Sitename

Description your site...

Februari 27, 2020

Salah Fokus ! Gibran Usai Sambutan di Gandekan, Warga : Suarane Koyo Bapake Yo

Salah Fokus ! Gibran Usai Sambutan di Gandekan, Warga : Suarane Koyo Bapake Yo

SOLO,TIRAIPESISIR.COM-Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara sarasehan bersama warga Kampung Penjalan, RW 4, Gandekan, Surakarta pada Minggu (19/1/2020) sore.

Acara yang dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut dihadiri sekitar lebih dari 100 warga.

Usai Gibran sambutan, terdengar selentingan suara warga yang mengatakan, “Lah, suarane koyo bapak-e yo (suaranya seperti bapaknya ya)” ujar warga sambil berbisik-bisik.

Lantas, apa saja keluhan warga?”

Banyak warga yang mengutarakan permasalahan yang ada di kampungnya kepada bakal calon wali kota Solo tersebut.

“Saya tinggal di area Kali Pepe, sekarang sudah normalisasi sungai. Kabarnya akan dilebarkan sampai 3 meter dari sungai untuk keperluan wisata, otomatis kami warga kena gusur, nanti gimana?” Ujar Sukarno.

Baca Juga :  Walikota Surakarta,FX Hadi Rudyatmo Buka Sosialisasi Program Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Surakarta

Gibran pun bertanya apakah ada sosialisasi kepada warga dan berapa KK yang terdampak.

“Sudah ada sosialisasi, ada 12 KK, tapi jumlah ganti ruginya belum tahu berapa, katanya dihargai 100 ribu/meter,” lanjut Sukarno.

Gibran pun berjanji menindak lanjuti perihal ini ke pihak terkait.

“Saya check dulu ya Bu, Pak, Programnya itu masih berjalan apa tidak, dan jika masih akan saya check proses ganti ruginya seperti apa,” jawab pemilik usaha minuman Goola itu.

Baca Juga :  Walikota Surakarta,FX Hadi Rudyatmo Buka Sosialisasi Program Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Surakarta

“Drainase di RW 4 ini gak bagus mas, gak lancar salurannya,” ujar Joko Martno selaku Ketua RW 4.

Gibran pun tampak mencatat di buku kecilnya dan akan mendelegasikan timnya turun di lapangan.

Pertanyaan selanjutnya datang dari warga yang memiliki anak difabel yang meminta kaum disabilitas lebih diperhatikan lagi.

“Saya punya anak difabel, tunarungu, sudah pakai BPJS, tapi bagi saya alat bantu dengar itu masih mahal karena harganya 22 juta. Tolong Pak Gibran, apabila ada dana dari pemerintah apabila nanti Jadi Pak Wali untuk men-support kaum difabel, kami pun butuh tim advokasi untuk komunitas kami, dari pemerintah juga tidak ada pendataan bagi komunitas kami,” ujar Ari Budiono.

Baca Juga :  Walikota Surakarta,FX Hadi Rudyatmo Buka Sosialisasi Program Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Surakarta

Gibran pun langsung menghampiri anak Ari Budiono yang masih balita dan mengajak diskusi secara lebih dekat dengan kedua orangtuanya.

Usai diskusi, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama kampung setempat..(DW)

Editor : Agus Salim.Hs

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses