Sitename

Description your site...

September 23, 2020

LAMR Kabupaten Bengkalis Gelar Bincang-Bincang Melayu, Bangkitkan Nilai-Nilai Kemelayuan

LAMR Kabupaten Bengkalis Gelar Bincang-Bincang Melayu, Bangkitkan Nilai-Nilai Kemelayuan

BENGKALIS,TIRAIPESISIR.COM – Guna membangkitkan kembali nilai-nilai kemelayuan,hari ini Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis menggelar bincang-bincang Melayu.Acara tersebut digelar di Gedung LAMR,sabtu,16/02/19.

Kegiatan tersebut selaras dengan tema “Membangkitkan kembali nilai-nilai kemelayuan di Negeri Junjungan”.

Bincang-bincang Melayu ini diawali pemaparan oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Bengkalis,Tengku Zainudin Yusuf tentang tatanan adat istiadat keseharian Melayu,menurutnya LAMR sebagai organisasi yang punya tanggungjawab besar untuk menjaga dan melestarikan budaya Melayu.

Baca Juga :  Misteri Makam Tua Di Area Mangrove Putri Hijau Belum Terungkap

“LAMR Bengkalis terbentuk sejak 1997 dan sekarang sudah menginjak usia 22 tahun.Tugas berat dalam menjaga budaya dan adat istiadat Melayu ada disini,”katanya.

Lebih lanjut,Tengku Zainudin Yusuf menjelaskan bahwa upaya pelestarian budaya Melayu terkait menjaga dan memeliharan adat istiadat dan nilai sosial budaya,terutama nilai-nilai akhlak,moral dan adab yang merupakan inti dari adat istiadat agar keberadaannya tetap terjaga.

Bincang-bincang selanjutnya pemaparan oleh tokoh Melayu asal Negeri Junjungan,Isa Selamat membahas Dimensi Pendidikan Melayu.

Baca Juga :  Sekdakab Bengkalis,H.Bustami HY Buka Pelatihan Penyusunan Perundang-undangan Legal Drafting

Dalam paparannya,Bengkalis merupakan satu pusat pengembangan budaya melayu serumpun,selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Bengkalis saat ini.

“Dalam rangka menjadikan Kabupaten Bengkalis sebagai negeri yang maju dan makmur salah satunya menjadikan pulau Bengkalis sebagai gerbang Utama.Fokus sebagai Pusat Pemerintahan,Pusat Pendidikan Terpadu dan Pusat Pengembangan Budaya Melayu Serumpun,”jelasnya.

Sementara budayawan Melayu,Syaukani Al Karim mengatakan kekuatan besar orang Melayu dalam kembali mengenal dirinya sendiri,menerapkan kepribadian melayu dalam kehidupan sehari-hari.

Pemateri lainnya adalah Riza Fahlefi membawa tema politik melayu sebagai upaya menjulang marwah teraju negeri dan ditutup oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis,H Amrizal tentang Islam sebagai ruh kebudayaan melayu.

Baca Juga :  Bupati Bengkalis dan Pengurus LAMR kabupaten Bengkalis di Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis

Hadir dalam bincang-bincang tersebut Ketua Dewan Pengurus Harian H Sofyan Said dan pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis.Sebagai pesertanya adalah perwakilan dosen,mahasiswa,guru,organisasi dan sejumlah kepala desa.(ER/B010/09)

Sumber : Diskominfotik

Editor : Edi Saputra

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses