Sitename

Description your site...

April 1, 2020

Sistem Kesehatan Indonesia Di Ambang Jurang Ketika Gelombang Coronavirus Tampak

Sistem Kesehatan Indonesia Di Ambang Jurang Ketika Gelombang Coronavirus Tampak
FOTO FILE : Seorang petugas medis memeriksa perangkat di rumah sakit darurat, menangani penyakit coronavirus (COVID-19) di Kemayoran Athletes Village, di Jakarta, Indonesia 23 Maret 2020. Antara Foto / Hafidz Mubarak A via REUTERS.

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM(Reuters)-Dilansir tiraipesisir.com dari Reutres, Indonesia mengalami defisit yang signifikan pada tempat tidur rumah sakit, staf medis, dan fasilitas perawatan intensif karena para pakar kesehatan memperingatkan bahwa negara itu akan menjadi episentrum baru pandemi coronavirus, menurut data yang ditinjau oleh Reuters.

Para pakar kesehatan mengatakan Indonesia menghadapi lonjakan kasus coronavirus setelah respons pemerintah yang lambat menutupi skala wabah di negara terpadat keempat di dunia itu.

Indonesia telah mencatat 686 kasus tetapi data ini dilihat sebagai mengecilkan skala infeksi karena tingkat pengujian yang rendah dan tingkat kematian yang tinggi. Indonesia telah melaporkan 55 kematian, tertinggi di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Majelis Hakim Jatuhkan Vonis 3 Tahun Penjara Terhadap Mantan Mensos,Idrus Marham

Sebuah studi oleh Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London yang dirilis pada hari Senin memperkirakan bahwa hanya 2% dari infeksi coronavirus di Indonesia telah dilaporkan. Itu akan membawa jumlah sebenarnya menjadi sebanyak 34.300, yang lebih banyak dari Iran.

Pemodel lainnya memproyeksikan bahwa kasus dapat meningkat hingga 5 juta di ibukota, Jakarta, pada akhir April di bawah skenario terburuk.

“Kami telah kehilangan kendali, itu telah menyebar di mana-mana,” Ascobat Gani, seorang ekonom kesehatan masyarakat mengatakan kepada Reuters. “Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu ”.

Baca Juga :  Razia Miras Dan Obat Kuat Di Gambir

Pemerintah mengatakan dampak virus tidak akan separah itu.

“Kami tidak akan seperti itu,” kata Achmad Yurianto, seorang pejabat senior kementerian kesehatan, merujuk pada perbandingan dengan wabah di Italia dan Cina. (Zai)

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses