Sitename

Description your site...

November 22, 2019

Kaban BPKAD Bambang Suprianto,SE,MM : Dana DAK Dan DR 2016 Pernah Di Gunakan Pemkab Meranti Untuk Kegiatan Lain Bukan Di Pinjam

Kaban BPKAD Bambang Suprianto,SE,MM : Dana DAK Dan DR 2016 Pernah Di Gunakan Pemkab Meranti Untuk Kegiatan Lain Bukan Di Pinjam

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Kemelut keterangan pemakaian atau pinjam Dana Alokasi Khusus (DAK) Dan Dana Reboisasi (DR) 2016 Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi dua tanggapan yang berbeda dari dua sisi yang memiliki arti yang sama.

Saat Media ini melakukan konfirmasi ke Badan pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Meranti Bambang Suprianto,SE.MM Rabu,(8/09/2019) menjelaskan bahwa pemkab Meranti memang pernah menggunakan Dana DAK Dan DR 2016 tersebut untuk membayar kegiatan yang dianggarkan APBD bukan dipinjam.

Ia juga menjelaskan Pemakaian dana tersebut tercatat dan tidak mengubah nominal yang ada dikasda, karna setelah anggaran APBD cair dana itu langsung diganti.

“Pemkab memang pernah memakai dana tersebut,bukan dipinjam untuk kegiatan yang ditanggung Pemkab,karna cacatan di Kasda nominalnya tetap, sistem pemakaian saja kita catat,”jelasnya.

Baca Juga :  Raih Penghargaan : Tiga Desa Terbaik Kabupaten Kepulauan Meranti di Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018

“Jangan salah arti ya, karna meminjam dengan memakai itu beda,”tegasnya.

“Tapi kalau memang Media mau melihat data aliran Dana DAK dan DR 2016 itu, nanti saya kasi datanya, kasi saya waktu satu atau dua hari ini,”pungkasnya.

Ditempat terpisah,Pemkab Meranti melalui Kabag Humas dan Protokol Heri Saputra,SH membeberkan bahwa Pemkab memang pernah meminjam dana tersebut untuk membayar kegiatan yang ditanggung APBD Meranti.

“Memang sempat jadi temuan BPK,tapi secara administrasi, dan pada tahun 2016 kita lagi krisis anggaran karena uang triwulan yang ke 4 belum masuk, maka kita pinjamlah dana reboisasi yang ada di Kasda Meranti untuk membayar kegiatan lain yang bersumber dari APBD, setelah uang triwulan ke 4 cair dan masuk ke Kasda, maka uang itu kita kembalikan lagi,”bebernya.

Baca Juga :  Kapolres Meranti,AKBP La Ode Proyek,SIK Bertindak Sebagai Irup Penurunan Bendera HUT RI Ke-74 Tahun 2019

Tidak sampai disitu, heri juga menjelaskan tidak ada masalah terkait peminjaman uang dari dana DAK Dan DR, ia menilai hingga sampai saat ini Pemkab Meranti tidak ada masalah dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK Riau) dan temuan tersebut tidak menimbulkan kerugian negara.

“Terkait temuan BPK sudah kita selesaikan, tidak ada masalah, yang pentingkan tidak merugikan negara,”kata dia lagi.

“Dan peminjaman itu kayaknya sudah selesai dan dikembalikan,”tandasnya.

Sekedar Informasi, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Riau Nomor 3C/LHP/XVIII.PEK/05/2016, tanggal 28 Mei 2016, BPK mengungkapkan permasalahan Saldo Kas Daerah tidak menggambarkan sisa DAK sebesar Rp 50 Miliar dan DR sebesar Rp 31 Miliar.

Baca Juga :  Bimtek Pengadaan Langsung Barang/Jasa Dan E-Purchasing Lebih Efektif Dan Efisien

Atas permasalahan tersebut BPK merekomendasikan kepada Bupati Kepulauan Meranti agar mengembalikan DAK dan DR sehingga program dan kegiatan DAK dan DR dapat dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Pada 31 Desember 2017 pemeriksaan BPK kembali menunjukkan bahwa saldo kas di Kasda menunjukkan sisa minimal sebesar Rp 63 Miliar berupa saldo kas yang dibatasi penggunaannya, terdiri dari saldo Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik, serta saldo Dana Reboisasi (DR) tahun 2017.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa atas saldo DAK fisik dan non fisik serta saldo DR tersebut telah habis digunakan sebagai dana talangan untuk membiayai kegiatan lainnya selama tiga tahun terakhir.(Edi/A03/09)

Editor : Edi Saputra

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses