Sitename

Description your site...

Juli 2, 2020

Warga Tewas Di Mapolres Meranti, LAMR Harapkan Hukum Berjalan Adil

Warga Tewas Di Mapolres Meranti, LAMR Harapkan Hukum Berjalan Adil

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Warga Meranti Tewas di markas Polisi Resort Kabupaten Kepulauan Meranti, Desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (11/03/2020).

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Adat Melayu Muzamil didampingi beberapa tokoh masyarakat Meranti dan awak Media langsung mengadakan pertemuan untuk mendengarkan penjelasan kronologis kejadian dari pihak Kepolisian digedung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Meranti (DPRD),

Polres Meranti yang diwakili Kabag Sunda Kompol Areng ditemani Aipda Hendra menjelasnya kejadian penembakan warga meranti itu,

Hendra menyebutkan semula korban dibawa kemapolres oleh salah satu anggotanya karna perilaku korban meresahkan warga.

Sebelum korban tewas dengan timah panas dari senjata polres meranti itu, hendra sempat menanyakan tempat tinggal dan terjadi perdebatan kecil antara pihak kepolisian dengan korban yang berujung penembakan.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona, Hari Ini Pemcam Pulau Merbau Lakukan Penyemprotan Disinfektan

“sebelumnya, salah satu anggota saya membawa orang ke mapolres, saya tanya dengan anggota saya, orang ini buat rusuh (keributan.red) dijalan, setelah itu saya tanya tempat tinggalnya, ia menjawab, saya tinggal diperjuangan, dimasjid katanya,”terangnya.

“dia juga bawa tas dan sebatang paralon yang digunakan untuk buat rusuh dijalan, saat dia tanya agama saya, saya jawab islam, langsung dijawabnya kafir,”tambahnya lagi.

“saat salah satu anggota reskrim datang, ia langsung mengejar dan mengajak berkelahi, saat Brigadir Tomi mencoba memisahkan, malah dikejar dan dipukul dengan paralon tersebut, terakhir dia mengeluarkan senjata tajam dari tasnya dan mengejar kami, dengan jarak lebih kurang 1 Meter antara dia dengan brigadir tomi, untuk membela diri, brigadir tomi langsung mengeluarkan senjata dan menembakkannya”pungkasnya.

Baca Juga :  Rp 64 Miliar APBD Meranti 2020 Digunakan Membayar Hutang DAK Fisik APBN 2016, Ketua DPRD Tidak Kantongi Landasan Hukumnya

Mendengar dari penjelasan pihak kepolisian tersebut, Ketua LAMR Muzamil berharap kejadian ini harus cepat diselesaikan dengan tidak adanya perbedaan hukum, walaupun pelakunya penegak hukum, proses pemeriksaan olah TKP yang dilakukan oleh kepolisian harus seadil adilnya, agar tidak memicu kerusuhan yang lebih besar di kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.

“saya berharap proses hukum tetap berlaku, kita menunggu hasil dari pemeriksaan pihak kepolisian saja, dan saya berharap hukum harus berlaku adil, jangan sampai memicu keributan yang lebih besar lagi,”ungkapnya.

Sempat terlambat, Wakil Bupati Meranti H.Said Hasyim setelah mendengarkan keterangan dan kronologis kejadian tersebut, Said berharap kepada masyarakat meranti untuk tidak terbawa emosi, tidak menerima informasi yang belum jelas terkait masalah ini, karna masalah ini bukan unsur kesengajaan,

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-74, Polres dan Polsek Gelar Pembagian Sembako Serentak

“saat berharap kita semua tenang, masyarakat juga jangan emosi, jangan percaya informasi yang belum jelas, ini bukan unsur kesengajaan, siapa yang bersalah pasti akan ditindak, jadi biar proses hukum berjalan”tegasnya.

Pertemuan ditutup dan dilanjutkan dengan mewakili lebih kurang 10 orang diantaranya wakil bupati, Ketua LAMR Meranti, dan beberapa tokoh masyarakat untuk melihat kondisi jenazah di Mapolres dan akan dibawa ke RSUD guna untuk untuk pemeriksaan selanjutnya.

Karna masih dalam proses penyelidikan,
pihak kepolisian meranti belum bisa memberikan keterangan identitas korban. (Edi/A03/09).

Editor : Edi Saputra

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses