Sitename

Description your site...

Mei 26, 2020

Hutan Bakau Punah Ranah : Diminta Bupati Meranti,Irwan Nasir Cabut Izin IUPHHK-HTR Koperasi Silva Penjarah Hutan Bakau di Meranti

Hutan Bakau Punah Ranah : Diminta Bupati Meranti,Irwan Nasir Cabut Izin IUPHHK-HTR Koperasi Silva Penjarah Hutan Bakau di Meranti

Hutan Bakau Punah Ranah : Diminta Bupati Meranti,Irwan Nasir Cabut Izin IUPHHK-HTR Koperasi Silva Penjarah Hutan Bakau di Meranti.

Liputan Berita : Dhamean & Tomy

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Punah ranahnya hutan bakau di Meranti nampaknya sudah diambang batas yang mekhawatirkan dan tidak dapat ditolerir lagi. Untuk itu diminta kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti,Drs.H.Irwan Nasir,M.Si segera mencabut izin IUPHHK-HTR Nomor : SK.105/HK/Kpts/VI/2014,tanggal 23 Juni 2014 seluas 700 Hektar yang diberikan Bupati kepada Koperasi Silva diduga disalahgunakan dan tidak bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Meranti yang bersepadan dengan kawasan hutan produksi itu, bahkan tidak dapat mendongkrak PAD Meranti meski tidak sedikit dana APBD MERANTI yang terkuras mengurus izin HTR tersebut. Demikian dipaparkan Korwil Riau Lembaga IPSPK3-RI, Zainuddin Hs.S.Sg kepada TIRAIPESISIR.COM,Selasa (11/7/2017) di Selatpanjang.

Baca Juga :  DPC LAN Meranti Gelar Penyuluhan di SMAN 1 Tebingtinggi MERANTI

Lebih lanjut Zainuddin mengatakan,izin IUPHHK-HTR Koperasi Silva seluas 700 hektar itu hanya di pulau padang kecamatan merbau yakni di desa selat akar,desa mengkopot,desa tanjung padang dan desa bagan melibur. Sedangkan untuk areal HTRnya di pulau rangsang dan pulau tebing tinggi tidak ada,dan juga di kecamatan pulau merbau. “Sementara koperasi silva terus saja menjarah hutan bakau di pulau rangsang dan tebing tinggi dengan modus izin yang dikantonginya itu,dan dengan memperalat masyararakat dalam bentuk persoalan delematis seakan-akan koperasi silva peduli terhadap kehidupan masyarakat tempatan. Padahal,itu modus operendi saja,”tutur Zainuddin menegaskan.

Baca Juga :  DPC LAN Meranti Gelar Rapat Perdana

Sesuai ketentuan kata Zainuddin, IUPHHK-HTR diberikan untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur yang sesuai guna untuk menjamin kelestarian sumber daya hutan. Selain itu katanya,ada rencana kerja,RKUPHHK-HTR untuk seluruh areal kerja,memuat aspek kelestarian usaha,aspek keseimbangan lingkungan dan sosial ekonomi. “Itu semua tidak ada dilakukan koperasi silva dan kita sudah lakukan check ke lapangan dan itu tidak ada sama sekali,semua yang dilaporkan koperasi silva itu baik kepada dirjen bina usaha kehutanan dan dinas provinsi maupun kepada Pemkab Meranti semua pembohongan publik. Oleh karena itu sekali lagi kita minta kepada Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir agar segera mencabut izin IUPHHK-HTR KOPERASI SILVA itu,”ujar Zainuddin sembari mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan hal itu langsung kepada Kementerian Kehutanan RI.

Baca Juga :  Ingin Berkontribusi Besar,Mahmuzin Taher Tokoh Muda Asal Meranti Ini Siap Maju Di Pilkada 2020

Pantauan TIRAIPESISIR.COM di lapangan,tidak sedikit dapur arang yang beroperasi di kecamatan pulau merbau,tebing tinggi dan rangsang. Semua itu dibawah naungan koperasi silva dan menebang kayu bakau secara ilegal dengan memanfaatkan masyarakat. Padahal,upah buruhnya saja rata-rata dibawah UMK dan harga beli kepada masyarakat penebang hanya Rp 120 Ribu per-kg. Hal ini juga diminta perhatian serius dari pihak dinas tenaga kerja Kabupaten Kepulauan Meranti.***

 

 

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses