Sitename

Description your site...

Oktober 29, 2020

Oknum Wartawan Peras Pengusaha di Rupat Bengkalis

Oknum Wartawan Peras Pengusaha di Rupat Bengkalis

loading…


Rupat,Tirai Pesisir.Com – Diera Reformasi dan Transparansi ini,wartawan dituntut hendaklah profesional dalam melaksanakan tugas liputan dan jurnalistiknya,baik di daerah maupun dipusat. Ironisnya,ada oknum yang mengaku dirinya sebagai wartawan,ketika dalam menjalankan tugasnya tidak profesional,dan tidak memiliki kompetensi wartawan,bahkan membaca saja tidak sempurna alias tidak bisa apalagi komputerisasi. Selain itu,ada pula dari mantan pareman dan ada juga yang dari penariki becak. Namun bagi kita itu sah-sah saja,selagi yang mengaku wartawan itu tidak ada melakukan intimidasi dan pemaksaan serta pemerasan terhadap pengusaha. Demikian halnya yang terjadi di  Pulau Rupat Bengkalis,oknum tersebut mengaku wartawan dari media pusat yang bertugas di Pulau Rupat Bengkalis,tetapi aktifitas sehari-hari melakukan pemerasan kepada pengusaha,yang akhir-akhir ini sudah diambang batas yang meresahkan bagi pengusaha yang ada di pulau rupat. Untuk itu kepada pihak aparat penegak hukum yang membaca berita di Portal Media Online TiraiPesisir.Com ini diminta segera mengambil tindakan tegas kepada oknum yang mengaku wartawan dari media pusat yang ditugaskan di Pulau Rupat Bengkalis.

Pantauan keredaksian TiraiPesisir.Com di lapangan,sifat oknum wartawan itu sangat usil dan mencampuri kewenangan pimpinan manajemen media lain,seperti halnya ada pengusaha memiliki Kartu Pers dari Wartawan Media Terbitan Riau,oknum itu seakan-akan merasa keberatan dan intervensi atas hal tersebut. Hal itu tidak salah dan tidak bertentangan dengan Undang Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik,sebab media adalah perusahaan pers dan pengusaha harus ada yang berkiprah di media itu guna untuk eksisnya penerbitan di salah satu media itu,baik media cetak,portal media online maupun elektronik,sehingga dengan kebersamaan pengusaha di salah satu media yang ada di Riau ini akan menjamin pelayanan informasi dan komunikasi kepada publik khususnya di Riau akan lebih baik. Diharapkan ke depan lebih banyak lagi pengusaha-pengusaha di Riau yang turut berkiprah di media dan menjadi wartawan guna untuk memajukan sarana informasi yang merupakan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk informasi yang tepat,benar dan objektif.

Baca Juga :  Perbedaan SPBU Pertamina Dengan Swasta

Menyikapi hal tersebut,Agus Wahyudi,SH Pemimpin Redaksi Koran Kasus,dan Ketua Umum Yayasan Penamas Perss Dumai Riau Itu mengatakan,bila ada pengusaha memiliki Kartu Pers dan menjadi Wartawan di salah satu media yang ada di Riau,itu sah-sah saja,karena mereka sebelum jadi pengusaha sudah menyandang  profesi sebagai penulis dan wartawan. Lagi pula mereka yang bergabung di Media Koran Kasus sudah melalui uji kompetensi,artinya tidak diragukan lagi kredibilitasnya, untuk menjadi wartawan. “Seperti apa yang diberitakan wartawan di media lokal Nuansa Post,Walet yang bertugas di Rupat ceritanya banyak bohong. Artinya,pengusaha di rupat tidak bisa diperas karena sejumlah pengusaha yang ada sudah menjadi wartawan Koran Kasus,dan hal itu membuat dia sakit hati,”papar Agus Wahyudi yang juga Wapemred Portal Media Online TiraiPesisir.Com

Baca Juga :  Rumah Dibobol Pencuri,Tommy : Bhabinkamtibmas Harus Patroli Sampai Kekawasan Terpencil

Saya berharap kepada teman-teman Pemred Media  Massa dimana saja berada,maupun media online yang ada di negara Republik Indonesia ini,hendaknya kalau mengangkat wartawan yang bertugas didaerah hendaknya betul-betul punya moral,etika,sopan santun serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. “Jangan orang tidak ada pendidikan dibuat jadi wartawan,bahkan ada yang membaca saja tergopo-gopo malah diangkat menjadi wartawan,hal ini bisa merusak citra wartawan yang benar-benar melaksanakan tugas,” imbuh agus wahyudi sembari mengatakan kalau ada pihak-pihak yang dirugikan oleh perbuatan wartawan media koran kasus khususnya di Pulau Rupat silahkan saja menghubungi Pemred Koran Kasus ke nomor kontak  0812.7622133.

Terkait sikap oknum wartawan,Agus Wahyudi sedikit berang. Pasalnya,oknum wartawan pemeras itu membilang bahwa kartu pers dikeluarkan oleh Pemred Koran Kasus tidak ada alamat serta nomor HP. “Oknum wartawan itu adalah goblok,wartawan yang tidak punya moral,wartawan yang tidak mempunyai skil. “Soalnya,ia coba-coba melakukan pemerasan terhadap pengusaha yang juga wartawan Media Koran Kasus. Profesi Wartawan tidak ada hubungannya dengan pengusaha,kalau wartawan bertugas mencari informasi setelah mendapat informasi harus dikonfirmasikan. Tujuannya,agar berita berimbang masuk ke meja redaksi. Sedangkan pengusaha adalah suatu perseroan terbatas (PT) maupun CV (Convair). Intinya,perusahaan yang ada di rupat misinya banyak membantu masyarakat. Di Rupat Lapangan Pekerjaan sangat sulit,dengan adanya pengusaha lokal maka terbantulah masyarakat tempatan yang bekerja,bagaimana pula dia mengaku sebagai wartawan,tetapi kerjanya mencoba mengemob-ngemob serta memeras pengusaha termasuk wartawan koran kasus,bahkan selalu minta duit secara paksa,kalau tidak dikasi akan diberitakan,ancam oleh oknum mengaku wartawan itu,”jelas Agus Wahyudi dan menyarankan kepada rekan-rekan Pemred, agar jangan mudah dipengaruhi oleh wartawan kita yang bertugas di daerah,dan kita jangan mudah di bodoh-bodohi oleh wartawan kita,karena wartawan itu kita yang menugaskan dengan dibekali surat tugas kartu pers,”tandas Agus Wahyudi (Tim Redaksi)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses