Sitename

Description your site...

Oktober 30, 2020

Ir.Ganda Mora : Minta Firdaus Walikota PekanbaruCopot “Alamsyah” Kabid Cipta Karya

Ir.Ganda Mora : Minta Firdaus Walikota PekanbaruCopot “Alamsyah” Kabid Cipta Karya

loading…


Pekanbaru,TiraiPesisir.Com – Era reformasi dan dampak persaingan globalisasi mendorong percepatan perubahan perbaikan kinerja aparatur pemerintah. PNS sebagai unsur aparatur pemerintah dituntut bekerja lebih profesional, bermoral, bersih dan beretika dalam mendukung reformasi birokrasi dan menunjang kelancaran tugas pemerintahan dan pembangunan.  PNS juga dituntut untuk patuh dan taat terhadap peraturan perundang-udangan yang berlaku baik menyangkut bidang kepegawaian maupun bidang lainnya, sehingga  kehidupan PNS akan menjadi sorotan dalam bermasyarakat. Untuk itu seorang PNS harus bisa menjadi contoh/suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun sangat disayangkan sikap yang tidak patut ditiru seperti perbuatan Alamsyah, ST selaku Kabid Cipta Karya yang diduga melakukan penganiayaan terhadap, Martin saat melakukan konfirmasi diruang kerjanya pada (07/06/16).Hal ini jelas-jelas merendahkan martabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sekarang menjadi sorotan di masyarakat, sehingga harus diproses sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Insden yang dialami Martin, ketika melontarkan beberapa pertanyaan tentang temuan dilapangan terkait Pembangunan Gedung SKPD Kota Pekanbaru yang dikerjakan PT. Waskita (Persero) Tbk kepada Alamsyah, ST selaku kabid Cipta Karya Dinas Pemukiman Perumahan dan Cipta Karya Kota Pekanbaru”apa bila benar seorang rekanan kontraktor terbukti pekerjaanya dilapangan  diduga tidak sesuai  dengan spekfilikasi atau yang telah ditentukan dalam kontrak kerja awal sanksi apakah yang diberikan terhadap rekanan kontraktor pada proyek tersebut dari pihak dinas terkait, tanyak martin kepada Alamsyah, ST?”. Pasalnya, Alamsyah, ST bukan memberikan penjelasan malah mengeluarkan sifat arogansinya langsung memukul meja dan keluarkan juru tinjunya. Barang kali Alamsyah, ST baru tamat main Karate ingin ngetes terhadap lelaki kelahiran sumatera utara itu. Hahaha, tanpa disadarin walaupun perbuatan yang dilakukanya itu melanggara hukum.

Baca Juga :  Berantas Narkoba,Polres Meranti Lakukan Tes Urine

Menariknya lagi kelakukan seperti ini salah satu contoh kepada para kedinasan atau kepegawaian supaya jangan sampai ditiru sikap yang tidak terpuji ini. Perlu juga diketahui semenjak kepemimpinan  Syafril, selaku Plt. Kadis Pemukiman Perumahan dan Cipta Karya Kota Pekanbaru, baru adanya Kabid Kuasa Penggunaan Anggaran(KPA) yang berlagak premanismen  yang melakukan pemukulan terhadap wartawan. Lebih ironisnya, Martin (korban) aniaya Alamsyah, ST diruang kerjanya dan juga puluhan orang pegawai yang berada dalam kantor tersebut yang juga beberapa orang ikut ngambil bagian,  sehingga sampai diserek kedinding dan melakukan pemukulan  dari belakang. Atas kejadian tersesebut Martin_red  memutuskan ingin pergi dari kantor tersebut untuk menyelamatkan diri. Dengan tiba-tiba Orang Tidak Kenal (OTK) yang tidak berpakaian dinas bersama plt kadis Syafril memaksa untuk masuk keruangan Rapat Dinas. Setiba didalam ruangan rapat Syafril_red langsung melontarkan bahasa aroganya”kau ini apa sudah Ir kok sampai naknya-naknya teknis dilapangan, karna yang berhak mempertanyakan teknis dilapangn itu yang sudah Ir dan jangan macam-macam disini ang tau gak siapo awak separuh badan saya dinas separuh lagi LSM dan juga sambil memaksa meminta indentintas untuk di foto kopy”.Ya! kita tidak tau apa maksud kadis dibalik itu? Kata Martin.  Atas perbuatan kejahatan yang dilakukan Alamsyah, ST terhadap Martin, langsung membuat laporan kepada Kapolsek Bukit Raya untuk diporses secara hukum dengan nomor laporan : 104/STPL/VI/2016 yang diterima AIPTU Zulfikar. Dan disamping itu juga diminta kepada penegak hukum khususnya Polsek Bukit Raya dan Kapolresta Pekanbaru supaya ada perlindungan kedepan dikarenakan adanya dugaan bahasa pengacaman dari dinas terkait apa bila masalah ini sampai kemeja hijau.  Terang Martin

Baca Juga :  Tidak Terima Diberitakan Tabloid BIDIK,Mantan Kadis PUPR Kampar,Indra Pomi Ancam Wartawan

Ir Ganda Mora, selaku aktivis IPSPK3.Menyikapin atas yang dialami Martin selaku (korban) penganiayaan Alamsyah, ST selaku kabid Cipta Karya saat dihubungi siagaonline.com melalui hp selulernya sabtu(11/06/16).”bahwa pihaknya menilai kinerja aparatur pemerintahaan sepertin ini khususnya ditubuh Dinas Pemukiman Perumahan dan Cipta Karya Kota Pekanbaru sangat tidak berprofesional apalagi sampai melakukan pemukulan terhadap aktivis LSM dan wartawan saat melakukan klarifikasi/konfirmasi secara  lisan itu sangat jelas perbuatan melawan hukum dan patut diproses sesuai aturan yang berlaku. Pihak dinas seharusnya memberikan penjelasan sesuai dengan kebutuhan publik sebagaimana telah diatur dalam Undang-undang RI No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan publik, bukannya melakukan tindakan semena-mena(main hakim sendiri), apa mungkin Almasyah, ST itu tidak tau aturan kalau LSM dan Wartawan itu dilindungin hukum. Yang aneh lagi Syafril Plt Kadis tak sepantasnya mengeluarkan bahasa yang tidak profesional itu, jangan sampai membawa-bawa nama lsm apa mungkin dengan sebut-sebut nama lsm supaya kegiatan yang dipimpinya dilapangan jangan dipantau oleh  wartawan/lsm lain, dikarenakan (syafril_red seorang lsm juga) “Letus Ganda.

Lanjut Ir Ganda Mora mengatakan”kalau adanya indikasi penyimpangan terhadap fisik Pembangunan Gedung SKPD Kota Pekanbaru yang dikerjakan oleh PT. Waskita (Persero) Tbk yang ditemukan oleh kawan-kawan aktivis lsm baik wartawan dilaporkan saja dipenegak hukum agar diproses sesuai aturan. Dikarenakan sangat besar dugaan volume pembangunan komplek perkantoran tersebut terjadi pengurangan antaran lain, dari hal kecil saja kita menilai sedangkan Pengadaan Pembelian Lahan dar PT. Budi Tani terindikasi Mark Up jelas PT. Budi Tani tersebut mengkelolah hutan Negara dan diduga dalam kawasan belum ada alih fungsi dari kementerian. Terkait kasus yang diduga merugikan keuangan daerah/negara tersebut sudah kita laporkan ke Mabes Polri RI dan KPK RI beberapa bulan lalu. Ucap Ketua Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi,Kolusi,Kriminal Ekonomi-Republik Indonesia (Lembaga IPSPK3-RI).

Baca Juga :  Tarif Cukai Tiga Jenis Rokok Ini Dipastikan Naik

“Kronologis terjadinya pemukulan yang dilakukan oleh Alamsyah, ST selaku Kabid Cipta Karya, terkait konfirmasi adanya indikasi pengurangan volume pelaksanaan pekerjaan Gedung SKPD Kota Pekanbaru hingga dampak dilapangan diduga tidak memenuhi standar justek. Pasalnya,  dengan terjadinya hal seperti itu dikarenakan Alamsyah, ST itu tidak menguasai teknis sehingga melakukan perbuatan yang tidak berprofesional langsung melakukan penganiayaan terhadap aktivis. Seharusnya pegawai negeri itu harus dispilin jangan merusak martabak kepegawaian lain, oleh karena itu kita minta Firdaus Walikota Pekanbaru copot Alamsyah, ST, supaya ditempatka orang-orang yang benar-benar bisa mengerti teknis. Dan terkait laporan ke Polisi kita juga minta Kapolresta mendesak Kapolsek Bukit Raya secepatnya melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Tegas Ir Ganda.(redaksi/zai)

Sumber Berita : SiagaOnline.Com

 

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses