Sitename

Description your site...

Oktober 23, 2020

Syaikh Negara Palestina Kunjungi Labusel,Ceritakan Kekejian Zionis Israel

Syaikh Negara Palestina Kunjungi Labusel,Ceritakan Kekejian Zionis Israel

loading…


Penulis : Zainul Nasution

LABUSEL,TIRAIPESISIR.COM-Jamaah Masjid Al Musthafa Kota Pinang,Kabupaten Labuhanbatu Selatan,Sumatera Utara,berbondong-bondong datang menghadiri untuk menyaksikan kedatangan Syaikh asal Palestina dan Imam Masjid Jalur Gaja,yakni Syaikh Mahmud Said Kamal Al Khob,Rabu (8/11/2017) lalu. Mendengarkan kisah-kisah pilu umat Muslim Palestina dan Jalur Gaja yang hingga kini masih terjajah oleh bangsa Israel.

Imam Masjid Jalur Gaja tersebut menceritakan,bahwa umat Muslim di Palestina kini sedang berjuang melawan kedzoliman dari umat Yahudi Israel.

Dikatakan Syaikh,bahwa saat ini Zionis Israel sedang berjuang keras untuk meruntuhkan Masjidil Aqsa dengan menggali ratusan terowongan besar,agar pondasi Masjid tersebut runtuh dengan sendirinya. Setelah runtuh maka Masjid tersebut akan berganti dengan Kuil Yahudi.

Namun,umat Muslim Palestina meyakini bahwa Masjidil Aqsa tidak akan akan runtuh, karena Allah Swt telah mengaabadikan namanya dalam kitab suci Al Qur’an pada surat Al Isra’.

Syaikh juga memaparkan,bahwa umat Muslim Jalur Gaza pada saat ini membangun terowongan-terowongan sedalam 13 meter,untuk melindungi diri dari gempuran tentara Zionis,diketahui bahwa daerah Jalur Gaza hingga saat ini belum bisa direbut oleh Zionis.

Baca Juga :  Jadi Tanda Tanya,Gema Takbir Obor Sambut Idul Fitri di Panai Hilir Meriah,Kapolsek Tidak Hadir

Syaikh juga menjelaskan,bahwa militer Israel adalah militer terkuat di Timur Tengah, dan militer Israel merupakan militer nomor keempat terkuat di dunia,memiliki senjata tercanggih,memiliki kemampuan tempur diatas rata-rata seperti Amerika Serikat,Rusia, Inggris dan Cina juga turut mensuplay senjata untuk mendukung penuh kedaulatan Israel.

Syaikh Mahmud juga mengkisahkan,pada bulan Ramadhan yang lalu militer Israel menyerang Jalur Gaza habis-habisan. Selama 51 hari mereka menyerang,akhirnya mereka angkat kaki dari Jalur Gaza karena perlawanan sengit dari pejuang Palestina di Jalur Gaza.

Dijelaskan Syaikh,saat ini militer Israel sedang berusaha untuk menghancurkan terowongan-terowongan di Jalur Gaza,hingga Amerika Serikat,Inggris,Rusia dan Cina berusaha mencari teknologi yang bisa membongkar terowongan yang ada di Jalur Gaza itu.
Tapi,Alhamdulillah meskipun 4 negara terkuat di dunia tersebut bersatu membantu Israel,hingga saat ini belum ada ditemukan alat pendeteksi terowongan yang ada di Jalur Gaza.

Baca Juga :  Ini Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Cagub dan Cawagub Sumut di Kab.Labusel

Diterangkan Syaikh,bahwa penggalian terowongan tersebut digunakan dengan tangan tanpa alat bantu apapun,karena Israel melarang umat Muslim Jalur Gaza menggunakan alat modern ataupun barang jenis elektronik masuk ke Jalur Gaza,bahkan untuk bahan permainan anak-anak saja dilarang negara Zionis itu.

Terowongan jalur Gaza pernah diliput oleh beberapa media sosial dan media elektronik, dan salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia juga pernah menayangkannya.

Lanjut Syaikh Mahmud menceritakan,bahwa bagaimana dirinya bisa keluarga dari Palestina,mengingat Pelestina telah dikelilingi tembok tebal dan tinggi.

Dia mengatakan,bahwa tembok pemisah yang luar biasa itu mengisolir bangsa Palestina khususnya Jalur Gaza. Tembok tersebut mempunyai dua pintu,pintu pertama Mesir karena berbatasan dengan Mesir,yang kedua,wilayah yang dikuasai wilayah Israel yakni Tepi Barat. Pintu ke Mesir sampai sekarang tidak terbuka,padahal Mesir mayoritas bangsa Arab,dan yang jelas sampai sekarang Mesir tidak membuka pintu tersebut untuk Palestina.

Baca Juga :  Jajaran Redaksi TIRAIPESISIR.COM Ucapkan Selamat Atas Kelahiran Anak ke 4 Wartawan Labura Hasan Basri

Akhirnya selama 3 tahun menunggu,Syaikh dapat keluar dari pintu kedua yakni di Tepi Barat Palestina dengan alasan berobat,dikarenakan di Palestina belum ada yang mampu untuk mengobati penyakitnya. Syaikh melintas ke Jordania untuk berobat, ternyata tenaga medis Jordania belum juga mampu mengobati penyakit yang dideritanya. Kemudian Syaikh pergi berobat ke Turki,setelah sembuh dari penyakitnya, Syaikh berangkat ke Indonesia untuk mengkhabarkan kondisi-kondisi terkini di Jalur Gaza Palestina.

Syaikh juga menerangkan,bahwa sampai saat ini hanya 4 negara yang memperjuangkan hak-hak Palestina yakni negara Indonesia,Malaysia,Turki dan Qatar.

Pada acara tersebut,beberapa video dokumentasi atas perbuatan kekejiaan bangsa Yahudi Israel terhadap umat Islam di Jalur Gaja diputar. Acara tersebut terselanggara oleh komunitas Da’i Peduli yang selama ini membantu korban-korban kekejian umat Yahudi Israel di Palestina,dan menyalurkan bantuan logistik,pendidikan dan tenaga medis ke Jalur Gaja Palestina.***
Editor : Dhamean

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses