Sitename

Description your site...

Februari 27, 2020

Umbar Aurat Dan Pakaian Minim, LAMR Meranti Rekom Festival Perang Air Segera Dihentikan

Umbar Aurat Dan Pakaian Minim, LAMR Meranti Rekom Festival Perang Air Segera Dihentikan

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Banyak peserta Perang Air yang dilakukan warga Tionghoa bersempena dengan perayaan Imlek yang mengenakan pakaian minim dan seksi, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti merekomendasikan festival Perang Air dihentikan.

Dengan berpakaian minim dan seksi sehingga lekukan tubuh tampak transparan ketika mereka berbasah-basahan. Hal ini sangat kontras dilakukan mengingat Kepulauan Meranti merupakan tanah Melayu yang menjunjung tinggi adat dan syariat.

“Persoalan ini memang sudah berkali kali terjadi. Namun kita tetap konsen untuk terus menghimbau mereka. Setiap tahun selalu saja ada pelanggaran. Kita hanya memberi rambu- rambu karena kita tidak hak untuk mengeksekusi,” kata Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Abdullah, Rabu (29/1/2020).

Baca Juga :  Rombongan Kampung Johor Malaysia Berkunjung Melihat Sagu di Meranti

Sebagai lembaga yang tidak hanya memayungi suku Melayu, tapi juga sebagai payung pemersatu seluruh suku dan etnis yang ada di Kepulauan Meranti ini, LAMR berusaha untuk bersikap netral dengan memberikan peluang kepada wisatawan yang datang untuk memeriahkan festival tahunan ini.

“Tidak bermaksud untuk mencemari pariwisata di tempat kita, selagi hal itu tidak menodai adat dan syariat. Karena ini berdampak pada perekonomian masyarakat, mari kita dukung dan memberi peluang, karena ini hanyalah sebuah tradisi. Dan tidak ada kaitannya dengan perayaan agama. Selain itu keberadaan berbagai ragam budaya dan tradisi di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi sebuah khazanah kekayaan budaya yang patut dilestarikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua DPC Lembaga Anti Narkotika Meranti Apresiasi Giat Polsek Rangsang Barat

Dikatakan Abdullah, LAMR Kepulauan Meranti merekomendasikan festival perang air itu dihentikan jika semua orang yang terlibat tidak peduli dengan peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.

“Seandainya orang itu tidak peduli dengan ini semua, kita rekomendasikan untuk tidak usah ada perang air lagi
kalau hanya buat malu kampung dan ini demi marwah harkat dan martabat
Melayu. Kalau seandainya itu dilanggar terus menerus dan tak diindahkan sama sekali, lebih baik tidak dilaksanakan festival ini, kita harus tegas, ini bumi Melayu,” kata Abdullah.

Baca Juga :  Anggota PKK Yang Bertugas Pada Pilgubri 2018 Telah Dilantik

Lebih lanjut dikatakannya, LAMR Kepulauan Meranti siap menerima resiko terhadap tanggapan yang diberikan.

“Apapun resikonya dengan tanggapan itu tak apa-apa kita ambil,” ujar Abdullah.

Untuk diketahui, Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti merupakan tempat destinasi pariwisata bagi wisatawan yang ingin merasakan serunya bermain air sambil berkeliling kota dengan menggunakan becak motor. Setiap tahunnya ribuan wisatawan tumpah ruah datang ke Kota Sagu ini hanya untuk bermain dan menikmati festival tahunan yang bersempena dengan hari raya Imlek..(B015/09)

Editor : Agus Salim.Hs

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses