Sitename

Description your site...

April 2, 2020

Tragedi Penembakan Abdul Hamid di Mapolres Meranti,Kapolres Konpers Dengan Sejumlah Awak Media

Tragedi Penembakan Abdul Hamid di Mapolres Meranti,Kapolres Konpers Dengan Sejumlah Awak Media
Kapolres Kepulauan Meranti,AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat,MH saat menunjukkan kepada awak media sebuah senjata tajam jenis badik yang digunakan Abdul Hamid (korban,red) ketika menyerang polisi di Pos SPKT Mapolres Kepuluan Meranti,Rabu (11/3/2020). Foto : redaksi/tiraipesisir.com

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Menyikapi tragedi, Rabu sore (11/3/2020) lalu, sekitar pukul 16:45 Wib, terjadi insiden penembakan oleh oknum polisi bernama Brigadir Tomi, terhadap warga Meranti bernama Abdul Hamid, di Pos SPKT Mapolres Kepuluan Meranti, Jalan Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, yang mengakibatkan korban tersungkur tak bernyawa di TKP.

Untuk menetralisir dan memberikan informasi publik kepada awak media atas peristiwa kejadian penembakan tersebut, sekitar pukul 13:45 Wib, Sabtu (14/3/2020) siang, Kapolres Kepuluan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat,MH, melakukan Konpers, bertempat di ruang Rupama Polres Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Wabup Meranti Buka Kegiatan Rakor dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karlahut Se-Kabupaten Meranti

Dalam Konpers itu, Kapolres Kepulauan Meranti,AKBP,Taufiq Lukman Nurhidayat,MH menguraikan tentang timeline korban yakni menjelaskan riwayat pribadi Abdul Hamid tentang kepolisian, yang diakses melalui Google Maps Time Line atau data pribadi korban dari Seluler atau Desktop milik korban.

Dalam timeline tersebut, urai Taufiq, ada beberapa item status yang diunggah korban sebelum peristiwa naas merenggut nyawanya (korban,red) di Mapolres Kepulauan Meranti.

Dalam timeline itu, kata dia, Rabu (11/3/2020), sekitar pukul 09:00 Wib, korban ada unggah status tebas kepala polisi.

Baca Juga :  Ratusan Tim Solidaritas Wartawan Riau,Akan Gelar Aksi Turun Jalan Tolak Kriminalisasi Pers

Dalam dindingnya itu juga, Taufiq menambahkan, korban ada menuliskan, ia (korban,red) di tilang Polantas karena mengenderai motor tanpa menggunakan helm saat ia (korban,red) mengantar anaknya ke sekolah.

“Sementara pada kejadian peristiwa itu, kita tidak ada melakukan razia,” kata Taufiq.

Diwaktu section tanya jawab, redaksi mencoba menanyakan, apakah tindakan kepolisian yang dilakukan oleh Brigadir Tomi menembak mati Abdul Hamid, apa sudah melalui proses ketentuan aturan huhum, kata Taufiq, ya, seluruh proses penyelidikan sudah di Polda Riau, dan Brigadir Tomi sudah diamankan di Polda Riau.

Baca Juga :  Fakta Tak Terbantahkan,Kasus Kriminalisasi Terhadap Pers Harian Berantas

“Brigadir Tomi, sudah kita amankan di Polda Riau untuk menjalani proses pemeriksaan, dia tidak ada di Mapolres ini lagi,” pungkas Taufiq.

Ketika redaksi ingin menanyakan hasil otopsi pada bagian mana tubuh korban yang menjadi sasaran insiden penembakan tersebut, belum dapat dikonfirmasi kepada Kapolres karena waktu Konpers sudah berakhir, dan hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum mendapatkan keterangan pasti tentang hasil otopsi tersebut. (Zai/A01/09)
Editor : Pimpinan Redaksi

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses