasar.

Akbar Dohodongan Rambe yang akrab  dipanggil Dongan,merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara di besarkan dalam keluarga sederahana. Ayahnya M.Husni Rambe bekerja sebagai karyawan PTPN 3 sedang ibunya hanya ibu rumah tangga. Bakatnya sudah terlihat menonjol karena atas saran abang Anhar Utama,Dongan ikut berlatih dengan salah satu Club Sigma di Lapangan PTPN 3 kebon Janji. Beberapa kejuaraan diikuti, salah satunya kejuaraan antar PTPN dan sekaligus ajang untuk seleksi pembentukan Diklat PTPN. Dongan pada saat itu masih duduk kelas 2 SMP menjadi top score dan terjaring untuk seleksi.

“Kami dilatih sama bang Zul Sigma pada turnamen lanjutan di Padang Halaban,terpantau untuk seleksi,”kenangnya terhadap jasa pelatihnya.

Sewaktu di Sei Karang,Dongan bersama tiga orang temannya bersaing untuk menjadi bagian tim yang akan dipilih hanya 30 orang dari peserta 600 orang.

Bermodalkan semangat dan selalu tampil sebagai top score di berbagai turnamen,akhirnya berkat doa orang tua dan tidak mengenal lelah,Dongan terpilih

“Alhamdulillah berkat doa ayah ibu dan usaha keras,saya terpilih masuk diklat PTPN,”ungkap lajang yang terkenal ramah dan tidak sombong
Setelah dua tahun di Diklat PTPN.

Dongan melanjutkan ke diklat medan, kebetulan diklat dibubarkan selama di diklat Medan dirinya menjadi lebih tertantang banyak persaingan sesama atlet. Terlebih lagi saat mengikuti Popnas dan Porwil saat itu dirinya bergabung dengan Egi Maulana Vikri dan Egi terpantau masuk diklat Ragunan.

“Bermain bersama Egi dan Egi masuk ragunan,ini juga pemicu dirinya untuk lebih serius menekuni sepak bola,”ucapnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Diklat Medan selanjutnya Dongan mengikuti seleksi Persija U19 yang di adakan di Medan. Sekian banyak pesepakbolaan muda yang ikut seleksi dirinya menjadi satu satunya anak medan yang masuk ke skuad Persija U19.

“Usaha dan kerja keras adalah sebuah proses dan itu tidak akan mendustai hasil,”kiasnya.

Sepak bola harus ditekuni bila ingin menjadikan lahan untuk masa depan. Berlatih sungguh sungguh jangan cepat puas,pesan Dongan kepada adik adik yang ada di daerah asalnya Labuhanbatu. Karena hal ini dirasakannya begitu keras dan berat persangian menuju pemain sepakbola profesional. Terlebih lagi,jangan karena sudah pernah menjadi yang terbaik atau juara terus malas berlatih dan sifat sombong.

“Banyak pesepak bola di tempat kita yang berbakat,tapi lebih cenderung lupa diri,juara antar kampung merasa sudah cukup,malas berlatih,itu satu kesalahan,berlatih itu kuncinya”ujarnya.

Pesannya buat pesepak bola di Labuhanbatu,kadang rasa rindu terhadap orang tua juga harus di lawan dan kita tidak bokeh cengeng. Dongan sudah beberapa tahun sebelumnya selalu berlebaran tidak dengan keluarga. Kedua orang tuanya tidak mempersoalkan itu mereka mendukung penuh pilihan dirinya untuk menggeluti sepakbola.

“Lebaran idul fitri dan idul Adha di mes aja,baru mulai menapak masa depan di sepak bola,jadi fokus dulu di sini,”terangnya yang masa berakhir kontraknya di bulan Oktober dengan Persija U19.

Masalah rezeki itu sudah ada jalannya masing-masing, Namun usaha adalah tugas kita.Untuk tahun ini bila kontraknya tidak di perpanjang,Dongan akan mencari altenatif lain.

“Lumayanlah dengan gaji bisa membantu orang tua,dan tahun depan belum tau,mau main di mana,mudah-mudahan bisa ke Persija,”tutupnya saat berbincang dengan TiraiPesisir.Com via selular Minggu,03 September 2017.***

By Editor : Zainuddin

SHARE