Sitename

Description your site...

September 25, 2020

Kerukunan Banjar Gelar Acara Mangupian/Coffe Morning di Balai Rungsari Rumah Melayu Kalbar

Kerukunan Banjar Gelar Acara Mangupian/Coffe Morning di Balai Rungsari Rumah Melayu Kalbar
Foto : Rella/tiraipesisir.com

loading…


PONTIANAK,TIRAIPESISIR.COM-Kerukunan Banjar menggelar kegitaan Mangupian Wan Bubuhan/Coffe Morning,Jumat (22/2),bertempat di Balai Rungsari Rumah Melayu Kalbar,Jalam Sutan Syahrir,Kelurahan Sui Bangkong Pontianak Kota.

Kegiatan Mangupian Wan Bubuhan diadakan oleh Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Barat dengan mengambil tema “Memperkuat Nilai-nilai Kebangsaan demi kejayaan Indonesia Raya” yang diisi narasi kebangsaan oleh Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA,CBE pratiksi dan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Foto : Rella/tiraipesisir.com

Turut hadir,Gubernur Kalbar,H.Sutarmidji,SH,M.Hum,Kapolda Kalbar, Irjen Pol.Didi Haryono,SH,MH,Wakapolda Kalbar,Brigjend Pol.Dra.Sri Handayani,Pangdam XII TPR diwakili Kapendam XII TPR,Kolonel Inf.Aulia Fahmi Dalimunte,Anggota DPR RI,Irjen Pol (Pur) Erwin L.Tobing, Danlanud diwakili oleh Letkol CP.Iskandar,Direktur Intelkam Polda Kalbar,Kombes Pol Daily,Kapolresta Pontianak Kota,Kombespol, M.Anwar Nasir,SIK,MH,Dandim 1207 BS,Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan,Wakil Ketua Kerukunan Banjar,Prof.DR,Ir.H.Rahmatullah Rizieq,M,SimSesepuh Jawa,Prof.Slamet Rahardjo,Sekjen MADN Yakobus Kumis,Ketum MABM Kalbar,Prof.Dr.Chairil Efendi,Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan,H.Andi Bachrun,Kerukunan Masyarakat Sumatra Barat,H.Martias,Kerabat Batak,Drs.Rihat Natsir Silalahi,Parti Kalbar Imam Muhadi,KBTP Tionghua ptk,IKBM Madura,Sukriyanto, Paguyuban jawa H.Sadimo Yitno Poerbowo,Paguyuban Sunda, Masyarakat Banten,Paguyuban Toraja Daud Andi Manggalah, FLOBAMORA NTT,HIMNI Nias,Akademisi dan Mahasiswa serta awak media cetak dan elektronik.

Wakil Ketua Kerukunan Banjar,Prof.DR,Ir.H.Rahmatullah Rizieq dalam sambutannya menuturkan,yang dalam kegian ini ketua umum tidak bisa hadir,karena beliau sekarang masih di luar kota. “Acara rutin oleh etnis Kalimantan Barat yang tiap bulan dilaksanakan,dan kebetulan bulan ini kami sebagai tuan rumah,”katanya.

Baca Juga :  SMA Negeri 3 Pontianak Peringati Ulang Tahun Yang Ke-52

“Bapak Ibu yang bertanya apa artinya Mangupian,kalau mengopi sudah biasa,tapi makna hubungan ini kita bersama-sama semua warga Kalimantan Barat semuanya satu keluarga dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kerukunan Banjar sudah lama ada di Kalimantan Barat,”ujarnya lagi.

H.Rahmatullah Rizieq memaparkan,menurutnya,acara ini sangat istimewa digelar setiap bulan,dan kita dapat berkumpul disini dari berbagai macam etnis,berbagai macam budaya,berbagai macam suku, berbagai macam agama. Kita bisa menyampaikan sesuatu di dalam forum ini,dan hari ini lebih istimewa lagi,karena dihadiri tamu special, Bapak Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA,CBE dari Jakarta. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya,dan sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya acara ini,”tutur Prof.DR,Ir.H.Rahmatullah Rizieq sembari menutup sambutannya.

Sementara,Ketua Umum MABM Kalbar,Prof.Dr.Chairil Efendi dalam sambutannya menyampaikan,ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang hadir dalam acara ini,terutama Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA,CBE yang sudah jauh datang dari Jakarta. “Saya juga berterima kasih kepada bapak Kapolda,Pangdam,serta para hadirin yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu,saya tidak lama berbicara,saya persilakan kepada Bapak Profesor untuk memberikan dialog kebangsaan,waktu dan tempat kami persilahkan,”tutupnya seraya mempersilakan Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA,CBE untuk menyampaikan dialognya.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Kampanye : Relawan Indonesia Maju Provinsi Kalbar Gelar Gebyar Sholawat dan Deklarasi

Dalam dialog kebangsaan yang disampaikan oleh Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA,CBE memaparkan,Indonesai merupakan negara dengan latar belakang budaya yang heterogen. Kondisi ini,menjadikan Indonesia lebih kaya budaya dibanding masyarakat dari kawasan negara lain. Hanya saja,kondisi demikian meniscayakan proses dialog yang diyakini akan lebih efektif dalam membangun Indonesia sebagai negara Muslim dengan sistem demokrasi yang kuat.

Fragmentasi politik sendiri,katanya,menyebabkan munculnya dua faktor lain yang turut mendorong percepatan kemunduran iptek di dunia Islam. “Pertama,faktor ekonomi yang tidak tumbuh dengan baik sehingga menyebabkan jatuhnya kemampuan pembiayaan kegiatan iptek di dunia Islam. Kedua,meningkatnya peningkatan sektarianisme keagamaan. Krisis sosial budaya itu dapat disaksikan muncul dalam berbagai bentuk disorientasi dan dislokasi banyak kalangan masyarakat kita. Indikasinya,misalnya,gejala disintegrasi sosial-politik yang antara lain disebabkan euforia kebebasan hampir kebablasan. Lenyapnya kesabaran sosial ( sosial temper) menghadapi realitas kehidupan kian sulit sehingga mudah mengamuk dan melakukan aksi kekerasan dan anarki,merosotnya penghargaan dan kepatuhan pada hukum, etika,moral,dan kesantunan social,kian meluasnya penyebaran narkotika dan penyakit sosial lain,pecahnya sewaktu-waktu konflik dan kekerasan yang bersumber atau sedikitnya bernuansa etnis dan agama di tempat tertentu di tanah air,”papar Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA,CBE dalam dialognya.

Baca Juga :  Diminta Kejari Pontianak,Usut dan Periksa Pembangunan Rambu Suar Muara Pemangkat Sungai Sambas Besar

Kapolda Kalbar,Irjen Pol.Didi Haryono,SH,MH,dalam sambutannya mengatakan,Indonesia mempunyai 714 etnis di Indonesia,dari catatan 17 etnis ada di Kalimantan Barat. “Saya mengapresiasi sekali pertemuan ini,saya paham benar bagaimana karakteristik seluruh warga Kalimantan Barat,apalagi saya kali ketiga bertugas di Kalimantan Barat ini,”ujar Kapolda.

“Bapak Ibu dan hadirin yang saya hormati,sebagai warga Kalimantan Barat,kami ingin menyampaikan apresiasi,kemarin Kalimantan Barat mendapatkan penghargaan dari Bapak Presiden Joko Widodo yaitu predikat kinerja yang terbaik dalam mengelola keuangan umat beragama,ini modal kita semua dalam mengusung Kalbar ini mampu berkompetisi untuk maju dan mendukung bersama-sama dengan teman-teman kita yang lain,karena dari aspek geografi,aspek demografi sumber kekayaan alam semuanya lengkap,”imbuh Kapolda.

Acara berakhir hingga pukul 10:30 Wib,dilanjutkan dengan foto bersama,selama kegiataan berjalan dengan lancar,tertif,aman dan kondusif. (Rella/B03/09)
Editor : Zai

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses