Sitename

Description your site...

Oktober 29, 2020

Tentang Dugaan “Raibnya” Dana Anggaran Pembinaan Wartawan Labuhanbatu, Ungkapan Kabag Protokoler Bertentangan Dengan Ka BPKAD

Tentang Dugaan “Raibnya” Dana Anggaran Pembinaan Wartawan Labuhanbatu, Ungkapan Kabag Protokoler Bertentangan Dengan Ka BPKAD

loading…


Tentang Dugaan “Raibnya” Dana Anggaran Pembinaan Wartawan Labuhanbatu, Ungkapan Kabag Protokoler Bertentangan Dengan Ka BPKAD

Penulis : Oktavianus

Labuhanbatu,TIRAIPESISIR.COM-Seputar merebaknya isu miring terkait dugaan raibnya Dana Anggaran Pembinaan Wartawan di Kabupaten Labuhanbatu,melahirkan tanggapan berlawanan antara Kabag Protokoler Setdakab Labuhanbatu Supardi Sitohang dengan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Indra Sila.

Pasalnya,ungkapan Indra Sila yang menyebutkan,bahwa ibaratnya anggaran yang dimohonkan 10,tapi yang mau dibayarkan adalah 15,dan dapat diartikan bahwa Dana Pembinaan Wartawan dimaksud telah habis. Menurut Supardi Sitohang tidak benar, karena dana tersebut,belum ada diterima,apalagi tidak disalurkan. Dan hingga saat ini masih tetap berkoordinasi ke Bagian Keuangan dan Perlengkapan Setdakab Labuhanbatu.

“Sejak awal sudah kita ajukan proses pencairannya ke Bagian Keuangan dan Perlengkapan Setdakab Labuhanbatu dan sampai saat ini belum dapat direalisasikan. Jadi dapat saya tegaskan,dana2 itu belum ada kita terima,apalagi tidak kita salurkan. Kita tetap berkoordinasi ke Bagian Keuangan dan Perlengkapan bagaimana perkembangan proses pencairannya sehingga urusan ini berjalan sebagaimana biasanya. Mudah-mudahan hal ini segera dapat terealisasi ke kawan2 wartawan. Trims”, jawab Supardi melalui dinding Whatsapp nya,saat dikonfirmasi TIRAIPESISIR.COM.

Baca Juga :  Polres Labuhanbatu Salurkan Paket Lebaran Kepada 136 Wartawan di Labuhanbatu

Menurut Supardi,anggaran untuk jasa pemberitaan, langganan surat kabar, berita onlne, iklan,pariwara dan majalah tidak ada masalah,artinya tersedia. Hanya proses pengurusan pencairannya saja itu terkendala di Bagian Keuangan Setdakab.

Supardi juga menambahkan,dana2 itu masih tersedia hanya proses pencairannya saja yang terkendala dan proses pencairan itu tidak kewenangan Bagian Adminiatrasi Protokoler,tetapi urusan Bagian Keuangan dan Perlengkapan,karna Bendahara Setdakab berada disana,sebutnya.

“Penyediaan anggaran untuk jasa pemberitaan,langganan surat kabar,berita onlne, iklan,pariwara dan majalah tidak ada masalah,artinya tersedia. hanya proses pengurusan pencairannya saja itu terkendala di Bagian Keuangan Setdakab”,ucap Supardi

Baca Juga :  Plt Bupati Buka Turnamen u-20, Jadikan Motivasi Diri Agar Terhindar dari Penyalahgunaan Narkoba

“Terkait ibarat 10 diminta 15 yg mau dibayar dan mencari 5 lagi,sebaiknya diperjelas kepada yang mengibaratkan itu,karna kita ngak paham apa maksud pengibaratannya itu. Kita tegaskan lagi dana2 itu masih tersedia hanya proses pencairannya aja yang terkendala dan proses pencairan itu tidak kewenangan Bagian Administrasi Protokoler tetapi urusan Bagian Keuangan dan Perlengkapan, karna Bendahara Setdakab berada disana. Demikian aja penjelasannya teman2. Trims”,sebut Supardi.

Diberitakan sebelumnya,Ketua DPP Forum Wartawan Independen (FOR-WIN) Andi Carma Damanik kepada Wartawan mengatakan,jika harus diartikan secara luas ungkapan Indra Sila yang menyebutkan bahwa. “Anggaran yang dimohonkan 10,yang mau dibayarkan 15,maka dapat diartikan bahwa Dana Pembinaan Wartawan dimaksud telah habis dan untuk menambahkan yang 5 lagi guna memenuhi 15,dari mana anggarannya,”kata Andi mempertanyakan.

Baca Juga :  Berinovasi, Plt Bupati Labuhanbatu Apresiasi Kinerja PUDAM Tirta Bina

Lanjut Andi,sementara diinformasikan,dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2017,anggaran untuk itu tidak ada diusulkan. Sehingga diyakini, anggaran untuk pembinaan wartawan tidak akan digulirkan lagi.

Sehingga,sambung Andi,diperlukan pihak berwajib seperti Inspektorat didampingi pihak kepolisian dan Kejaksaan,agar melakukan audit terhadap penggunaan anggaran tersebut, agar dapat diketahui kemana arahnya dipergunakan.

Pasalnya papar Andi,selama ini tidak pernah terjadi kondisi memalukan seperti ini dan harus mengorbankan para rekan pers. Sehingga,para Wartawan tidak lagi dapat menikmati Dana Pemberitaan untuk enam bulan terakhir di tahun 2017 ini,”tandas Andi kesal.***

Editor : Zainuddin

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses