Sitename

Description your site...

April 2, 2020

Informasi Kepada Kapolda Riau : Narkoba Berpotensi Diseludupkan Bersama Rokok Ilegal di Tembilahan,Kabupaten Inhil

Informasi Kepada Kapolda Riau : Narkoba Berpotensi Diseludupkan Bersama Rokok Ilegal di Tembilahan,Kabupaten Inhil
TEKS FOTO : Kapolda Riau,Brigjen Pol Drs.Widodo Eko Prihastopo.

TEMBILAHAN-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terletak di wilayah pantai timur pulau Sumatera, merupakan gerbang selatan Propinsi Riau. Inhil yang sebelumnya dijuluki ”Negeri Seribu Parit” yang sekarang terkenal dengan julukan “NEGERI SERIBU JEMBATAN” dikelilingi perairan berupa sungai-sungai besar dan kecil,parit,rawa-rawa dan laut,secara fisiografis Kabupaten Indragiri Hilir ber-iklim tropis merupakan sebuah daerah dataran rendah yang terletak diketinggian 0-4 meter diatas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut.

Dengan batas-batas wilayah Kabupaten Indragiri Hilir; Sebelah utara berbatas dengan Kabupaten Pelalawan; Sebelah Selatan berbatas dengan Kabupaten Tanjung Jabung Provinsi Jambi; Sebelah Barat berbatas dengan Kabupaten Indragiri Hulu; dan,Sebelah Timur berbatas dengan Propinsi Kepulauan Riau.

Tidak salah jika para oknum-oknum memanfaatkan keberadaan sungai-sungai besar dan kecil, rawa-rawa dan laut untuk menyeludupkan barang-barang ke Negeri seribu parit,dan sangat berpotensi narkoba diseludupkan bersama rokok ilegal.

Akankah,Kapolda Riau,Brigjen Pol Drs.Widodo Eko Prihastopo,pengganti Nandang mampu menghentikan penyeludupan rokok illegal yang sampai saat ini masih belum ada tindakan tegas kepada oknum-oknum penyeludup rokok ilegal. Seperti di Pulau Kijang,Kecamatan Reteh Kabupaten Inhil,Provinsi Riau.

Baca Juga :  Wakil Ketua Perpekindo Riau,Hamzah Kobaro : Thailand Banned Pembelian Kelapa di Indonesia

Pertanyaan dari kalangan masyarakat itu bukan tidak beralasan. Sebab,kegiatan penyeludupan rokok melalui Pelabuhan Kijang,Kecamatan Reteh,belum ada tindakan dari pihak Bea Cukai Tembilahan dan pihak Kepolisian baik di Kecamatan reteh maupun di Polres Inhil. Juga, bebasnya kayu yang diduga diperoleh dari hasil penebangan liar masuk ke Inhil dan minuman beralkohol.

“Selain maraknya penyelundupan rokok illegal melalui pelabuhan Pulau Kijang kata lelaki yang mengaku lahir di Tembilahan 45 tahun yang lalu,juga kayu-kayu illegal,miras illegal bebas masuk ke Kabupaten Inhil melalui sungai-sungai besar dan kecil,parit,rawa-rawa dan laut,”ujarnya.

Ia mengaku,pihak Kepolosian di Kabupaten Inhil dan pihak Bea Cukai Tembilahan gencar melakukan patroli hingga melakukan penangkapan barang-barang illegal. Namun,dengan gencarnya kegiatan patroli yang dilakukan bukan menciutkan nyali para oknum-oknum yang melakukan penyelundupan malah bisa dikatakan semakin marak.

Baca Juga :  Kapolres Inhil,AKBP Christian Rony Kunjungi Rumah Anak Yatim di Tembilahan Siap Jadi Orang Tua Asuh

Edy Hariyanto Sindrang dari Komisi III DPRD Indragiri Hilir mempertanyakan tugas dan fungsi Bea Cukai Tembilahan. Pasalnya,Kabupaten Indragiri Hilir sering dijadikan jalur masuk penyeludupan barang haram jenis miras dan narkoba yang diduga kerap tidak terdeteksi oleh penegak hukum.

Pernyataan ini disampaikan,Edy Sindrang,menyikapi adanya pengungkapan dan penangkapan ribuan botol minuman keras (minuman beralkohol,red) hasil sitaan Angkatan Laut (Lanal) Dumai di Sungai Enok Dalam,Kabupaten Indragiri Hilir,senilai Rp.3,6 Miliar pada Kamis,(9/8/2018) lalu.

Dengan adanya penangkapan oleh Lanal Dumai ini,Edy menyampaikan,keluhan masyarakat Indragiri Hilir bahwa Bea Cukai lemah dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap pelaku penyelundupan barang secara Illegal yang diduga berasal dari Singapura dan dibawa ke Kabupaten Indragiri Hilir melalui jalur laut.

“Baru-baru ini saya membaca berita online bahwa Lanal Dumai telah berhasil menangkap dan menyita barang selundupan ribuan kardus miras di Sungai Enok Dalam dari kapal motor KM Pazri III dan KM Alni. Artinya,kenapa sampai Angkatan Laut Dumai yang bertindak melakukan penangkapan barang seludupan tersebut,dimana Bea Cukai,”kata Edy Sindrang,Senin, (20/08/2018) malam.

Baca Juga :  HUT Pramuka,Bupati Inhil Pimpin Upacara Pembukaan Giat Lomba

Menurut Edy,Kabupaten Indragiri Hilir merupakan daerah perairan sangat rawan masuknya barang seludupan,karena banyak jalur tikus dijadikan tempat bongkar barang seludupan diduga dari Singapura yang akan dibawa ke Kabupaten Indragiri Hilir. Tentu saja ini menjadi tugas Bea Cukai di bidang kepabeanan dan cukai dalam melakukan pengawasan lalu lintas barang yang masuk atau keluar Daerah.

“Indragiri Hilir sangat rawan masuknya barang seludupan,dan dikhawatirkan bukan hanya miras,takutnya barang haram jenis narkoba lepas begitu saja tanpa terdeteksi dari pihak penegak hukum,”katanya.

Sekedar informasi,berita ini diterbitkan untuk informasi kepada Bapak Kapolda Riau,Brigjen Pol Drs.Widodo Eko Prihastopo. (zul)
Editor : Redaksi.

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses