Sitename

Description your site...

September 23, 2020

Terkena Denda P2TL,Oknum Pemasang Minta Diambil Ditindakan

Terkena Denda P2TL,Oknum Pemasang Minta Diambil Ditindakan

KUDAP,TIRAIPESISIR.COM-Akhir-akhir ini banyak kasus yang terjadi tentang pemakaian tenaga listrik,tidak jarang ditemukan adanya pelanggaran dengan cara menabrak aturan yang sah,mengotak-atik KWH Meter dengan maksud menggunakan listrik lebih besar dari daya yang tersambung. Padahal cara-cara penggunaan listrik semacam itu,bukan saja sudah menabrak aturan yang benar tetapi juga sangat membahayakan diri sendiri maupun orang banyak serta mengusik prinsip keadilan dalam menggunakan tenaga listrik.

P2TL atau Penertipan Pemakaian Tenaga Listrik merupakan langkah PLN untuk mengurangi pencurian listrik,dan dikenakan denda P2TL. Pengenaan denda kepada konsumen oleh PLN diatur dalam Keputusan Direksi PT.PLN (Persero) Nomor : 1486.K/DIR/2011 tentang Penertipan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).

Baca Juga :  Akan Segera Digelar Open Turnamen Sepak Bola Baran Melintang Cup Ke-I 2020

Hal tersebut yang terjadi terhadap Kepala Desa (Kades) Desa Kudap, Kecamatan Putri Puyuh,Kabupaten Kepulauan Meranti,Riau, Sutrisno,SE. Ia terkena denda P2TL oleh PT.PLN Rayon Selatpanjang pada bulan Desember 2018 lalu sebesar Rp 14 Juta,namun ia (Sutrisno,red) merasa tidak adil karena oknum pelaku teknis atau pemasangnya tidak diambil tindakan sesuai prosedur.

“Saya dikenakan denda P2TL sebesar Rp 14 Juta,tapi oknum pelaku pemasangnya bernama Nopaisal,karyawan bagian teknis PT.SIRKO tidak mendapat tindakan,dan untuk efek jera,saya minta ia (Nopaisal,red) diambil tindakan sesuai prosedur,”tutur Sutrisno kepada Media ini beberapa waktu lalu di Selatpanjang.

Baca Juga :  Keberadaan Pertambangan Timah di Desa Topang Rangsang,Tidak Memberi Manfaat Terhadap Sebagian Warga Desa

Secara terpisah,Titus Harianto,Manager Cabang PT.SIRKO yang coba dikonfirmasi,Rabu (13/02/2019) membenarkan,bahwa Nopaisal adalah karyawan bagian teknis PT.SIRKO di lapangan.

“Memang benar,Nopaisal karyawan kita,dan kita sudah konfirmasi,ia mengaku,dan hal itu ia lakukan dua tahun yang lalu sebelum ia pekerja di perusahaan kita,”ujar Titus.

Ditanya,kepada Nopaisal,apa tindakan yang akan diambil pihak perusahaan. Kata Titus,dalam masalah ini,bila dia terjerat hukum akan diambil tindakan pemecatan. “Dalam masalah ini,bila dia terjerat hukum,dia langsung dipecat,”kata Titus menegaskan.

Baca Juga :  Babinsa 02/Tebingtinggi : Hati-hati Dalam Pengutipan Dana Mengatas Namakan Covid-19

“Untuk efek jera,dari perusahaan setuju masalah ini dipublikasikan di media,”kata Titus lagi.

Sementara itu,Manager PT.PLN Rayon Selatpanjang,Jannatul Firdaus, ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut menegaskan,akan ambil tindakan sesuai prosedur.

“Kami akan tindak sesuai prosedur,yang bersangkutan bila terbukti bisa di PHK,dan untuk permasalahan hukum kami koordinasi dengan legal hukum,”pungkasnya. (A03/A01)
Editor : Edi Saputra/Redaksi

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses