Sitename

Description your site...

Oktober 23, 2020

Para Pedagang Mengeluh,Dewan Anggap Keteledoran Rekan Sangat Jelas

Para Pedagang Mengeluh,Dewan Anggap Keteledoran Rekan Sangat Jelas

loading…


Meranti,TiraiPesisir.com – Telah melakukan perusakan fasilitas umum,Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti menilai selain tidak koordinasi secara resmi dengan dinas terkait,pihak Kontraktor pelaksana dari PT Cipta Krida Bahari juga tidak mengkaji kualitas jalan yang akan dilewati.

“Seharusnya sebelum bergerak,pihak pelaksana harus koordinasi kepada Dinas PU dulu,dimana jalan yang memiliki kualitas yang kuat untuk bisa menahan mobil Crane dengan berat lebih kurang 40 ton ini,lalu diringi Dinas Perhubungan dan pihak Kepolisian untuk mengkawal. Tidak semberono main lewat seperti ini,” kata Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti Darwin Susandi dalam monitor,dilokasi amblasnya mobil proyek PLN jalan diponegoro,Selatpanjang. Selasa (14/11/17) siang.

Baca Juga :  Pemkab Meranti Kabupaten Pertama di Riau serahkan LKPD TA 2018 Ke BPK RI

Menurutnya,demi kelancaran pekerjaannya,pihak pendor terlihat tidak memikirkan keselamatan masyarakat yang padat melewati jalan raya diwaktu siang-sore hari.

“Ini untung saja tidak pas ditengah simpang kartini amblas dan tidak memakan korban jiwa,seandainya ada korban jiwakan lebih parah lagi,bisa bisa semua pihak terlibat hukum,” tegas Darwin didampingi Anggota DPRD Komisi II lainnya.

Dikatakan Darwin,meskipun belum mendapat izin olah gerak dari pemerintah setempat, mobil Crane PT CKB, untuk kegiatan mobilisasi Generator Set yang dilakukan oleh PT Cipta Krida Bahari yang mengakut logistik PT Trakindo Utama dalam rangka pemenuhan proyek PLN untuk kepentingan pasokan listrik nekat beraktivitas disiang hari sehingga terperosok dijalan Diponegoro, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca Juga :  Syamsuar-Edi Resmi dilantik, Asisten II Setdakab Meranti : Masyarakat Meranti turut Berbahagia Karena Gubernur Riau Pejabat Pertama Meranti

Ditegaskannya lagi,meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,akibat lemahnya koordinasi kontraktor maupun Konsultan perusahaan dengan pemerintah daerah mengakibatkan mobil Crane dengan daya angkut maksimal 40 ton, sehingga merusak pasilitas umum, yang merugikan negara serta masyarakat setempat

“Akibat kelalayan ini ampai belum bisa mengetahui berapa jumlah kerugiannya, karena untuk menghitung kerugian itu dinas pekerjaan umum,nanti kita akan koordinasi sama mereka,” tegasnya.***

Sementara, beberapa para pedagang keluhkan,atas insiden tersebut selama 6 hari jalan yang biasa mereka lalui menuju ke Pasar jadi terhambat.

Baca Juga :  Guna Tingkatkan Kedisiplinan Dan Nasionalisme, Kwarcab Meranti Adakan Lomba PBB

“Terkadang sampai 4 hari lupa ada mobil crane nyangkut dan terpaksa harus mutar-mutar lagi kebelakang,” keluh para pedagang ini.***

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses