Sitename

Description your site...

Oktober 28, 2020

PT.NSP Diduga Kerjakan Security Layaknya Kerja Rodi

PT.NSP Diduga Kerjakan Security Layaknya Kerja Rodi

loading…


30 Jun 2017

Sumber Berita : Selatpanjangpos.com

SELATPANJANG – PT Nasional Sago Prima (NSP) yang bergerak dibidang pengolahan dan pembibitan sagu diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Riau diduga telah pekerjakan Security (Satpam) layaknya kerja Rodi.

Sejak setahun belakangan ini (2016,red) sejumlah security PT NSP mengeluh karena selain gaji tidak dibayar sepenuhnya. Perusahaan tersebut juga mempekerjakan Security melebihi 7 jam/hari dan 40 jam/minggu serta memberikan ancaman kepada para Security agar mengikuti aturan sepihak oleh perusahaan tersebut.”Setahun ini gaji kami sebagai Security tidak dibayar penuh oleh pihak PT NSP tanpa memberi penjelasan yang jelas,kami juga dipekerjakan selama 12 jam/hari namun yang dihitung cuma 7 jam saja,” kata salah seorang security yang tidak mau disebutkan namanya saat dihubungi selatpanjangpos melalui telepon seluler,sabtu (24/06) siang.

Baca Juga :  Wabup Kepulauan Meranti,Drs.H,Said Hasyim : Meranti Peserta KB Terbanyak di Riau

Tidak hanya itu,”Kami sebagai Security dipekerjakan selama 30 hari,yang dihitung atau dibayar hanya 25 hari saja,sedangkan 5 harinya lagi dipekerjakan bakti (tidak dibayar), bahkan pada hari-hari besar atau tanggal merah kita tetap di suruh masuk kerja, jangankan dihitung lembur,tidak masuk kerja pun gaji kita dipotong,” ujarnya.

Sumber menceritakan sebelumnya mereka sudah pernah menanyakan hal tersebut ke pihak perusahaan yang saat itu mengatakan,kalau mau kerja silakan ikut aturan kita,kalau tidak mau jangan bekerja di sini.

Baca Juga :  Gara Gara Obat Nyamuk Rumah Yang Ditempati 3 Kepala Keluarga Hangus Tinggal Debu

Namun karena kondisi Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini sangat minimnya lapangan pekerjaan para satpam tersebut tidak ada pilihan lain.”Dari pada dikeluarkan,mau tidak mau,suka tidak suka dengan terpaksa mengikuti aturan tersebut dan kita tidak tau lagi mau mengadu kemana,” keluh sumber.

Sementara itu,saat dikonfirmasi Setio Budi Humas PT NSP memberikan sanggahan,bahwasanya pihak perusahaan memberi atau membayar gaji sesuai dengan apa yang mereka kerjakan dan ia mengatakan pihaknya tidak pernah memberi gaji karyawan dibawah UMK. “Logika saja tidak mungkin karyawan kita berkerja oper

team tidak kita bayar,Semua lembur,insentif,bonus dan premi juga THR karyawan semua kita bayarkan beriringan dengan gaji,” bebernya.

Baca Juga :  Peringati Hari Juang Kartika 2018, Kodim 0209/LB Ziarah ke Makam Pahlawan dan Donor Darah

Setio Budi itu menjelaskan terkait jumlah Security yang bekerja mulai dari karyawan bulanan dan karyawan harian lepas (KHL) untuk tenaga Security yang sudah berstatus harian tetap dan masih KHL ada ketentuannya,”Kalau karyawan kita KHL itu dipekerjakan 7 jam apa bila lebih dari itu dihitung Operteam atau lembur dan itu harus dibayar, jika itu benar, masa mereka mau dipekerjakan 12 jam yang dihitung hanya 7 jam. Apa mereka mau terus berkerja,tentu mereka protes,” kilah Budi. (Syahrizal)

 

 

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses