Sitename

Description your site...

September 21, 2020

Koperasi Silva Group Miliki Izin HTR, Diduga Fiktif

Koperasi Silva Group Miliki Izin HTR, Diduga Fiktif

 

Koperasi Silva Group Miliki Izin HTR, Diduga Fiktif

 

Liputan : Dhame/Tommy

 

 

MERANTI,TiraiPesisir.Com – Menggunakan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Rakyat Dalam Hutan Tanaman (IUPHHK-HTR). Koperasi Mangrove Meranti Lestari atas kawasan hutan produksi yang terletak di Desa Mengkirau, Desa Selat Akar, dan Desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti dengan luas 700 hektar ternyata memperoleh hasil usaha tidak sesuai ketentuan.

 

Baca Juga :  Lagi-Lagi Areal PT.SRL Terbakar di Pulau Rangsang,Meranti

Koperasi Silva Mangrove Meranti Lestari sebagai pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Rakyat Dalam Hutan Tanaman (IUPHHK-HTR) terlihat jelas tidak memenuhi kewajibannya seperti membuat Rencana Kerja Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Rakyat Dalam Hutan Tanaman (RKUPHHK-HTR), membuat rencana kerja tahunan, melakukan sistem silvikultur sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.

 

Dibalik itu, Dua dari tiga Koperasi tersebut yakni Koperasi Silva Sejahtera Berseri dan Mangrove Meranti Lestari secara jelas melakukan pembodohan publik, pasalnya setelah tiga tahun sejak dikeluarkannya izin HTR pada tanggal (23 juni 2014) hingga kini legalitas kantornya dinilai abu-abu.

Baca Juga :  Tempat Hiburan Malam Selatpanjang Digrebek Polisi

 

“Kantor Koperasi Silva Sejahtera Berseri dan Mangrove Meranti Lestari diatas ini, nanti kita tutupi lalu pasang papan plangnya,” ucap lukman didampingi rekanan kerjanya saat ditemui Senin (17/07) pagi dikantor Koperasi Silva jalan Mardeka Selatpanjang.

 

Sementara, Ketua LSM LAKI Zainuddin Hs,S.Ag berpendapat bahwa sudah 3 tahun lamanya dua koperasi tersebut tidak memiliki legalitas kantor yang resmi. Menurutnya, Izin HTR yang telah dikeluarkan Bupati Kepulauan Meranti untuk legalitas kantor harus terletak dikawasan arealnya.

Baca Juga :  Ekonomi Batam Anjlok,Gubernur Sarankan Pengusaha Jadi Petani dan Nelayan

 

“Izin yang dikeluarkan itu dikawasan Tasik Putri Puyu, tentunya jika dua koperasi tersebut mengadakan kantor harus disana bukan diselatpanjang ini, atau satu tempat dengan Koperasi Silva,” ungkapnya.***

 

 

 

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses