Sitename

Description your site...

November 1, 2020

Warga Tenggayun Kec.Bukit Batu Protes,Peningkatan Jalan Menuju Pantai Tenggayun “Dikerjakan Asal Jadi”

Warga Tenggayun Kec.Bukit Batu Protes,Peningkatan Jalan Menuju Pantai Tenggayun “Dikerjakan Asal Jadi”

loading…


Rupat,Tirai Pesisir.Com – Warga masyarakat  Tenggayun,Kecamatan Bukit Batu,Kabupaten Bengkalis kecewa dan protes. Pasalnya,pengerjaan paket proyek peningkatan jalan menuju pantai Tenggayun dikerjakan asal jadi. Padahal,masyarakat berharap dalam pengerjaan yang dilaksanaan oleh kontraktor PT.QUINTHARA CEMERLANG itu dapat bagus sesuai RAB atau Bastek.

Pantauan TiraiPesisir.Com di lapangan,Selasa (15/11/2016) ditemukan pekerjaan drainase kelihatan tidak lurus dan bengkok-bengkok. Selain itu,kayu cerocok yang merupakan pondasi dasar drainase ukuran kayunya tidak maksimal sesuai konstruksinya,dan pada bagian lain timbunan agregat bestnya kurang tebal dan tidak di bomak. Proyek pekerjaan jalan dan drainase ini menelan biaya Rp 2.665.812.000,tahun anggaran 2016.

Baca Juga :  Ismail Kadis PMD Bengkalis : BPD Tidak Berhak Untuk Tau SPj Desa

Sementara Direktur PT.QUINTHARA CEMERLANG,Anto ketika dikonfirmasi TiraiPesisir.Com tidak tidak mau memberikan klarifikasi. Sementara menurut sumber dari salah seorang warga masyarakat tenggayun yang tidak mau disebut namanya kepada TiraiPesisir.Com mengatakan dengan tegas bahwa,pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh PT.QUINTHARA CEMERLANG itu membuat drainase tidak lurus dan bengkok-bengkok,harus segera dibongkar ulang, dan kayu cerocok pondasinya harus sesuai Bestek. Apabila tidak dibongkar proyek ini tidak akan diterima masyarakat,meskipun masih ada jaminan perawatan selama 6 bulan. “Kita dari masyarakat Tenggayun tidak akan menerima proyek tersebut,apabila tidak di bongkar dan diperbaiki sesuai ketentuan,karena yang memanfaatkan proyek ini adalah kami dari warga masyarakat Tenggayun,”tegas sumber dengan nada sedikit berang sembari mengatakan dan menilai bahwa kontraktor dan konsultan pengawas turut berkolusi dalam pelaksanaan paket proyek tersebut,sehingga pelaksanannya minim pengawasan dari konsultan yang makan gaji buta memeras uang negara itu. “Kami akan laporkan masalah ini kepada Bupati Kabupaten Bengkalis,Amril MukmininLagi pula fungsi Konsultan pengawas agar menindak tegas KPA dan PPK atau PPTKnya,karena pengawasan dari PPTK juga kelihatan tidak optimal da.”tandas sumber. (Bambang)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses