Sitename

Description your site...

September 21, 2020

Lebih dari 2.200 PDP di Indonesia Meninggal Dunia

Lebih dari 2.200 PDP di Indonesia Meninggal Dunia
Foto : Ilustrasi coronavirus
Posted by:

INDONESIA,TIRAIPESISIR.COM-Lebih dari 2.200 orang Indonesia meninggal dengan gejala COVID-19, tetapi mereka tidak dicatat sebagai korban penyakit akibat virus corona, demikian hasil studi yang dilakukan di 16 provinsi.

Tiga pakar medis mengatakan angka tersebut menandakan jumlah korban jiwa di Indonesia akibat virus corona kemungkinan akan jauh lebih banyak daripada angka resmi saat ini, yang telah mencapai lebih dari 770 orang.

Jumlah tes virus corona di Indonesia termasuk yang paling rendah di dunia, karenanya banyak pakar penyakit menular mengatakan sulit untuk mendapat angka penularan yang akurat.

Data dari 16 provinsi menunjukkan ada 2.212 kematian pasien dalam pengawasan (PDP) dengan gejala akut penyakit COVID-19.

Data didapatkan setiap harinya, atau setiap pekan, dari rumah sakit, klinik, dan pejabat yang mengawasi pemakaman.

Kantor berita Reuters kemudian mengolahnya dengan memeriksa situs resmi pemerintahan, berbicara dengan pejabat, dan meninjau laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga :  Jubir Pemerintah Covid-19, Achmad Yurianto Informasikan Perkembangan Covid-19 di Indonesia

Angka kematian sebanyak 2.212 ini adalah tambahan dari angka kematian lebih dari 690 orang yang sudah dinyatakan positif tertular virus corona di 16 provinsi dan secara resmi dicatat sebagai korban meninggal akibat pandemi virus corona.

Anggota tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, tidak membantah temuan Reuters.

Tapi ia menolak mengomentari angka kematian akibat virus corona di kalangan warga dengan status PDP.

Dia mengatakan banyak dari 19.897 orang PDP belum diuji, karena antrean panjang spesimen yang menunggu diproses di laboratorium yang saat ini kekurangan staf.

Beberapa orang telah meninggal sebelum sampel mereka dianalisis, katanya.

“Jika ada ratusan sampai ribuan sampel yang perlu diuji, mana yang akan mereka prioritaskan? Mereka akan memberikan prioritas kepada orang-orang yang masih hidup,” kata Wiku kepada Reuters.

Sementara itu pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan mereka yang meninggal memiliki gejala seperti penyakit COVID-19 dan tak ada penyebab lain kematian.
“Saya yakin sebagian besar kematian PDP disebabkan oleh COVID-19,” ujar Pandu.

Baca Juga :  New Normal, Bos Garuda Usul Penumpang Pesawat Hanya Diwajibkan Rapid Test

ABC Indonesia pernah memuat laporan di balik angka kematian Indonesia saat pandemi virus corona.

Di bulan Maret lalu diketahui jumlah pemakaman di DKI Jakarta naik, seperti yang diakui Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Data statistik Dinas Pertamaman dan Hutan Kota DKI Jakarta yang membawahi pemakaman, mencatat ada 4.400 penguburan terjadi pada bulan Maret 2020.

Dari lebih dari 630 kematian, mereka tidak bisa memastikan jika seluruhnya adalah jenazah pasien yang tertular virus corona.

“Semua jenazah kami makamkan sesuai prosedur untuk COVID-19, yaitu menggunakan kantong dan dimasukkan ke dalam peti,” jelas Suzi Marsitawati, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

“Namun kami tidak berhak menyatakan bahwa jenazah itu positif COVID-19 atau tidak, karena tugas kami hanya memakamkan,” ujarnya awal April lalu.

Baca Juga :  689 Peserta Akan Ikuti SKPP Di Riau, Senin 04 Mei 2020 Dilaunching

Hingga Rabu (29/04), tercatat ada lebih dari 9.500 kasus virus corona di Indonesia, dengan 210 tes yang sudah dilakukan per sejuta orang.

Sementara tes di Vietnam mencapai 10 kali lipat lebih tinggi dan Australia sudah melakukan 100 kali lebih banyak.
“Tingkat infeksi dan kematian yang sebenarnya lebih tinggi daripada data yang dilaporkan secara resmi karena tes kami masih sangat rendah dibandingkan dengan populasi,” kata Dr Iwan Ariawan, pakar epidemiologi lainnya dari Universitas Indonesia.

Daeng Faqih, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mendesak pemerintah untuk mengungkap jumlah PDP yang meninggal tetapi tidak dites virus corona.

Akhir pekan kemarin, kantor perwakilan WHO di Indonesia mengatakan kematian PDP tetap harus diungkapkan, meski pemerintah mengaku tidak pernah tahu jika angkanya harus dipublikasikan. (Zai)
Editor : Zai
Sumber : Reutres

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , , , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses