Sitename

Description your site...

Oktober 20, 2020

Sanggah Publik : Lelang 4 Paket Mega Proyek Rp 74,9 Miliar Diduga Lelang Diatur,Menangkan Kontraktor Yang Tidak Punya Itikad Baik Dalam Melaksanakan Pekerjaan…!!!

Sanggah Publik : Lelang 4 Paket Mega Proyek Rp 74,9 Miliar Diduga Lelang Diatur,Menangkan Kontraktor Yang Tidak Punya Itikad Baik Dalam Melaksanakan Pekerjaan…!!!

loading…


Masyarakat minta proses lelang 4 Paket Mega Proyek Senilai Rp 74,9 Miliar,Yang Dimenangkan Oleh PT.CSMS dan PT.Andam Dewilestari Dilakukan Lelang Ulang,Karena Kedua Perusahan Tersebut Tidak Mampu Menyelesaikan Pekerjaannya Pada Tahun 2015-2016.

Meranti,TiraiPesisr.Com – Proses lelang pengadaan barang/jasa pemerintah yang diamanahkan oleh Peraturan Presiden (Perpers) Nomor 04 Tahun 2015 tentang pengadaan barang/jasa,kelihatannya di Kabupaten Kepulauan Meranti (Riau) hanya dijadikan formalitas saja,perusahaan yang tidak punya iktikad baik dalam menyelesaikan pelaksanaan pekerjaannya,namun tetap saja diberikan pekerjaan dan tetap dimenangkan pada lelang dana APBN 2017 ini. Betapa tidak,dalam pelaksanaan proses lelang 4 paket mega proyek senilai Rp 74,9 Miliar dari dana DAK APBN Tahun Anggaran 2017 ini,disinyalir lelang diatur (kolusi). Anehnya,perusahaan yang dimenangkan adalah perusahaan yang tidak mampu menyelesaikan pelaksanaan pekerjaannya pada proyek raksasa tahun 2015 dan 2016 senilai Rp 51 Miliar dari dana Kemendes 2015,dan APBD Kabupaten Meranti 2015,dan dana Bankeu 2016.

Baca Juga :  Rp 100 Juta Transfer Dana Desa 2019 Untuk BUMDes Desa Baran Melintang Dipertanyakan

Adapun 4 paket mega proyek yang dimenangkan oleh dua perusahaan yang bermasalah itu adalah,paket peningkatan jalan tanjung harapan-dorak Rp 22,1 Miliar (HPS),dan peningkatan jalan alai-mekong Rp 14,9 Miliar (HPS) dimenangkan oleh PT.Cipta Sarana Marga Sejati (PT.CSMS),sedang dua paket lainnya yakni peningkatan jalan pelabuhan peranggas-kayu ara Rp 19,9 Miliar (HPS),dan peningkatan jalan mekar delima-putri puyu Rp 18 Miliar (HPS) dimenangkan PT.Andam Dewilestari dan PT.Cakrawala Nusindo yang merupakan group PT.Andam Dewilestari.

Dasar Sanggahan :

Baca Juga :  Emas Pertama Bulu Tangkis dan Kegagalan Ganda Malaysia

Pada tahun 2015,PT.Andam Dewilestari bersama PT.Cipta Sarana Marga Sejati (PT.CSMS) sebagai pelaksana bersama peningkatan jalan desa kayu ara menuju desa telesung kecamatan rangsang pesisir senilai lebih kurang Rp 15 Miliar melalui dana Kemendes RI tahun 2015,dan dana APBD Kepulauan Meranti Rp 8 Miliar. Ajaibnya,pelaksanaan peningkatan jalan kayu ara-telesung tersebut menggunakan dua mata anggaran,satu pekerjaan (Dana Kemendes 2015 dan dana APBD Kepulauan Meranti 2015,red).

Sementara dalam pelaksanaannya,kedua perusahaan tersebut (PT.Andam Dewilestari dan PT.SCMS) tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya,dalam judul pekerjaan peningkatan jalan desa kayu ara menuju desa telesung kecamatan rangsang pesisir,sementara dilaksanakan pekerjannya hanya dari desa hayu ara sampai ke desa sonde saja. Anehnya lagi,ketika tim PHO dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti turun melakukan uji mutu dan bobot pelaksanaan pekerjaan yang selesai,akses kontraktor dihitung progress.*** (Zainuddin/Pemred)

Baca Juga :  437,5 Hektar Lahan dan Hutan di Meranti Habis Dibakar,Diminta Aparat Penegak Hukum Segera Tangkap Pelakunya…!!!

 

  

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses