Sitename

Description your site...

Oktober 22, 2020

Tolak Dimutasi,14 Orang Pekerja PT.NSP Selatpanjang Komitmen Sampaikan Statement

Tolak Dimutasi,14 Orang Pekerja PT.NSP Selatpanjang Komitmen Sampaikan Statement
Lerenof Nainggolan,Ketua PUK FSP.RTMM-SPSI PT.NSP dan Ketua Piminan Cabang FSP.RTMM-SPSI Kabupaten Kepulauan Meranti,Ibrahim saat menyampaikan statementnya di Aula Sidang Mediator Kantor Dinas PMPTSPTK Pemkab Kepulauan Meranti di Komplek Perkantoran Bupati Kepulauan Meranti,Rabu (08/08/2018). Foto : red/tiraipesisir.com

loading…


SELATPANJANG-Sejumlah 14 orang pekerja/buruh PT National Sago Prima (NSP) Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti didampingi oleh Pengurus Sarikat Pekerja Piminan Cabang (PC) FSP.RTMM-SPSI Kabupaten Kepulauan Meranti,mendatangi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Pemkab Kepulauan Meranti dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti,Rabu (08/08/2018),menyampaikan “Pengaduan Bersama” tentang kronologis terjadinya keluh kesah pekerja PT.NSP sebanyak 14 orang,dan keberadaan pekerja yang di mutasi,serta keinginan pekerja di PT.NSP Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti,Riau.

Pantauan Media ini,sejumlah 14 orang pekerja PT.NSP Selatpanjang,Kabupaten Kepulauan Meranti yang didampingi oleh Pengurus Sarikat Pekerja Piminan Cabang FSP.RTMM-SPSI Kabupaten Kepulauan Meranti,ketika mendatangi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Pemkab Kepulauan Meranti diterima langsung oleh Kadis PMPTSPTK Pemkab Meranti,Drs.Revirianto,dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti disambut oleh Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti,Edi Mashudi,yang mendapat amanah dari Ketua DPRD Kepulauan Meranti,H.Fauzi Hasan.

Baca Juga :  Bupati Pimpin Penandatanganan Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Tahun 2019 di Meranti

Adapun Statement 14 pekerja PT.NSP sebagai berikut : 1. Perusahaan memperhatikan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003,Pasal 31 dan Pasal 2,Ayat (1-2) dalam memutasi pekerja,dan juga memperhatikan kesejahteraan pekreja dan keluarganya; 2. Pekerja memberikan saran,mutasi pekerja secara terbuka,bebas dan objektif; 2. Kesulitan atau kerugian perusahaan jangan dijadikan alasan untuk mengabaikan hak-hak pekerja khususnya pekerja harian lepas; 3. Pekerja meminta dipekerjakan kembali di perusahaan PT.NSP pabrik.

“Dan berikan segala hak-hak normatif pekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,”tegas Lerenof Nainggolan,Ketua PUK FSP.RTMM-SPSI PT.NSP dalam statementnya.

Baca Juga :  Sikapi Putusan MK,Tokoh Pers Meranti Ajak Masyarakat Untuk Tidak Terpancing

Sedangkan dari Piminan Cabang FSP.RTMM-SPSI Kabupaten Kepulauan Meranti,Ibrahim,dalam statementnya menyampaikan,Pemkab Kepulauan Meranti melalui Dinas Tenaga Kerja Pemkab Kepulauan Meranti,jangan menganak kandungkan pihak perusahaan (PT.NSP,red) dan menganak tirikan pekerja. Disnas Tenaga Kerja Pemkab Meranti diminta agar benar-benar serius menanggapi keluhan pekerja ini.

“Diminta kepada Pemkab Kepulauan Meranti,melalui Dinas Tenaga Kerja Pemkab Kepulauan Meranti,jangan menganak kandungkan perusahaan PT.NSP,dan menganak tirikan pekerja. Selain itu,diminta juga agar serius menanggapi keluhan pekerja ini,”pungkas Ibrahim.

Atas statement yang disampaikan 14 orang perkerja PT.NSP melalui juru bicara,Lerenof Nainggolan,Ketua PUK FSP.RTMM-SPSI PT.NSP dan Ketua PC FSP.RTMM-SPSI Kabupaten Kepulauan Meranti,Ibrahim. Kadis PMPTSPTK Pemkab Meranti,Drs.Revirianto menyahuti dan mengatakan,pihaknya akan serius dan segera mungkin melakukan mediasi antara perusahaan dan pekerja,untuk merundingkan perselisian ini,dengan memanggil pihak perusahaan.

Baca Juga :  Bhabinsa Bersama Bhabinkamtibmas Akan Terus Pantau Penyaluran BLT di Setiap Desa

“Segera mungkin kita panggil pihak perusahaan,untuk melakukan mediasi antara perusahaan dan pekerja tentang perselisihan ini,”kata Revirianto.

Sementara,dari DPRD Kepulauan Meranti melalui Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan,Edi Mashudi mengatakan,”Apa yang menjadi keluhan,harapan dan permintaan dari 14 orang pekerja PT.NSP,nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan DPRD Kepulauan Meranti dan Komisi yang terkait,”kata Edi Mashudi berjanji. (red/zai)

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses