Sitename

Description your site...

April 2, 2020

KPK Periksa GM PT Pelindo II Terkait Kasus RJ Lino

KPK Periksa GM PT Pelindo II Terkait Kasus RJ Lino
Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Tim penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap General Manajer PT Pelindo II, Adi Sugiri, dalam kasus korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC).

Kasus ini diketahui melibatkan Richard Joost Lino (RJL), mantan Direktur Utama Pelindo II yang kini statusnya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan akan diminta keterangannya sebagai tersangka RJL,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisr.com

Selain Adi Sugiri, Febri mengatakan, penyidik juga memanggil satu orang lagi, yaitu Muh.Saleh, selaku Asisten Manager Tehnik Mesin dan Listrik Terminal Petikemas PT Pelindo cabang Pontianak dalam kasus yang sama. Saleh akan diklarifikasi sepanjang pengetahuannya untuk melengkapi berkas tersangka RJ Lino.

Baca Juga :  Ratusan Tokoh Muda Islam NU Santara dan Aktivis Akan Gelar Aksi Damai Dorong Kinerja KPK Mencegah dan Berantas Korupsi

Sekadar mengingatkan kembali, kasus ini ditangani lembaga anti rasuah sejak Desember 2015 silam. Namun pengusutan kasus dugaan korupsi di Pelindo II itu belum juga rampung hingga saat ini. Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. RJ Lino yang kini menjabat sebagai Komisaris PT JICT terakhir diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016 lalu.

KPK sendiri sejauh ini telah menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit QCC di Pelindo II.

Baca Juga :  20 Kepala Daerah di Indonesia Terjaring OTT KPK

RJ Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery, sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC tersebut.

Atas perbuatannya, RJ Lino pun disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Dwi Wahyudi/A07/09)
Editor : Redaksi

aaaaaaaa

Baca Juga :  Polres Labuhanbatu Gagalkan Predaran 13 Kg Sabu dan 20.000 Butir Ecstasy

Bagikan berita ini
Tags: , , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses