Sitename

Description your site...

Juli 13, 2020

Oknum Camat Di Meranti Pungut Dana CD Bantuan PT SRL

Oknum Camat Di Meranti Pungut Dana CD Bantuan PT SRL

Oknum Camat Di Meranti Pungut Dana CD Bantuan PT SRL

Senin, 31 Juli 2017

Liputan : Tommy & Dhamean

MERANTI,TiraiPesisir.Com – Bantuan kompensasi dalam bentuk program Community Development (CD) yang disalurkan oleh PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) pada tahun 2016 lalu dibeberapa desa diwilayah Kecamatan Rangsang Pesisir menjadi sorotan publik. Pasalnya, bantuan program perusahaan untuk pemerdayaan masyarakat tersebut secara terang terangan dibagikan ke oknum Kecamatan.

Kabarnya, PT Sumatera Riang Lestari (SRL) menyediakan dana Community Development (CD), sebesar 1 miliar pertahun kepada 17 desa di dua kecamatan, yakni 13 desa Kecamatan Rangsang dan 4 desa Kecamatan Rangsang Pesisir,masing-masing desa mendapatkan Rp.50 juta rupiah.

Namun bantuan tersebut dari  4 desa kecamatan rangsang pesisir yaitu Desa Bungur,Tanjung Kedabu, Sokop dan Telesung, tidak sepenuhnya tersalurkan, karena diduga adanya oknum Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti yang mencari keuntungan dari bantuan tersebut.

Menanggapi itu, Ketua Koordinator Wilayah (korwil) Provinsi Riau Lembaga IPSPK3-RI Zainuddin Hs S.At menjelaskan bahwa,sesuai dengan pengakuan ketua penerima bantuan CD sekaligus Kepala Desa Bungur M.Ali dengan 4 permohonan proposal yang diajukan kepihak perusahaan bantuan CD sebesar Rp.200 Juta rupiah dan masing masing desa mendapat 50 juta rupiah.

Baca Juga :  SMP N 1 Selatpanjang Rutin Gelar Persami

Setelah keluar bantuan CD dibagi lima dengan oknum pejabat kecamatan, pembagian tersebut atas kebijakan kepala desa melalui musyawarah,setiap desa diminta Rp 10 juta rupiah sebanyak 4 desa dengan total 40 juta rupiah untuk diberi kepada oknum Kecamatan.

“Apapun alasannya oknum pejabat pemerintah kecamatan tersebut tidak berhak menerima atau mengambil pungutan dari bantuan program Community Development (CD) dari perusahaan untuk masyarakat, jelas ini pungli,” terangnya.

Tambahnya,Bupati Meranti Drs.H.Irwan jelas menegaskan dalam sambutan acara serah terima program tanaman kehidupan antara pihak PT.NSP dengan masyarakat Kecamatan Tebing Tinggi Timur di ruang rapat kantor DPRD Kabupaten Meranti beberapa waktu lalu bahwa Pemerintah kecamatan sebagai perpanjangan tangan dan pemerintah kabupaten tidak berhak menerima bantuan program perusahaan untuk masyarakat.”Kecuali pihak kecamatan mengaju langsung permohonan keperusahaan, untuk itu saya sebagai fungsi kontrol akan melapor langsung adanya pungutan  pungli dana CD tahun 2016 beberapa desa dikecamatan Ransang persisir,” tegas Zainuddin.

Baca Juga :  Seekor Buaya Ditemukan Mati di Perairan Mekong

Dihari yang berbeda Kades Bungur M. Ali Saat dikonfirmasi membenarkan bahwa oknum Kecamatan Rangsang Pesisir telah menerima bantuan CD oleh PT SRL Rp 40 juta rupiah

“Kami mengambil inisiatif bahwa kecamatan butuh uang juga, supaya tidak ada konflik antara desa kita lakukan diskusi terbuka. Kami 4 Desa masing masing membuat permohonan sesuai program desa dan Kami menilai kecamatan Rangsang juga dapat dan kami mengira tidak mungkin kecamatan rangsang pesisir tidak dapat. Kalau itu tidak boleh berarti tahun depan kami tidak mengajukan lagi,” kata M.Ali saat dihubungi melalui telepon selulernya senin (31/07) pagi.

M. Ali mengarahkan untuk konfirmasi langsung kepada Camat agar pihak kecamatan mengetahui dan tidak menerima bantuan CD lagi ditahun depan.

Baca Juga :  Kades Sekabupaten Meranti Berbondong Bondong Padati Gedung Orange Kantor Bupati

“Nanti Kecamatan tidak boleh menerima lagi hanya desa saja. Pihak kecamatan cukup mengetahui saja,” ucap Kades Bungur itu.

Lanjutnya,”Tak perlu dimediakan,cukup konfirmasi saja dengan pak camat. Kalau nanti terbit buruk nama pak camat, pokoknya hubungi saja dia,kalau kami tidak masalah mau dimediakan,” ucapnya lagi.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Camat Rangsang Pesisir H Idris Sudin S.Pdi mengatakan bahwa aliran dana CD bantuan PT RSL di pergunakan untuk pembangunan yang telah disepakati bersama perusahaan.

“Tahun depan saya tidak mau minta lagi,kalau ujung ujungnya jadi masalah. Berdasarkan kesepakatan bersama 200 juta dibagi untuk 4 desa 1 kecamatan makanya menjadi 40 juta rupiah,” katanya.

Kemudian H Idris Surin menkelah menyalahkan Kecamatan Rangsang bahwa kenapa Kecamatan Rangsang yang setiap tahunnya menerima tidak dipertanyakan.

“Tanjuk samak itu kenapa tidak dipertanyakan yang setiap tahun camat menerima, kenapa saya pulak diinterpensi. Saya tau ini hak Desa,tetapi kita mengajukan kesepakatan dengan PT RSL,” jelasnya.***

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses