Sitename

Description your site...

Oktober 29, 2020

Jadi Locus Penuntasan Stunting di Indonesia, Kepulauan Meranti Targetkan 2020 Bebas Stunting

Jadi Locus Penuntasan Stunting di Indonesia, Kepulauan Meranti Targetkan 2020 Bebas Stunting

loading…


MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Kabupaten Kepulauan Meranti telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu Lokus (lokasi), penuntasan masalah Stunting di Indonesia untuk itu sesuai dengan komitmen dari Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti melalui OPD terkait menargetkan tahun 2020 mendatang Meranti bebas dari masalah Stunting.

“Keinginan Pemerintah Pusat untuk menuntaskan masalah Stunting di Indonesia sangat sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saat ini Pemkab. Meranti telah membentuk Satgas mulai dari Pemerintahan terkecil RT/RW, Desa, Kecamatan untuk mendata dan mengawasi Stunting diwilayahnya masing-masing untuk dilakukan penanganan cepat. Dengan keterlibatan semua pihak kita menargetkan tahun 2020 mendatang Meranti bebas dari Stunting,” jelas Sekda Meranti H. Yulian Norwis SE MM, saat menghadiri dan membuka acara Pertemuan dan Pencegahan Penurunan Stunting Lintas Sektor, di Ballroom Hotel AKA Meranti, Selatpanjnag, Kamis (5/12/2019).

Sekedar informasi, dari penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr. Roswita masalah Stunting di Indonesia mendapat perhatian serius dari Pemerintan Pusat untuk dituntaskan. Tak tanggung-tanggung untuk penanganan masalah ini langsung dipimpin oleh Wakil Presiden RI.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Meranti Sambut Baik Sosialisasi Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan¬†

Dari hasil pendataan pihak Dinas Kesehatan Meranti saat ini sebanyak 1170 Balita di Meranti menderita Stunting atau 12 persen dari total Balita Se-Kabupaten Meranti. Meski secara angka tergolong cukup besar namun diakui Kepala Dinas Kesehatan Meranti jumlah Balita penderita Stunting di Meranti masih dibawah rata-rata Nasional yang mencapai 30.8 persen.

Jumlah Stunting terbesar di Meranti tersebar di 24 Desa dari 103, diantaranya Desa Pelantai, Desa Sungai Tohor Barat dan lainnya, namun untuk yang tertinggi berada di Desa Tj. Dahrul Takzim Kecamatan Tebing Tebing Tinggi Barat dengan jumlah balita penderita mencapai 30 persen.

“Angka Stunting di Meranti mencapai 12 persen masih jauh dibawah rata-rata Nasional yang mencapai 30.8 persen artinya masih diposisi aman, meski begitu masalah ini perlu ditangani dengan serius agar dapat ditekan dan tidak terjadi penambahan,” jelas Roswita.

Letak Meranti yang berada dikawasan perbatasan atau strategis Nasional membuat daerah ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah pusat dengan ditetapkannya sebagai Locus penuntasan masalah Stunting di Indonesia. Untuk mendukung program ini Pemerintan Pusatpun menganggarkan dana Miliaran rupiah untuk dikucurkan ditahun 2020 mendatang, dana ini dititipkan dibeberapa OPD terkait salah satunya Dinas Kesehatan Meranti.

Baca Juga :  Asisten III Sekdakab Meranti Buka Latihan Manasik Haji, Doakan Seluruh Jemaah Calon Haji Meranti Bisa Berangkat Ke Mekah

“Untuk Dinas Kesehatan ditahun 2020 kita diberikan Dana sebesar 1.5 Miliar, belum lagi OPD terkait lainnya,” aku Kadiskes dr. Roswita.

Upaya yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Meranti untuk menuntaskan masalah Stunting di Meranti, dijelaskan Kadiskes adalah dengan pembentukan Tim Satgas berkoordinasi dengan OPD/Dinas terkait, pihak Desa, Kecamatan serta Kader Posyandu untuk melakukan pendataan dan penanganan cepat.

Adapun strategi penanganan akan difokuskan pada Desa-Desa yang memiliki angka Stunting diatas 20 persen.

“Untuk Desa-Desa yang memilik angka Stunting diatas 20 persen akan kita lakukan intervensi sehingga masalah Stunting dapat segera dituntaskan,” ujar Roswita.

Untuk lenih mengoptimalkan upaya tersebut Pemerintan Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Sekda Meranti H. Yulian Norwis telah pula mengeluarkan himbauan kepada RT/RW, Perangkat Desa dan Kecamatan untuk bersama-sama dengan Kader Posyandu untuk melakukan pengawasan dan pendataan.

Baca Juga :  Koramil 02/TT Kembali Gelar Nobar Filem G30S/PKI Di Sekolah-Sekolah

“Kita juga meminta kepada Kades untuk menggunakan sebagian dana Desa dalam upaya penuntasan masalah Stunting diwilayahnya. Jika penuntasan masalah ini dilakukan secara bersama-sama saya yakin tahun 2020 mendatang Meranti akan terbebas dari masalah Stunting,” pungkas Sekda.

Diinformasikan juga dalam kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas/Bagian, serta Camat dan Kades Se-Kabupaten Kepulauan Meranti itu, diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr. Roswita, Kepala Dinas Sosial Perlindunga Perempuan dan Anak Agusyanto SE M.Si, Kasatpol PP Meranti Helfandi SE M.Si, Kepala Dinas Pertanian Idris Sudin, Sekretaris Dinas Perikanan Heldi, Sekretaris Dinas Perindag Meranti Rudi SAg MH, Sekretaris Disdukcapil Meranti, Sekretaris Bappeda Meranti, Kepala Puskesmas, dan lainnya.

Juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang diawali oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis SE MM, diikuti oleh Perwakilan OPD, Camat, Kades dan Kepala Puskemas Se-Kabupaten Meranti.(Rls/Humas Pemkab)

Editor : Agus Salim.Hs

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses