Sitename

Description your site...

Oktober 26, 2020

Karantina Musnahkan Buah Ilegal

Karantina Musnahkan Buah Ilegal

loading…


MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Balai Karantina pertanian Kelas I Pekanbaru Wilayah Kerja Selatpanjang, Pemusnahan Media Pembawa OPTK (buah-buahan), Jalan Pelabuhan Selatpanjang Kabupaten kepulauan Meranti, Kamis (20/2/2020).

Turut Hadir, Kasi Pengawasan dan penindakan Karantina Pertanian Wilayah Kerja Selatpanjang Ferdi SP, Kapolres Meranti yang di wakili, Kepala seksi pelayanan kepabeanan dan dukungan teknis, KPP Bea dan Cukai tipe madya pabean C Bengkalis wilayah Selatpanjang, Kepala kantor kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) kelas V Selatpanjang, kepala penanggung jawab Stasiun Karantina ikan dan pengendalian mutu kelas I Pekanbaru wilayah kerja Selatpanjang, Kepala Koorditar kantor kesehatan pelabuhan kelas II Pekanbaru wilayah kerja Selatpanjang.

Selanjutnya, Kronologis Penangkapan buah-buahan tersebut yang di jelaskan oleh Holmes PSH Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru wilayah kerja Selatpanjang.

Pada hari selasa petugas karantina mendapatkan info ada pemasukan buah dari Malaysia lewat kapal KLM Maju Jaya 88.

Pada hari Rabu tanggal 22/19 pukul 08 : 00 Wib, petugas karantina pertanian wilayah kerja Selatpanjang bersama bea dan cukai melakukan pengecekan terhadap kapal KLM Maju Jaya 88 dan di temukan buah impor, dari hasil pengecekan buah tersebut dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal, tidak melalui tempat pemasukan yang di tetapkan(peraturan menteri pertanian no.42 tahun 2012) dan tidak di laporkan serta tidak diserahkan kepada petugas karantina, seperti tertera pada pasal 33 Jo, pasal 86 undang undang RI No.21 tahun 2019 tentang karantina Hewan, ikan dan tumbuhan, pemasukan buah tersebut juga tidak memenuhi ketentuan Permentan No.55 tahun 2016 karena tidak dilengkapi surat keterangan pangan segar asal tumbuhan (Prior Notice)dan sertifikat hasil uji keamanan pangan(Certificate Of Analysis) yang menyatakan buah-buahan tersebut aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga :  Perayaan Hut Bhayangkara Ke-71 Tahun 2017, Polres Meranti Eksekusi 57 Anak Anak

Pukul 11 : 00 Wib Karantina bersama Bea dan cukai melakukan penahanan terhadap buah tersebut di Gudang TPS Pelindo sebanyak 156 Kotak, yang terdiri dari buah Jeruk 568 Kg, Jeruk limau Bali 66 Kg, Pear hijau 13 Kg, dan Asia Pear 28 Kg, secara administrasi penahanan tersebut tertera pada dokumen no.2020.2.0803.T08.1.000001 tanggal 22 Januari 2020.

Pada hari Jum’at tanggal 24 Januari 2020 pukul 14 : 00 Wib Bea dan Cukai melakukan serah terima buah-buahan segar tersebut kepada petugas karantina pertanian wilayah kerja Selatpanjang dan buah tersebut di pindahkan dari Gudang TPS Pelindo kekantor karantina pertanian wilayah kerja Selatpanjang.

Baca Juga :  BLT-DD Tahap Kedua Desa Baran Melintang Sudah Cair

Untuk tindak selanjutnya setelah dilakukan penahanan, terhadap media pembawa ini akan dilakukan tindakan pemusnahan dengan dokumen pemusnahan No.2020.2.0803.T14.1.000001 tanggal 20 Febuari 2020 adapun Metode pemusnahan dengan cara dibakar dalam incenerator yang berada di kantor karantina pertanian wilayah kerja Selatpanjang.

Selanjutnya kasi Pengawasan dan penindakan Ferdi SP, kita akan melakukan pemusnahan terhadap buah buahan impor yang tidak memiliki dokumen lengkap dari negara asal, seperti yang kita ketahui, Jeruk, jeruk Mandarin, Jeruk limau dan buah Pear.

Baca Juga :  Bank BRI Cabang Selatpanjang Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Periode 1 Tahun 2019

Yang kita khawatir kan buah buahan ini membawa hama, penyakit, serangga, virus dan batteri, yang bisa masuk di wilayah kita karena hama dan penyakit tersebut belum ada di daerah kita ini.

“Pada hari ini kita melakukan pemushanan media pembawa OPTK buah-buahan yang tidak melengkapi dokumen, karna kita hawatir membawa hama dan penyakit pada buah-buahan tersebut, jadi untuk menjamin buah- buahan itu tidak terindikasi bahan kimia dan lainya, maka wajib melengkapi segala prosedur”, ungkapnya

“Jadi pemusnahan buah-buahan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari hama dan penyakit kususnya di Meranti, dan saya sudah sering melakukan pemushanan ini di pekanbaru dan tidak lepas dari bantuan instansi terkait”, tutupnya.(B015/09)

Editor : Agus Salim.Hs

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses