Sitename

Description your site...

September 22, 2020

Kurangnya Perhatian Pemerintah Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Angkat Bicara

Kurangnya Perhatian Pemerintah Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Angkat Bicara
Teks Foto : Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tebing Tinggi, Herman,S.Pd,MM (foto Edi Saputra)

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-kurangnya perhatian Pemerintah (Pemerintah Provinsi) dalam proses belajar mengajar di Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya Selatpanjang ini membuat Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Tebing Tinggi angkat bicara.

Sekilas Informasi, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Saat Media ini melakukan kunjungan ke Sekolah SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Jum’at (01/02/19), Kepala Sekolah Herman,S.Pd,MM menyebutkan untuk Pendidikan 2019 ini system belajar mengajar sekarang sangat maju dan menggunakan Teknologi/Komputer.

Di tambah lagi untuk 2019 ini Ujian Nasional sudah menggunakan Komputer ( Ujian Nasional Berbasis Komputer ) yang di wajib dilaksanakan oleh setiap sekolah dan bahkan sekolah yang tidak memiliki sarana yang cukup atau tidak memiliki jaringan dan computer disekolah bisa menumpang ke sekolah lain.

Baca Juga :  241 Pejabat Eselon II,III,dan IV Dilingkungan Pemkab Meranti Dilantik

Dalam hal ini kepala sekolah SMAN2 Tebing Tinggi menilai Pemerintah tidak terlalu memperhatikan banyaknya kendala yang mereka hadapi untuk melaksanakan UNBK tersebut, selain itu Herman juga menyebutkan untuk Kabupaten Meranti tidak banyak sekolah yang bisa melaksanakan Ujian tersebut, Alhasil banyak sekolah harus menumpang.

“pemerintah tidak terlalu perhatian untuk Ujian Komputer ini, dan untuk meranti banyak sekolah yang tidak memiliki jaringan/computer dan harus mengikuti ujian,terakhir menumpang kesekolah lain”Sebut Herman,S.Pd,MM.

Dan untuk Sekolah SMAN 2 itu sendiri Herman menyebutkan masih terkendala dengan Ujian tersebut, sampai saat ini sekolah hanya memiliki 70 Unit Komputer berfungsi atau dua Ruang yang bisa digunakan dengan 213 murid yang harus melaksanakan ujian UNBK, akibatnya saat penggunaan tersebut pihak sekolah harus mengatur waktu untuk bergantian menggunakannya,bahkan murid menunggu hingga sore hari.

Baca Juga :  H.Edi.M.Nur,Pimpin Rapat Koordinasi Penyusunan Pembentukan Panitia Pilkades 2019

“kita aja hanya 70 komputer dengan 213 murid yang akan ujian, makanya saat mau digunakan terpaksa harus ngantri, bahkan hingga sore baru murid keluar dari sekolah,”Jelas Herman lagi.

menindak lanjuti hal tersebut Kepala Sekolah sudah membuat proposal kepada Pemerintah Provinsi perihal pemintaan computer tambahan untuk sekolah tersebut dan hal ini juga sudah diketahui oleh Kepala Kantor Cabang Pemerintah Provinsi Riau, hingga saat ini pihak sekolah masih menunggu dan berharap terealisasi dengan cepat.

Baca Juga :  Wabup Meranti,H.Said Hasyim : Para CPNS Pahami Hak dan Kewajiban Sebagai PNS

“sudah saya ajukan proposal dan kita tinggal menunggu,mudah-mudahan terealisasi dengan cepat”Tutup Herman,S.Pd,MM.

Hingga terbitnya berita ini pihak Media belum mendapatkan informasi mengenai pernyataan Kepala Sekolah SMAN 2 tersebut, karna di hari yang sama Kepala Cabang Pemerintah Provinsi Riau saat di hubungi melalui Handphone yang dijawab oleh staffnya menyebutkan Kepala Cabang sedang rapat dikantor.

“maaf pak, Kepala Cabang Lagi rapat dikantor pak”jawab staff melalui Handphone,”(A03/09).

Editor : Edi Saputra

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses