Sitename

Description your site...

Oktober 24, 2020

Ridwan Marpaung : Pemkab Labusel Jangan Bagaikan Kacang Lupa Pada Kulitnya

Ridwan Marpaung : Pemkab Labusel Jangan Bagaikan Kacang Lupa Pada Kulitnya

loading…


LABUSEL,TIRAIPESISIR.COM-
Ada yang tak wajar di hari jadi Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang ke- 10, ketidak wajaran tersebut lantaran salah satu konseptor logo Kabupaten Labusel kini seakan-akan dilupakan saja oleh Pemkab Labusel.

Pasalnya, logo Kabupaten Labusel yang sekarang ini yang telah atau sedang dipakai pada uniform alias seragam kepegawaian pemerintahan tersebut, sang konseptornya sudah 8 Tahun tidak di undang pada acara peringatan di Hari Jadi Kabupaten Labusel tersebut.

Adalah si sang konseptor Ridwan Marpaung mengatakan, bahwa dirinya sudah 8 kali tidak pernah di undang pada acara HUT Kabupaten Labusel.
“Untuk yang ke- 8 kalinya di hari jadinya Pemkab Labusel, saya tidak pernah di undang pada acara itu, mungkinkah saya sudah dilupakan atau terlupakan,” ucap Ridwan. Rabu, (25/7) di Kotapinang.

Baca Juga :  Peringati Harkitnas,Dandim 0209/LB Ajak Masyarakat Bersatu

“Kalau ditanya siapa para konseptor logo dan lambang Kabupaten Labuhanbatu Selatan?, mungkin kita cuman saling pandang-pandangan saja,” ujarnya.

“Pada hari Sabtu, (21/7) yang lalu, Pemkab Labusel mengadakan acara besar, yakni peringatan hari jadinya Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang ke-10, dengan sangat meriah luar biasa dan berbagai undangan berdatangan.
Namun wajarkah bila konseptor atau pencetus logo, lambang Kabupaten Labusel tidak diundang alias tidak di ingat,” jelas Ridwan.

Ridwan menerangkan, bahwa, pada 10 Tahun yang lalu, Mantan Bupati Kab. Labusel Sabrina yang sekarang sedang menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Sumut pernah mengimformasikan kepada seluruh masyarakat Kab. Labusel dalam surat edarannya No. 130/009/sekr/2009 Tanggal 20/1/2009 perihal rancangan lambang dan semboyan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Baca Juga :  Dua Pasar di Labuhanbatu Akan Direhab.

Ridwan mengingatkan, jika salah satu penyaji lambang dan logo Kab. Labusel yang logonya terpilih dalam seminar logo dan semboyan Kabupten Labuhanbatu Selatan pada Hari Kamis, Tanggal 10/12/2009 silam.

Dalam keterangannya ke TIRAIPESISIR.COM, Ridwan dalam pepatahnya beliau mengatakan, bahwa hal tersebut sangat sungguh luar biasa.
“Lembu yang punya susu, sapi yang punya nama,” kata Ridwan.

“Artinya, logo sudah dilaunching pada Tahun 2011, hingga sekarang digunakan di setiap di instansi di Labusel, namun saya sendiri sang konseptor menjadi terlupakan, sungguh terlalu,” kesalnya.

Baca Juga :  Yayasan Universitas Labuhanbatu adakan kuliah umum yang di hadiri oleh tokoh pendidikan sumatra utara Sihar PH.Sitorus.

“Sampai kapan Pemkab Labusel bertahan untuk melupakan sejarah ini. saya mohon kepada oknum-oknum yang lagi memakai logo Labusel buatan saya, ingatlah siapa sang pencetusnya. Jangan sampai ada istilah, bagaikan kacang lupa pada kulitnya,” ucap Ridwan.

“Di hari jadi Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang dirayakanlah pada setiap tahunnya, namun janganlah sampai melupakan pelaku sejarah,” tandasnya. (Misro)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses