Sitename

Description your site...

April 1, 2020

Indonesia Menghadapi Lonjakan Besar Coronavirus,Kata Para Pakar,Ketika Modal Menyatakan Keadaan Darurat

Indonesia Menghadapi Lonjakan Besar Coronavirus,Kata Para Pakar,Ketika Modal Menyatakan Keadaan Darurat
FOTO FILE : Seorang petugas polisi yang mengenakan pakaian pelindung menyemprotkan desinfektan di sebuah kuil untuk mencegah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, pada 20 Maret 2020 foto ini diambil oleh Antara Foto/Red/tiraipesisir.com

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM (Reuters)-Dikutip dari Reutres, Indonesia kemungkinan menghadapi lonjakan besar dalam kasus coronavirus setelah respons pemerintah yang lambat menutupi skala epidemi di negara berpenduduk terbesar keempat di dunia itu, para pakar kesehatan mengatakan, ketika ibu kota, Jakarta, menyatakan keadaan darurat pada hari Jumat .

Kurang dari tiga minggu setelah mencatat kasus pertama, Indonesia memiliki 369 kasus yang dikonfirmasi dan 32 kematian. Jakarta, kota dengan 10 juta orang, memiliki 215 infeksi yang dikonfirmasi dan 18 kematian.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa,Ajak Rakyat Indonesia Do’akan Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono

Sementara kasus dan kematian akibat virus korona meningkat di sebagian besar Asia Tenggara, populasi Indonesia yang berjumlah 260 juta orang, meluasnya daratan dan sistem kesehatan yang berderit membuatnya sangat rentan.

“Indonesia kemungkinan memiliki lebih banyak kasus daripada yang dilaporkan saat ini,” kata Profesor Ian Henderson, direktur Institute for Molecular Bioscience di University of Queensland.

“Tanpa pengujian skala besar, pelacakan kontak dan tindakan karantina, peluang penyebaran virus ini sangat bagus.”

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pengujian massal adalah cara paling efektif untuk mengatasi virus corona.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPW PSI DKI,Rian Ernest,Siap Jika Hendak Dilaporkan Ke Polisi

Indonesia telah menguji hanya 1.898 orang pada hari Jumat, atau sekitar tujuh tes per satu juta orang, dibandingkan dengan lebih dari 5.000 per juta di Korea Selatan dan lebih dari 2.000 per juta di Italia, dua dari negara yang paling parah terkena dampaknya.

Kamboja, yang memiliki penduduk keenam belas lebih banyak dan kurang dari 2% dari PDB-nya, telah melakukan tes yang hampir sama banyaknya dengan Indonesia. (Red)

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses