Sitename

Description your site...

Oktober 27, 2020

Tolak Dimutasi 14 Pekerja PT.NSP Selatpanjang Terancam Diusir

Tolak Dimutasi 14 Pekerja PT.NSP Selatpanjang Terancam Diusir
TEKS FOTO : 14 Pekerja Saat Menggelar Aksi Unjuk Rasa di PT.NSP,30 April 2018.

loading…


SELATPANJANG,TIRAIPESISIR.COM-Perundingan Bipartit antara management PT.NSP dengan 14 orang pekerja dan Ketua PUK FSP.RTMM-SPSI PT.NSP,Lerenof Nainggolan yang ikut dimutasi kembali digelar,Selasa (21/08/2018) lalu,di Pabrik PT.NSP.

Perundingan di perusahaan PT.NSP ini,tidak ada risalah perundingan,karena kami tetap meminta dipekerjakan kembali di PT.NSP Pabrik.

“Tapi ada isu yang beredar di Desa setempat,kami tidak gajian lagi bulan ini. Management akan melakukan pengusiran kepada kami,”ujar Nainggolan kepada Media ini,Rabu (29/08/2018).

Saya melihat,kata Nainggolan,ini upaya dari pihak perusahaan untuk menggertak pekerja yang lemah,khususnya bagi pekerja dari warga setempat.

Baca Juga :  Genjot Penerimaan Pajak dan Retribusi, Komisi II DPRD Meranti Gelar Raker Bersama BPPRD

“Saya sudah sampaikan langsung kepada kawan-kawan,dan bahkan kepada keluarganya juga. Semua yg perjuangkan ini berdasarkan undang-undang,karena kawan-kawan tidak pernah mengalami masalah dengan perusahaan,kesannya seperti ada yang ragu,”ujar Nainggolan.

Lanjut Nainggolan menuturkan,memang dalam perundingan yang lalu,pihak perusahaan melalui humas perusahaan PT.NSP,Budi,ada mengatakan,bahwa per/tanggal 01/09/2018,kami sudah tidak diberikan gaji lagi,dan tetap mutasi. Untuk Karyawan Harian Lepas (KLH) diangkat menjadi Karyawan Harian Tetap (KHT),”Kalau mau mutasi,”kata Budi.

Tegas Budi lagi,tidak mutasi dan tidak bekerja di pabrik PT.NSP. “Tapi,management berikan konfensasi 3 bulan upah,”ucap Budi pada perundingan,21 Agustus 2018 itu.

Baca Juga :  Niat Membantu Paman, Anak Kades Di Meranti Digigit Ular Buas

Sementara dari pihak 14 orang pekerja,melalui juru bicara dalam perundingan itu,Nainggolan menyampaikan,sesuai Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,Pasal 151,dan Pasal 155,hubungan industrial belum berakhir sampai ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap. Pekerja masih terus hadir di PT.NSP Pabrik,tapi management tidak memberikan job kerja.
Pekerja meminta mutasi dikaji kembali,karena mutasi pekerja kurang layak. Tiga bulan upah konfensasi,tidak ada dasar,karena pekerja tidak pernah berniat untuk mengundurkan diri,jangan pekerja dipaksa untuk mengundurkan diri.

Baca Juga :  Sekretariat DPRD Meranti Donasikan dana Untuk Penanggulangan Covid-19

“Yang kami minta hanya satu,kami dipekerjakan kembali di PT.NSP Pabrik,”tandasnya. (red/zai)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses