Sitename

Description your site...

April 4, 2020

Kepri Masih Primadona,Tapi Perlu Regulasi

Kepri Masih Primadona,Tapi Perlu Regulasi
Gubernur Kepri,H.Nurdin Basirun,pada Rapat Koordinasi Pemerintah,Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia,Jumat (13/4/2018) di Hotel Radisson Batam. (Foto : humas kepri/amri/red)

KEPRI,TIRAIPESISIR.COM-Gubernur Kepri,H.Nurdin Basirun menegaskan,para pemangku kepentingan di Kepri terus berupaya menggairahkan kembali investasi di Kota Batam. Termasuk juga mendorong investasi yang berorientasi eksport.

“Apa yang kita bicarakan ini yang penting komitmen bagaimana mengimplementasikannya di lapangan. Tidak sebatas pembicaraan saja. Kepri inilah sebenarnya poros maritim dunia ini. Kepri ini berada di depan dan punya banyak pulau yang belum dikelola. Punya banyak potensi. Tapi tidak akan ada artinya jika tidak ada komitmen bersama untuk memajukannya,”tegas Nurdin pada Rapat Koordinasi Pemerintah,Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia,Jumat (13/4/2018) di Hotel Radisson Batam.

Karena itu,Nurdin selalu minta ketegasan pemerintah pusat untuk memberikan dan mengimplementasikan berbagai regulasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepri, terutama di Batam,Bintan dan Karimun serta Lingga. Menurut Nurdin,untuk menjadi poros maritim dunia,jawabannya ada di Kepri. Karena alur perdagangan dunia cukup pesat di kawasan ini.

Baca Juga :  Pansus LPP APBD Provinsi Kepri TA 2017,DPRD Selesaikan Tugasnya

Pada acara dengan tema “Pengembangan Industri Berorientasi Ekspore Melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri itu hadir Menteri Koordinator Perekonomian,Darmin Nasution,Menteri Perindustrian,Airlangga Hartarto,Menteri Perdagangan,Enggartiasto Lukita,dan Gubernur Bank Indonesia,Agus DW Martowardojo. Hadir juga Dubes Indonesia untuk Singapura.

Nurdin menyampaikan,di mata para investor asing Kepulauan Riau masih menjadi primadona untuk menanamkan modal. Hanya saja,belum teralisasi secara nyata karena terhambat regulasi. Tak heran kalau dalam banyak kesempatan Nurdin meminta,dukungan regulasi dan infrastruktur dari Pemerintah Pusat.

Padahal sebelum ini,Kepri mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi melebihi 6 persen pertahun dan mempunyai peran yang besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi pada tahun 2017 turun 2 persen.

Baca Juga :  Gubernur Kepri,Nurdin Basirun Minta Modernisasi Pelabuhan Batu Ampar

Soal komitmen Kepri untuk berbenah,kata Nurdin,tidak perlu diragukan. Sebagai Gubernur, dirinya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Bahkan,setiap berjumpa dengan Presiden dan juga menteri,selalu mengajukan permintaan pembenahan infrastruktur dan fasilitas lainnya.

Terbaru,lanjutnya,adalah permintaan pada Menteri BUMN,Rini Soemarno untuk segera memodernisasikan pelabuhan Batu Ampar Batam dan Pelabuhan bongkar muat di Tanjungbalai Karimun,membangun Pelabuhan Peti Kemas di Tanjung Sauh,dan pembenahana pelabuhan Sei Bintan Pura serta perluasan Bandara Hang Nadim.

Begitu juga,dengan penyediaan instalasi air bersih dan ketersediaan transmisi listrik. Seluruhnya,untuk peningkatan kapasitas sehingga semuanya menjadi semakin baik.

Untuk mordenisasi pelabuhan permintaan Gubernur Kepri tersebut,juga disepakati oleh Ketua BP.Batam,Lukita Dinarsyah Tuwo. BP Batam,katanya,mendukung penuh pembangunan Pelabuhan tersebut.

“Untuk Pelabuhan Batu Ampar,akan kita tingkatkan kapasitasnya dari 400 ribu tius menjadi 1,5 juta tius,”kata Lukita.

Baca Juga :  Penggusuran Warga dan Galian C di RT04/RW05 Melcham Kel.Tanjung Sengkuang Kota Batam Oleh PT.Asia Metal Diduga illegal

Selain itu,Kepri juga sudah melaksanakan Mal Pelayanan Publik yang di dalamnya bisa mengurus 427 perizinan dan non perizinan dengan 30 instansi di dalamnya.

Kepri ,terutama Batam juga sudah menggenjot pembangunan infrastuktur yang tujuannya juga untuk investasi.

Wakil Walikota Batam,Amsakar Ahmad menyebutkan,sebanyak 40 persen anggaran pembangunan Pemko Batam plot untuk infrastruktur.

“Tujuan kami,seoptimal mungkin untuk melakukan pembenahan agar Batam bisa meningkatkan daya saingnya kembali,”ungkap Amsakar.

Kendati begitu,beberapa persoalan krusial yang berlangsung di Batam sampai saat ini belum terselesaikan dan sangat menghambat investasi di Batam. Diantaranya,adalah masalah regulasi, kepastian perpindahan dari FTZ ke KEK.(humas kepri/amri/red)

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses