Sitename

Description your site...

Oktober 27, 2020

Kurangnya Pengawasan Dan Sanksi Tegas Instansi Terkait,Ajis Tetap Masukkan Buah-Buahan Dari Wilayah Batam Ke Meranti

Kurangnya Pengawasan Dan Sanksi Tegas Instansi Terkait,Ajis Tetap Masukkan Buah-Buahan Dari Wilayah Batam Ke Meranti

loading…


Meranti,TiraiPesisir.com – Meski tau usahanya menyalahi aturan. Ajis Girsang salah satu pengusaha di Meranti tetap terus beroperasi membawa buah-buahan ilegal yang diduga berasal dari Negara tetangga yang dimasukkan di wilayah Batam/Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tanpa dokumen resmi.

Belasan kardus buah-buahan yang dimasukkan dari wilayah batam (Foto:Tommy)

Dari pantauan media ini dilapangan, sabtu (25/11/17) sore terlihat lebih kurang belasan kardus berukuran besar berisi buah-buahan yang dibongkar terang-terangan di pelabuhan di tikus pasar ikan sungai juling Kelurahan Selatpanjang Barat,Kabupaten Kepulauan Meranti, kemudian dibawa menggunakan becak honda ke toko milik Ajis,pasar ikan lama jalan tanjung harapan,Selatpanjang.

Saat diikuti media ini dan dikonfirmasi dia (Ajis) mengaku bahwa buah-buahan yang dibeli di pasar kota batam dan dibawa dengan Kapal Ferry Niko Natalia rute batam,Tj Karimun dan bersandar di selatpanjang miliknya.

Awalnya Ajis mengatakan baru tiga bulan belakangan ini melakukan kegiatan ilegal tersebut, setelah ditanya lagi diakuinya,sudah bekali kali bahkan bertahun lamanya telah menjalankan aktivitas bongkar muat buah-buahan ilegal itu.

lokasi penjualan Buah-buahan dan Sayuran Ajis dijalan Tanjung Harapan Selatpanjang

Dia juga mengakui ativitas penyeludupan buah-buahan dan sayuran dari kota batam tanpa dokumen resmi perbuatan salah dan melanggar hukum bahkan ia mengaku sering ditangkap petugas dan sudah mendapat sanksi berupa surat teguran diatas materai dari karentina agar tidak membawa buah-buahan dari wilayah batam lagi.

Baca Juga :  Sekda Meranti Ikuti Kegiatan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Ajak Masyarakat dan Pelajar Jaga Kesehatan Sejak Dini Dimulai Dengan Cuci Tangan

“Saya sudah sering menghadapi petugas dan sering ditangkap petugas di Batam, Tanjung Balai Karimun bahkan sebelumnya saya sudah pernah mendapat sanksi surat teguran dari karantina Kepulauan Meranti yang isinya, apa bila saya kedapatan membawa buah lagi akan disita dan dimusnahkan,saya nekat aja tetap membawanya tidak ada pake beking-beking,” ucap Ajis.

Lanjutnya,”Saya hanya pemain kecil dan tidak banyak seperti bapak lihat lebih kurang 15 kardus, dalam satu minggu hanya dua kali masuk, dimeranti ini masih banyak permainan yang lebih besar kenapa tidak ada yang tangkap, jangan kita saja kalau mau tangkap – tangkap semuanya, mereka juga tidak memiliki dokumen resmi karena untuk membawa buah ini masuk keselatpanjang tidak ada karentina yang berani mengeluarkan surat izinya,” bebernya.

Sementara,pihak petugas pengawasan Kepala Pos Bea&Cukai Selatpanjang Hengki melalui Kasubsi Kepatuhan dan Punyuluhan H Dawir ketika diminta keterangan mengatakan sedang dinas diluar kota (Bengkalis).

Baca Juga :  Bupati Irwan Serahkan Dana Program Kemitraan PT. Timah Riau-Kepri Pada 38 Orang Pengelola Usaha Kecil Menengah di Meranti

“Saya lagi dinas luar,nanti saja kalau sudah pulang kita bicarakan,” tutupnya.

Dibalik itu juga,pihak Karantina Kepulauan Meranti belum bisa diminta keterangan.

Seperti diketahui dalam PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 37/Kpts/HK.060/1/2006. kegiatan pemasukan buah-buahan dan sayuran memilik ketentuan yang harus dipenuhi.

Seperti,Persyaratan Teknis Pemasukan
Buah-buahan Dan Atau Sayuran Buah Segar
Pasal 4. Buah-buahan dan atau sayuran buah segar yang dimasukkan ke dalam wilayah
Negara Republik Indonesia, wajib :
a. dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dari negara asal dan negara transit;
b. melalui tempat-tempat pemasukan yang ditetapkan.
c. dilaporkan dan diserahkan kepada Petugas Karantina Tumbuhan di tempattempat
pemasukan untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan.

Dalam BAB IV,tempat-tempat pemasukan yang dibenarkan dan tertuang dalam pasal 17
(1) Tempat-tempat pemasukan buah-buahan dan atau sayuran buah segar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b, terdiri atas :
1. Pelabuhan Laut Tanjung Priok, Jakarta.
2. Pelabuhan Laut Tanjung Perak, Surabaya.
3. Pelabuhan Laut Belawan, Medan.
4. Pelabuhan Laut Batu Ampar, Batam.
5. Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta.
6. Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar.
7. Pelabuhan Laut Makassar.

Baca Juga :  Yulian Norwis Ambil Formulir Di PKS Dan Partai PPP Hari Ini

Tindakan Karantina Tumbuhan
Pasal 13
(1) Buah-buahan dan atau sayuran buah segar sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 5 yang dimasukkan ke dalam wilayah negara Republik Indonesia tidak
memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 6 atau
Pasal 7, Pasal 8 dan Pasal 9 ditolak atau dimusnahkan.
(2) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa tindakan pengiriman
kembali ke negara asal atau negara lain.

Pasal 14
(1) Pemeriksaan kesehatan buah-buahan dan atau sayuran buah segar dilakukan
oleh Petugas Karantina Tumbuhan setelah persyaratan karantina tumbuhan
dan persyaratan teknis dipenuhi.
(2) Petugas Karantina Tumbuhan membuka atau memerintahkan pihak lain untuk
membuka peti kemas bersama-sama Petugas Bea dan Cukai, dan disaksikan
oleh Pemilik buah-buahan dan atau sayuran buah segar di tempat pemasukan
atau di luar tempat pemasukan baik di dalam maupun di luar instalasi karantina
tumbuhan.*** (Dham/Tommy)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses