Sitename

Description your site...

April 4, 2020

Sagu Harus Masuk Dalam Komoditas Perkebunan Strategis Nasional : Bupati Meranti,Irwan Nasir Menjadi Inisiator Terbentuknya FOKUS KAPASSINDO

Sagu Harus Masuk Dalam Komoditas Perkebunan Strategis Nasional : Bupati Meranti,Irwan Nasir Menjadi Inisiator Terbentuknya FOKUS KAPASSINDO
Foto Humas/tiraipesisir.com : Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti,Drs.H.Irwan Nasir,M.Si menjadi Inisiator terbentuknya FOKUS KAPASSINDO di Kantor Apkasi Jakarta,Kamis (5/4/2018).

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti,Drs.H.Irwan Nasir,M.Si menjadi Inisiator terbentuknya FOKUS KAPASSINDO (Forum Komunitasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia) dibawah Apkasi. Pertemuan dilaksanakan,di kantor Apkasi Jakarta,Kamis (5/4/2018).

Tujuan di bentuknya FOKUS KAPASSINDO ini,untuk memajukan persaguan nasional sebagai pendukung dan penyangga sumber pangan dan energi alternatif yang mampu memperkuat kedaulatan pangan dan energi nasional.

Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti,Drs.Irwan Nasir,M.Si pada pertemuan ini langsung menjadi moderator dan memimpin pertemuan.

Untuk memajukan ‘Persaguan Nasional’ sebagai pendukung dan penyangga sumber pangan dan energi alternatif yang mampu memperkuat kedaulatan pangan dan energi Nasional,11 Kabupaten penghasil sagu di Indonesia terdiri dari Kabupaten Kepulauan Meranti,Kabupaten Indragiri Hilir,Kabupaten Lingga,Kabupaten Bupati Luwu Utara,Kabupaten Sorong,Kabupaten Sorong Selatan,Kabupaten Teluk Bintuni,Kabupaten Jayapura,Kabupaten Nabire,Kabupaten Mimika,Kabupaten Serdang Bedagai membentuk Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia yang di singkat dengan FOKUS KAPASSINDO,yang mana pada hari ini,Kamis 05 April 2018 menjadi hari bersejarah lahirnya FOKUS-KAPASSINDO,yang mana Bupati Kepulauan Meranti,Drs.H.Irwan Nasir,M.Si menjadi Ketua dan Bupati Luwu Utara Hj.Indah Putri Indriani,S.IP.,M.Si menjadi Sekretaris sementara. FOKUS KAPASSINDO bertempat di sekretariat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta.

Baca Juga :  Wakil Bupati Kepulauan Meranti,H.Said Hasyim Buka Pelatihan Mubalighat

Adapun tugas pokok dari dari FOKUS-KAPASSINDO adalah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam melakukan kegiatan penelitian,pengkajian,penerapan,penguatan,pendampingan, pengembangan dan promosi dalam upaya pengelolaan sagu yang berkelanjutan,juga membangun dan menumbuh kembangkan kelembagaan sagu rakyat yang mandiri dan produktif,serta mensenergikan dengan perusahaan sagu nasional,agar persaguan nasional mempunyai keunggulan dan daya saing di tingkat internasional.

Menurut Ketua Sementara FOKUS KAPASSINDO,Drs.H.Irwan Nasir,M.Si,sagu belum termasuk sebagai Komoditas Perkebunan Strategis Nasional. “Maka sudah saatnya harus masuk dalam Komoditas Perkebunan Strategis Nasional,”ucapnya.

Baca Juga :  Pengoperasian RoRo Insit Laut-Buton Tunggu Regulasi

Maka dari pada itu dibentuklah FOKUS-KAPASSINDO,agar secara sinergi dapat menempatkan sagu menjadi prioritas strategi nasional sebagai alternatif pangan dan energi. Dikatakannya,dalam waktu dekat ini,beliau akan mengundang 11 Kabupaten sebagai inisiator FOKUS-KAPASSINDO,dan 70 Kabupaten Penghasil Sagu seluruh Indonesia untuk membentuk kepengurusan defenitif FOKUS KAPASSINDO,guna untuk manaikan komoditi sagu Indonesia dimata Internasional.

Selaras dengan keterangan yang disampaikan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs.Irwan Nasir,M.Si itu.,Prof.Bintoro yang telah melakukan uji coba dan penelitian tentang sagu mengatakan,bahwa sagu dapat sebagai pengganti beras,dapat di buat gula cair dan berbentuk tepung,juga sebagai bahan bakar dan banyak lagi yang lainnya. “Maka dengan itu, sagu harus menjadi prioritas Pemerintah Indonesia,”katanya.

Dilihat pentingnya isu sagu ini diangkat dipermukaan,Prof Riyaas Rasyid sebagai penasehat menuturkan,Apkasi mendorong terbentuknya Fokus Kapassindo,karena sagu adalah potensi yang tersembunyi yang Allah berikan,dan harus diangkatkan dipermukaan dan dapat menjadi kekuatan pangan di Indonesia. “Kita sangat mendukung terbentuknya forum ini,agar sagu juga dijadikan prioritas seperti halnya beras,jangung dan kedele,”ucapnya.

Baca Juga :  Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke 8 Sekecamatan Pulau Merbau Resmi dibuka

Pada pertemuan itu,dari pihak PT.National Sagu Prima yang telah melakukan budidaya sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti mengatakan,bahwa sagu yang mereka kelola menjadi tepung telah di ekspor ke Jepang,itu pertanda bahwa sagu dapat diterima secara Internasional,hanya saja sagu harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Indonesia.

Turut hadir,Prof.Riyaas Rasyid penasehat khusus Apkasi dan Prof.Bintoro yang merupakan akademisi yang peduli dengan sagu yang menamakan masyarakat Sagu Indonesia,Bupati Luwu Utara,Hj.Indah Putri Indriani,S.IP.,M.Si,Bupati Jaya Pura,Mathias Awoitauw,SE.,M.Si,Sekda Indragiri Hilir,H.Said Syarifuddin,dan Kadis Ketahanan Pangan Prov Riau,Darmansyah. (Rilis : Humas Setdakab Meranti/red)
Editor : red/zai

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses