Indonesia

3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Tanjung Mayat P21

3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Tanjung Mayat P21

Pekanbaru,TiraiPesisir.Com – Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengerjaan Jalan Tanjung Mayat Selatpanjang berkasnya dinyatakan telah lengkap atau P21. Dua tersangka yang sudah lengkap berkasnya itu yakni PPK Pengerjaan jalan Tanjung mayat,Harmunis Kabid Bina Marga dan Kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut,Muhammad Rusdi.

Sedangkan berkas satu orang tersangka lagi yakni Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Meranti, Dupli Julianto masih dilakukan penelitian. Kendati demikian,seluruh berkas sudah disampaikan kepada pihak Kejari Selatpanjang.


Kapolres Kabupaten Kepulauan Meranti,AKBP.Asep Iskandar,SIK,MM melalui Kasat Reskrim,AKP Aditya Warman kepada wartwan membenarkan hal itu. Sementara berkas ke tiga tersangka kasus pembangunan proyek Jalan Tanjung Mayat Selatpanjang itu sudah disampaikan ke Kejari Selatpanjang, Minggu (19/6) lalu. “Tiga berkas tersangka dan dua tersangka sudah lengkap dan dinyatakan P21. Kedua tersangka yang berkasnya sudah lengkap adalah PPK dan Kontraktor yang mengerjakan proyek itu,sedangkan satu berkas lagi masih nunggu dari pihak Kejari karena masih diteliti,”terang Aditiya menjelaskan.

Baca Juga :  5 Anggota Polri Ikuti Sidang Disiplin

Selanjutnya Aditiya menegaskan,bahwa pihaknya akan terus menuntaskan kasus tersebut,sehingga dapat disidangkan secepatnya. “Jadi dalam kasus ini kita majukan seluruh tersangka,sehingga dalam persidangan lebih efisien karena sidan dilakukan di Pekanbaru,”papar Kasat Reskrim yang rajin ibadah itu.

Kepala Kejari Selatpanjang,Swarjana melalui Kasi Pidsus,Wahyu yang coba dikonfirmasi Media ini membenarkan,bahwa dua dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Tanjung Mayat Selatpanjang itu sudah P21,sementara satu tersangka lagi masih dalam proses penelitian berkas. “Mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu dekat ini,dan dinyatakan lengkap. Satu tersangka lagi yakni KPA segera menyusul,sehingga secepatnya dapat diajukan ke pengadilan,”kata Wahyu yang akrab dengan kuli tinta itu.


Sekedar untuk diketahui,Pengerjaan Paket Proyek Peningkatan Jalan Tanjung Mayat itu diproses karena ditemui kesalahan dalam mengelola keuangan negara. Dalam berkas Surat Perintah Membayar (SPM) direalisasikan sebesar 100 persen dari pagu anggaran Rp1,8 miliar,padahal dalam progres pengerjaan hanya mencapai 80 persen saja.(Pemred)

Baca Juga :  WNA Tahanan Petugas Imigrasi Selatpanjang Asal Somalia Ternyata Bukan Suami Istri

 


author

Redaksi

http://www.tiraipesisir.com

Independent & Demokratis

Follow Me: