Pekanbaru

Aksi Solidaritas Pers Jilid III Di PN Pekanbaru Segera Hadir

Aksi Solidaritas Pers Jilid III Di PN Pekanbaru Segera Hadir
TEKS FOTO : Tim SPI Riau. (Foto : Tim SPI)

PEKANBARU-Aksi solidaritas pers Indonesia jilid III terkait dugaan kriminalisasi pers yang dialamatkan kepada Toro Laia,pimpinan redaksi harianbetantas.co.id terus berlanjut,dan rencananya,Senin,(31/9/2018) ratusan wartawan akan turun kejalan di depan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Jalan Teratai,untuk meminta majelis hakim segera menghadirkan saksi pelapor Amril Mukminin di persidangan.

Tuntutan itu,merupakan sikap dari Solidaritas Pers Indoneisa (SPI) disaat pihak PN Pekanbaru melalui bidang humas PN Pekanbaru,Martin Ginting saat bertemu dengan demonstran pada aksi turun kejalan jilid II tanggal 20/9/218 lalu berjanji, akan segera menghadirkan saksi pelapor Amril Mukminin di persidangan atas kasus dugaan kriminalisasi pers terhadap Toro laia pimred harianberantas.co.id.


Ternyata,sebagaimana disampaikan oleh salah satu Korlap SPI,Feri Sibarani,STP didampingi sejumlah Korlap lainya,Ismail,Ilen,Bidah dan Suryani kepada sejumlah awak media mengatakan,bahwa ternyata pada persidangan berikutnya,Kamis (27/9/2018) lalu saksi pelapor Amril Mukminin tidak hadir di persidangan sebagaimana biasanya.

“Sebagaimana kita saksikan saat ini,bahwa saksi pelapor Amril Mukminin tidak hadir,seperti biasanya tidak pernah hadir dalam persidangan ini,padahal persidangan ini adalah yang ke 12 kalinya,bagaimana logika hukumnya sebuah kasus ternyata seorang saksi pelapor hingga 12 kali sidang tidak pernah hadir memberikan keterangan? ini layak untuk kita pertanyakan,”kata Feri didepan puluhan wartawan SPI.

Baca Juga :  Paslon Berseri Jalani Pemeriksaan Kesehatan Di RSUD Arifin Achmad

Keprihatinan SPI ini adalah,reaksi spontan ketika melihat sebuah permasalahan sengketa pers di sebuah media online harianberantas.co.id,dimana ketika media tersebut menulis tentang tindakan korupsi atas dana bantuan sosial ( Bansos ) kabupaten Bengkalis tahun 2012 senilai Rp 272 Miliar,malah balik Amril mukminin menyerang Toro Laia pimred harianberantas dengan UU ITE tentang transaksi elektronik yang konon merupakan produk undang-undang tahun 2016 dan bukan terkait sengketa pers.


Hal ini sangat disayangkan,dimana kasus tersebut telah menjadi konsumsi publik oleh berbagai media selama kurun waktu yang cukup lama,dan bahkan telah di proses hukum oleh Kepolisian Polda Riau dimana sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bengkalis telah meringkuk di dalam jeruji besi,sementara sebagian besar dari terdakwa JPU Kejati Riau,termasuk Amril Mukminin ternyata melenggang kangkung bak kebal hukum.

Baca Juga :  SMA dan SMK se-Riau Dilarang Pungut Iuran Peserta Didik

“Sebagai wartawan yang mengetahui sebuah peristiwa,baik dari masyarakat maupun oleh investigasi kami sendiri tentu kami akan tulis sebagai berita untuk konsumsi publik,apalagi ini menyangkut dana masyarakat yang jumlahnya sangat fantastis yaitu Rp 272 Miliar harus diketahui oleh publik,”kata Toro Laia saat ditanyakan Media tentang konten pemberitaannya di harianberantas.

Menurut Toro,redaksinya memilih topik korupsi bengkalis tersebut untuk menjadi berita utama di media harianbetantas,manakala terkait korupsi merupakan musuh bersama seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang dan Presiden RI Joko Widodo serta Kapolri Jenderal Pol.Tito Karnavian,dimana tindakan korupsi merupakan perbuatan kejahatan ekonomi dan tergolong kejahatan luar biasa atau Ekstra Ordinary Crime.

“fungsi media sudah jelas dan telah diatur dalam undang-undang RI No.40 Tahun 1999,bahwa media menjadi alat kontrol atas terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara,jadi apa yang telah kami lakukan sudah sesuai dengan tugas dan fungsi kami serta UU No.40 tahun 1999 tentang pers,”lanjut Toro.

Baca Juga :  Mantan Wakapolri Akan Dampingi 13 Tersangka Korupsi Proyek Ruang Terbuka Hijau Tugu

Menanggapi ketidak hadiran saksi pelapor,Amril Mukminin di persidangan PN Pekanbaru hingga ke 12 kalinya,sangat menimbulkan rasa kekecewaan berat terhadap kuasa hukum terdakwa,dan Toro Laia,karena akibatnya agenda sidang pun berkali-kali mengalami penundaan.

“Kita sangat kecewa sekali melihat kenyataan ini,dimana proses hukum persidangan di Pengadilan ini yang seharusnya wajib dihormati dan dipatuhi oleh semua pihak,namun hingga persidangan ke 12 kali ini nampaknya saksi pelapor,Amril Mukminin belum menunjukkan sikap koperatifnya,”kata kuasa hukum Toro Laia,Andi Jusman,SH,MH.

Akhirnya,atas tidak ditepatinya janji PN Pekanbaru,melalui bidang humas,Martin Ginting sebagaimana disampaikan didepan demonstran solidaritas pers pada aksi jilid II lalu,dimana pihaknya berjanji akan menghadirkan Amril mukminin di persidangan ternyata tidak benar,maka SPI akan gelar aksi turun ke Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk menagih janji pihak pengadilan. (tim)


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: