Sitename

Description your site...

Oktober 31, 2020

Mendikbud Akan Hapus Ujian Nasional 2017…!!!

Mendikbud Akan Hapus Ujian Nasional 2017…!!!

loading…


Sejumlah murid SDN 04 Jakarta, bersiap mengikuti Ujian Nasional (UN), Senin (18/5/2015). Sebanyak 153.266 peserta didik SD/MI dan sederajat di Jakarta mengikuti UN yang digelar 18-20 Mei. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jakarta,TiraiPesisir.Com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menangguhkan Ujian Nasional (UN) pada 2017. “Sudah tuntas kajiannya dan kami rencana (UN) dimoratorium. Sudah diajukan ke Presiden dan menunggu persetujuan Presiden,” kata Muhadjir ketika ditemui di kantor Kemendikbud, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (25/11/2016).

Baca Juga :  Kabar Gembira Johansyah Safri Kabag Humas Setda Bengkalsi :HARGA KARET TEMBUS 11.500 RUPIAH PER KILOGRAM

Dia mengatakan alasan moratorium UN adalah karena pada saat ini UN berfungsi untuk pemetaan dan tidak menentukan kelulusan peserta didik.

Kemendikbud ingin mengembalikan evaluasi pembelajaran siswa menjadi hak dan wewenang guru, baik secara pribadi maupun kolektif. “Negara cukup mengawasi dan membuat regulasi supaya standar nasional benar-benar diterapkan di masing-masing sekolah,” kata Muhadjir.

Rencana moratorium tersebut juga menyesuaikan dengan peralihan kewenangan pengelolaan sekolah menjadi milik pemerintah daerah. “Jadi nanti untuk evaluasi nasional itu SMA/SMK diserahkan ke provinsi masing-masing, untuk SD dan SMP diserahkan ke kabupaten atau kota,” ucap Muhadjir.

Baca Juga :  Bukan Milik Perorangan : Lapangan Sepak Bola ‘Sabungan Jae’ Diserahkan Kepada Pengurus Kesebalasan POSS

Muhadjir juga mengatakan pemetaan berdasarkan hasil UN telah menunjukkan ada 30 persen sekolah yang sudah berada di atas standar nasional, sementara sisanya belum memenuhi standar tersebut. “Kalau sudah tahu dengan (pemetaan) melalui UN ternyata sekitar 30 persen saja yang bagus, maka kami harus melakukan pembenahan-pembenahan dulu,” kata dia.

Kemendikbud akan membenahi sekitar 70 persen sekolah agar didongkrak melampaui standar nasional secara bertahap, dimulai dari yang paling di bawah standar. Aspek-aspek yang ditingkatkan dalam pembenahan tersebut antara lain kualitas guru, proses bimbingan dan pembelajaran, revitalisasi sekolah, dan lingkungan.

Baca Juga :  Oknum Mantan Anggota POLRI Diduga Terlibat Kasus Pencurian BBM MT Tabonangen

Muhadjir mengatakan biaya pembenahan sekolah yang masih di bawah standar tersebut menggunakan anggaran yang seharusnya digunakan untuk pelaksanaan ujian nasional. “Orang tua tidak perlu stres (tentang UN). Saya masih mengajukan ke Presiden, karena pertama-tama masih harus ada Instruksi Presiden soal UN,” ucap Muhadjir.(Redaksi)

Sumber : Liputan6.Com

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses