Sitename

Description your site...

Juli 8, 2020

Jubir Pemerintah Covid-19, Achmad Yurianto Informasikan Perkembangan Covid-19 di Indonesia

Jubir Pemerintah Covid-19, Achmad Yurianto Informasikan Perkembangan Covid-19 di Indonesia
Foto : Presiden RI, Jokowi.

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto kembali menginformasikan perkembangan kasus virus corona atau COVID-19 di Indonesia.

Dia menyebutkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tercatat masih dipantau tim medis hingga Rabu (17/6), sebanyak 42.714 orang. Sementara, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang juga masih dipantau petugas medis berjumlah 13.279 orang.

“Mereka masih terus kami pantau,” kata Yurianto dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di channel YouTube BNPB Indonesia, Rabu (17/06/2020).

Saat ini Indonesia telah menyediakan sebanyak 121 laboratorium real time PCR dan 87 laboratorium TCM.

1.Kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 41.431 orang :
Yurianto juga melaporkan, total kasus positif virus corona di Indonesia naik menjadi 41.431 kasus, setelah hari ini bertambah 1.031 kasus. Jawa Timur menjadi wilayah penyumbang kasus terbanyak hari ini, yaitu 225 kasus.
Sedangkan, peningkatan angka kematian menjadi 2.276 kasus. Walau demikian, kasus sembuh juga terus naik hingga menjadi 16.243 orang pada hari ini.

2.Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia :
Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Setelah Jawa Timur, Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus terbanyak kedua hari ini, dengan 127 kasus baru positif COVID-19.

Berikut data lengkap rincian penyebaran virus corona di 432 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia :
1. Aceh 37 kasus
2. Bali 829 kasus
3. Banten 1.309 kasus
4. Bangka Belitung 147 kasus
5. Bengkulu 105 kasus
6. Yogyakarta 276 kasus
7. DKI Jakarta 9.349 kasus
8. Jambi 109 kasus
9. Jawa Barat 2.703 kasus
10. Jawa Tengah 2.346 kasus
11. Jawa Timur 8.533 kasus
12. Kalimantan Barat 282 kasus
13. Kalimantan Timur 397 kasus
14. Kalimantan Tengah 702 kasus
15. Kalimantan Selatan 2.208 kasus
16. Kalimantan Utara 171 kasus
17. Kepulauan Riau 263 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 978 kasus
19. Sumatera Selatan 1.541 kasus
20. Sumatera Barat 691 kasus
21. Sulawesi Utara 736 kasus
22. Sumatera Utara 970 kasus
23. Sulawesi Tenggara 292 kasus
24. Sulawesi Selatan 3.200 kasus
25. Sulawesi Tengah 172 kasus
26. Lampung 169 kasus
27. Riau 128 kasus
28. Maluku Utara 322 kasus
29. Maluku 520 kasus
30. Papua Barat 214 kasus
31. Papua 1.311 kasus
32. Sulawesi Barat 99 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 108 kasus
34. Gorontalo 214 kasus.

Baca Juga :  Mantan Menteri Sosial,Idrus Marham Siap Mendengar Vonis Hari Ini

3. Jokowi perintahkan klaster-klaster COVID-19 dijaga dengan ketat :
Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Tanah Air, Presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat. Sebab dari klaster itu lah perluasan wabah COVID-19 dapat terjadi.
“Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jamaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik,” kata Jokowi pada konferensi pers secara daring, Senin (4/5).

4. Gejala dan cara pencegahan virus corona :
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Buka Rakernas PDIP,Megawati Ingatkan Pentingnya Riset

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3), sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa,Ajak Rakyat Indonesia Do’akan Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.
Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal. (Red)
Editor : Zai
Sumber : channel YouTube BNPB Indonesia

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses