Sitename

Description your site...

Oktober 20, 2020

Proyek Readymix Dinas PU Propinsi Riau 2016 di Dumai Tidak Berkualitas,Pengerjaan PT.Lutvindo Wijaya Perkasa (KSO) Disinyalir Asal Jadi,Tanpa Pengawasan Konsultan

Proyek Readymix Dinas PU Propinsi Riau 2016 di Dumai Tidak Berkualitas,Pengerjaan PT.Lutvindo Wijaya Perkasa (KSO) Disinyalir Asal Jadi,Tanpa Pengawasan Konsultan

loading…


Dumai,TiraiPesisir.Com – Pelaksanaan paket proyek readymix peningkatan jalan kota dumai lubuk gaung-sinaboy APBD Provinsi Riau tahun anggran 2016 kelihatannya dikerjakan asal jadi,dan tidak ada mutu serta kualitas. Betapa tidak,baru saja pada tahapan pengerjaan penghamparan awal,readymixnya sudah kelihatan sudah banyak yang keropos dan retak-retak,bahkan keretakan tersebut sampai kepada lapisan pondasi bawah. Diduga kualitas mutu beton yang dihamparkan tidak sesuai RAB,dan konstruksi pada lapisan pondasi bawah tidak padat,sehingga dikhawatirkan kondisinya tidak akan dapat bertahan lama sesuai perencanaan,karena baru saja pada tahap awal pelaksanaan kondisi pembetonan sudah retak-retak,dan hal itu sudah dapat dijadikan contoh bahwa pelaksanaan yang dikerjakan oleh PT.LUTVINDO WIJAYA PERKASA (KSO) tidak berkualitas. Selain itu,pihak PT.ARCENDE sebagai konsultan pengawas juga kelihatan tidak ada di lokasi pengerjaan. Anehnya,ketika tim investigasi TiraiPesisir.Com sampai ke lokasi pekerjaan,Selasa (01/11/2016,Red) semua pengurus lapangan dari PT.Lutvindi Wijaya Perkasa tidak ada,dan bahkan ada yang kabur lari masuk ke dalam kebun sawit. Tentunya hal itu menjadi pertanyaan dan penilaian negatif bagi rombongan tim sosial kontrol Portal Media Online TiraiPesisir.Com dan Koordinator Wilayah (Korwil) Riau Lembaga IPSPK3-RI (Lembaga Independent Pembawa Suara Pembarantas Korupsi,Kolusi,Kriminal Ekonomi-Republik Indonesia),kenapa manajemen dari kontraktornya lari ketika tim sosial kontrol datang. Sehingga dapat dipastikan bahwa,dalam pelaksanaan proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau itu sudah ada yang tidak beres,dan yang pasti bahwa konsultan pengawasnya tidak pernah ada di lokasi pekerjaan,oleh karenanyalah proyek tersebut dikerjakan asal jadi,karena pihak kontraktor dan konsultan sudah berkolusi dalam pelaksanaan proyek tersebut dan bebas dari pengawas konsultan.

Baca Juga :  3 Tahanan Titipan Kajari Kabur,Rutan Selatpanjang : Kapasitas Dan Petugas Penjaga Kita Kurang Memadai

Pantauan TiraiPesisir.Com dilapangan,proyek Peningkatan Jalan Kota Dumai Lubuk Gaung-Sinaboy melalui Dinas PU Provinsi Riau itu sebagai kontraktornya adalah PT.ANAK NEGERI SUKSES,dan KSO PT.LUTVINDO WIJAYA PERKASA dengan nilai kontrak Rp 10.359.025.000. Sebagai konsultan pengawas PT.ARCENDE,dengan jangka waktu lama pekerjaan 180 kalender.

Untuk diketahui,sebelumnya pada tanggal 25 Oktober 2016 lalu tim investigasi media online TraiPesisir. Com ketika melakukan pemantauan terhadap proyek Dinas PU Provinsi Riau itu menemukan kondisi readymix yang sudah dihampar mengalami keretakan,dan keretan itu terlihat sampai  pada lapisan pondasi bawah,serta memberitahukannya kepada saudara Rony dari pihak PT.Lutvindo,dan saudara Rony berjanji memperbaikinya dengan melakukan brosthing sebagai solusi langkah pencegahan terhadap keretakan yang lebih parah. Namun anehnya,ketika tim media sosial kontrol TiraiPesisir.Com turun lagi ke lokasi melihat kondisi bembetonan jalan tersebut ternyata tidak jadi di brosthing,dan hanya di acian semen cair dan aspal. “Readymix yang retak itu rencana sebelumnya mau di brosthing,tapi kenapa tidak jadi sayapun tidak tau,dan ini semua yang ngatur adalah pak Rony,”ujar Cimeng salah seorang pengurus lapangan dari PT.Lutvindo yang ditemui TiraiPesisir.Com,Selasa (01/11/2016) di lokasi pekerjaan readymix tersebut.

Baca Juga :  Proyek Multiyears Dirupat Akan Dijanjukan 2018 Mendatang

Menurut Cimeng,untuk mengatasi keretakan itu harus di brosthing dan tidak bisa di acian semen saja, karena kondisinya sudah retak sampai ke bawah. “Readymix yang retak itu harus di brosthing alias di injek,tapi pak Rony memerintahkan cukup hanya di acian semen dan lapis aspal saja,dan tidak perlu di brosthing,”papar Cimeng menjelaskan.

Rony,dari pihak PT.Lutvindo Wijaya Perkasa (KSO) selaku kontraktor yang coba dikonfirmasi,Minggu (30/10/2016) melalui telepon selulernya dengan nomor kontak 0812.7753….terkait keretakan pada hamparan readymix tersebut kenapa tidak dilakukan brosthing,dia menjawab kami masih ada masa jangka waktu perawatan. “Masih ada jangka waktu perwatan pak,hal itu tidak masalah,”katanya sembari menutup telepon selulernya.

Menyikapi masalah tersebut,Ir.Ganda Mora,M.Si,Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga IPSPK3-RI kepada TiraiPesisir.Com mengatakan bahwa,terjadinya keretakan pada hamparan readymix di awal pelaksanaan pengerjaan itu sudah dapat dijadikan sample dan barometer bahwa mutu dan kualitas mutu beton readymix proyek tersebut sudah tidak sesuai RAB,dan konstruksi bawahnya tidak padat,dan itu harus segera di bongkar dan dilakukan pengerjaan ulang,”katanya menegaskan.

Baca Juga :  Perayaan Karnaval Anak Anak Ke-IV Tingkat Kecamatan Rangsang Pesisir Digelar

Menurut Ganda,keretakan itu terjadi dapat dipastikan karena beberapa hal yakni mutu beton yang tidak sesuai. Selain itu,pada konstruksi lapisan pondasi bahwa tidak padat,dan jangka waktu pengeringan yang tidak maksimal. “Dalam pelaksanaan proyek Dinas PU Provinsi Riau ini saya lihat kontraktor dan konsultan pengawasnya tidak punya itikad baik,apalagi konsultan pengawasanya tidak pernah ada di lokasi kerja,dan ini suatu prilaku sikap buruk yang diperlihatkan oleh konsultannya. Bagaimana pekerjaan proyek itu bisa bagus kalau konsultannya berkolusi dengan pemborongnya,”papar Ganda Mora sembari meminta kepada Polda Riau,dan Kejati Riau segera memeriksa,Kontraktor,Konsultan Pengawaas,PPK dan PPTK proyek tersebut,dan KPA Dinas PU Provinsi Riau agar segera memerintahkan kepada kontraktornya untuk melakukan pembongkaran dan menghampar ulang sesuai dokumen RAB paket proyek tersebut.(Tim Redaksi)

Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi/Pengjab : Zainuddin,Hs,S.Ag,SH         

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses