Sitename

Description your site...

April 2, 2020

Menristekdikti,Mohamad Nasir Serahkan SK Pendidikan Kedokteran UNTIRTA

Menristekdikti,Mohamad Nasir Serahkan SK Pendidikan Kedokteran UNTIRTA
Menristekdikti,Prof.H.Mohamad Nasir,Ak,Ph.D. Foto : horlas/tiraipesisir.com
Posted by:

SERANG,TIRAIPESISIR.COM-Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi,Prof.H.Mohamad Nasir,Ak,Ph.D,menyerahkan secara langsung Surat Keputusan Izin Pembukaan Program studi/Fakultas Kedokteran kepada Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,Sholeh Hidayat,Senen (13/5).

Mohamad Nasir mengatakan,pendirian prodi/fakultas kedokteran harus mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah daerah setempat. Ia menyebutkan,Provinsi Banten memang sangat membutuhan program pendidikan kedokteran karena di provinsi ini tingkat kesehatan masih sangat rendah,padahal jarak Banten dekat dengan ibu kota Jakarta.

“Mudah-mudahan dengan adanya prodi kedokteran ini akan bisa membantu peningkatan kesehatan di Banten. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Banten yang sudah memberikan dukungannya,”tutur Nasir.

Baca Juga :  Bupati Samosir : Guru Adalah Unsur Utama Dalam Pembangunan

Pengusulan program studi kedokteran di Untirta sendiri telah melewati berbagai proses yang dimulai sejak 2015. Pelaksanaan pembelajaran akan diampu oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Pada tahun 2019 ini akan ada 50 orang mahasiswa kedokteran pertama yang akan masuk FK Untirta. 40 orang berasal dari kota dan kabupaten se-Banten dan 10 mahasiswa dari umum.

“Proses seleksi masuk akan dilaksanakan oleh FK UI sebagai pendamping,”imbuh Rektor Untirta,Sholeh Hidayat.

Adapun pemerintah Banten baik pemerintah provinsi maupun kabupaten kota akan memberikan dukungan berupa sekitar Rp 50 Miliar untuk penyelenggaraan pendidikan kedokteran Untirta.

Baca Juga :  Ui Miliki Gedung Riset Sosial Politik Baru,Fokuskan Riset Multidisiplin

Gubernur Banten,Wahidin Halim mengatakan,pihaknya sangat mendukung pendirian prodi/fakultas kedokteran di Banten. Pendidikan kedokteran di provinsi ini sendiri sudah dirintis lama oleh tokoh masyarakat. Pasalnya,Banten memang membutuhkan banyak tenaga kedokteran. Tidak sedikit tenaga medis yang dikirim dari luar Banten.

“Bahkan tiap tahun kami mengangkat sekitar 200 orang tenaga kedokteran. Termasuk dokter spesialis yang sangat sulit didapatkan,”tuturnya.

Menristekdikti,Profesor.H.Mohamad Nasir dalam kuliah umumnya juga turut menyampaikan,bahwa dalam proses pembelajaran universitas akan menghadapi berbagai tantangan revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi akan melahirkan berbagai profesi yang saat ini belum pernah ada. Pemanfaatan big data,artificial intelligence,robotik,jika diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan (pendidikan,kesehatan,transportasi,industri,keuangan,dsb) dapat mendukung layanan dan kenyamanan hidup manusia secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Guna Tingkatkan Kedisiplinan Dan Nasionalisme, Kwarcab Meranti Adakan Lomba PBB

“Termasuk di bidang kesehatan,Big data BPJS contohnya,ini kedepan apakah data-data kesehatan yang begitu banyak (big data) akan diolah untuk menentukan bagaimana menyiapkan riset di bidang farmasi,dokter mana yang harus diperbanyak,kebutuhan dokter spesialis,dan lain sebagainya,”jelasnya.

Turut hadir pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Sumberdaya Iptekdikti, Ali Ghufron,Sesditjen Kelembagaan Iptekdikti,Agus Indarjo,Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik,Nada Marsudi,perwakilan Bupati/Walikota se-Provinsi Banten,para tokoh masyarakat Banten,serta undangan lainnya. (Horlas/A08/08)

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses