Sitename

Description your site...

September 21, 2020

Umat Islam Di Indonesia Terbagi Dalam Sholat Jum’at Di Tengah Ketakutan Coronavirus

Umat Islam Di Indonesia Terbagi Dalam Sholat Jum’at Di Tengah Ketakutan Coronavirus
Foto : Umat Muslim Indonesia dalam topeng pelindung diperiksa dengan pemindai termal sebelum salat Jumat di sebuah masjid setelah keputusasaan resmi dari pertemuan agama besar selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19), di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia, 20 Maret 2020 dalam foto diambil oleh Antara Foto.

DEPOK,TIRAIPESISIR.COM (Reuters)-Dikutip dari Reutres, sementara banyak Muslim di ibu kota Indonesia menerima saran untuk menghindari pertemuan keagamaan dan berdoa di rumah pada hari Jumat di tempat lain di negara Muslim terpadat di dunia, orang-orang mengabaikan risiko coronavirus dan memadati masjid mereka.

Sebuah pertemuan keagamaan di Malaysia akhir bulan lalu dihadiri oleh sekitar 16.000 orang menghasilkan sekitar 670 kasus virus corona di seluruh wilayah, termasuk 576 di Malaysia, 61 di Brunei dan 22 di Kamboja. Setidaknya 13 orang Indonesia juga terinfeksi.

Baca Juga :  Satlantas Polres Meranti Sambangi MTs Negeri 1 Selatpanjang Giat Dikmas Lantas Tahun 2019

Secara keseluruhan, Indonesia telah melaporkan 309 kasus tetapi angkanya meningkat dan para ahli medis memperingatkan bahwa jumlah infeksi kemungkinan akan lebih tinggi. Dua puluh lima orang telah tewas di Indonesia.

Tetapi beberapa Muslim percaya pada keyakinan mereka untuk menjaga mereka tetap aman.

“Allah melindungi mereka yang mematuhi kewajiban mereka,” kata Aswin Jusar, 76, di kota Depok, selatan Jakarta, ketika ia bersiap untuk menghadiri sholat Jumat seperti biasa meskipun ada panggilan dari walikota agar kegiatan keagamaan ditunda.

Baca Juga :  Alokasikan Dana 36 Miliyar, Posko Tim Penanggulangan Covid-19 Meranti Tidak Ada Biaya..!

Depok telah mencatat beberapa kasus virus korona dan Yunizar, 65, penjaga masjid, mengatakan ketika dia khawatir, dia memutuskan untuk tetap melanjutkan sholat. “Masjid memiliki beberapa pembersihan ekstra dan lebih banyak sabun disediakan,” katanya.

Di ibukota Jakarta yang padat, gubernur telah menangguhkan semua kegiatan keagamaan selama dua minggu sementara Presiden Joko Widodo telah berbicara tentang “kebutuhan untuk mengevaluasi acara keagamaan yang melibatkan banyak orang”. (Red)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses