Sitename

Description your site...

Oktober 29, 2020

Pengamat Minta Dinkes Tangsel Diberi Sanksi Soal Rumah Sakit Turun Kelas

Pengamat Minta Dinkes Tangsel Diberi Sanksi Soal Rumah Sakit Turun Kelas
Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com

loading…


TANGERANG,TIRAIPESISIR.COM-Pengamat Minta Dinkes Tangerang Selatan (Tangsel) diberi sanksi soal Rumah Sakit Turun Kelas Radar Nonstop. Pengamat kebijakan publik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul kembali meminta pihak terkait untuk memberikan tindakan tegas soal turunnya kualitas pelayanan Rumah Sakit di Kota Tangsel. Hal itu menyusul adanya rekomendasi Kemenkes terkait perihal adanya penurunan kelas rumah sakit di Tangsel.

Dosen Fisip tersebut berharap, pihak berwenang untuk memberikan sanksi kepada Dinkes Tangsel. Selain itu, Ombudsman diharapkan, segera turun tangan guna mengambil tindakan sesuai wewenangnya.

Baca Juga :  LURAH LARANGAN UTARA,IWAN BAMBANG SUBEKTI,HIMBAU SISWA SISWI SMA 12 KOTA TANGERANG,TIDAK IKUT IKUTAN DEMO

“Sesuai undang-undang nomor 25/2009, itu kan mengukur tingkat efektifitas pelayanan pemerintah kepada publik. Itu jelas, jadi Ombudsman harus merekomendasikan kepada pihak berwenang untuk memberikan sanksi kepada Dinkes Tangsel,” jelas Adib Miftahul, Selasa (23/7/2019) kemarin.

Menanggapi hal itu, Ketua Ombudsman Provinsi Banten, Bambang P Sumo menyampaikan, penurunan kualitas tingkat rumah sakit di Tangsel dimungkinkan disebabkan tidak lengkapnya penginputan dalam sistem informasi manajemen rumah sakit.

“Kemungkinan ini disebabkan tidak lengkapnya penginputan dalam sistem informasi manajemen rumah sakit yang diminta mengisi dalam aplikasi, sedangkan verifikasinya dilakukan Dinkes,” terang Bambang.

Baca Juga :  Polresta Bandara Soetta Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Shabu

Menurut Ombudsman, Dinkes Tangsel tengah diberi waktu sanggah oleh Kemenkes selama 28 hari untuk memberikan penjelasan.

“Mereka diberi waktu sanggah oleh Kemenkes selama 28 hari. Nanti kita lihat penurunan tersebut karena tidak lengkapnya penginputan atau ada penurunan pelayanan, misal banyak alkes yang rusak dan tidak dikalibrasi atau dokter spesialis yang berkurang karena keluar,” jelas Bambang lagi.

Kendati begitu, Ombudsman akan menunggu hasil terakhir setelah masa sanggah dari Kemenkes. Namun demikian Dinkes untuk proaktif melakukan pembinaan dan pengawasan karena rekomendasi RS terkait perijinan dikeluarkan oleh Dinkes Tangsel.

Baca Juga :  PDIP Kota Tangerang : Gerakan Koperasi sebagai Wujud Demokrasi Ekonomi Pancasila

Berdasarkan informasi yang diperoleh tiraipesisir.com dari Ombudsman Banten menyampaikan, terdapat 21 rumah sakit di Banten yang direkomendasikan Kemenkes untuk turun tipe. Salah satunya di Tangsel yang dialami oleh tiga rumah sakit. (D.Wahyudi/A07/09)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses