Sitename

Description your site...

Oktober 31, 2020

Perubahan APBD Tanjungpinang Tahun Anggaran 2020 Disahkan Rp 104 Triliun

Perubahan APBD Tanjungpinang Tahun Anggaran 2020 Disahkan Rp 104 Triliun

loading…


TANJUNGPINANG,TIRAIPESISIR.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar rapat paripurna terbuka dengan agenda penandatanganan dan persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2020 di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Tanjungpinang, Senggarang, Selasa (13/10/2020).

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Hj. Yuniarni Pustoko Weni SH, didampingi oleh Wakil Ketua II, Hendra Jaya S.IP dan turut hadir 21 Anggota DPRD Kota Tanjungpinang serta dihadiri, Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma S.IP, Sekertaris Daerah Kota Tanjungpinang Drs. Teguh Ahmad Syafari M.Si, Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat/Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma S.IP dalam pidatonya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota DPRD atas dukungan penuh dalam memajukan Kota Tanjungpinang.

Dalam kesempatan itu juga Walikota Tanjungpinang menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2020. Adapun hasil akhir jumlah pendapatan daerah setelah disempurnakan adalah sebesar Rp981,24 miliar atau menurun Rp21,52 miliar atau turun 2,15% dibandingkan dengan APBD Murni Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp1,002 triliun.

Baca Juga :  Maksimalkan Anggaran untuk Masyarakat,Gubernur Kepri Serahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019

Rahma juga menambahkan, sumber penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah juga mengalami penurunan dari sebelumnya Rp150,42 miliar, sekarang menjadi Rp121,95 miliar penurunan tersebut berkisar Rp28,46 miliar atau 18,92%.

lanjut Rahma memaparkan, Dana Perimbangan dari yang semula sebesar Rp778,81 miliar menurun menjadi Rp751,39 miliar atau turun sebesar Rp27,41 miliar atau 3,52%.
Serta lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah, dari sebelumnya Rp73,53 miliar menjadi Rp107,89 miliar atau naik sebesar Rp34,35 miliar atau 46,72%.

pelaksanaan penyusunan rancangan peraturan daerah pada tahun ini cukup alot dan spesifik agar prioritas program kegiatan tepat sasaran terutama dalam situasi Covid-19 sehingga melebihi batas waktu yang ditentukan sebagaimana yang diatur dalam Permendagri 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2020.

Baca Juga :  Polsek Bukit Bestari Bersama TNI dan Satpol PP Lakukan Himbauan ke Masyarakat

Berikut untuk rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 dapat disempurnakan dan disepakati yang semula sebesar Rp1,050 triliun di APBD Tahun Anggaran 2020 menjadi Rp1,045 triliun untuk perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 dengan pengurangan belanja sebesar Rp5,23 miliar atau turun 0,50%.

Belanja daerah terbagi terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung untuk belanja langsung yang semula Rp607,08 miliar menjadi Rp53 4,59 miliar atau turun 11,94%, sementara belanja tidak langsung ditetapkan sebesar Rp511,14 miliar yang semula Rp44 3,88 miliar atau naik 15,5%.

Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai Rp 428,06 miliar, belanja hibah Rp8,81 miliar, belanja bantuan sosial Rp200 juta dan belanja tidak terduga menjadi Rp74,06 miliar.

Pembiayaan daerah merupakan transaksi keuangan daerah untuk menutup dan memanfaatkan selisih antara pendapatan daerah dan belanja daerah anggaran penerimaan pembiayaan daerah sebelum perubahan sebesar Rp48,2 miliar setelah ditetapkan tetap menjadi Rp64,49 miliar selisih Rp16,29 miliar atau 33,81% dari APBD Murni Tahun Anggaran 2020.

Baca Juga :  Gubernur Kepri,H.Nurdin Basirun Pimpin Rapat OPD : Kuatkan Komitmen,Kerja Sesuai Aturan

“Kami sangat menyadari bahwa dalam proses penyusunan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya, kita dihadapkan kepada cobaan yang cukup berat yaitu pandemi Covid-19, sehingga dalam penyerapan anggaran belanja sebagian besar berkonsentrasi pada kebutuhan sarana dan prasarana di bidang kesehatan sosial, pemulihan ekonomi masyarakat dan pengamanan,” ucapnya.

Disisi lain masih terdapat kebutuhan yang harus dipenuhi dari aspek penelitian dan perencanaan infrastruktur agama pendidikan dan di bidang lain yang dianggap perlu, namun tetap berusaha dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Tanjungpinang atas semangat dan kerja keras tim TAP.(Herman)

Editor : Agus Salim Hs

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses