Sitename

Description your site...

April 9, 2020

Hongkiat (18) Korban Kecelakaan Kerja,SMK3 dan ISO 9001 PT.NSP Selatpanjang Dipertanyakan

Hongkiat (18) Korban Kecelakaan Kerja,SMK3 dan ISO 9001 PT.NSP Selatpanjang Dipertanyakan
Hongkiat (18) korban kecelakaan kerja diterkam buaya saat dievakuasi ke darat. (Foto : Rio Nugraha/Red)

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Hongkiat (18) seorang pekerja penarik tual sagu di PT.Nasional Sagu Prima (NSP) meninggal dunia akibat diterkam buaya saat bekerja,sekitar pukul 09:00 Wib,Sabtu (14/4/2018) lalu.
Meninggalnya Hongkiat (18) disebabkan,kecelakaan kerja di perusahaan industri sagu berskala besar PT.NSP salah satu group Sempoerna Agro,dan yang konon kabarnya ekspor sagu ke jepang itu,perlu dipertanyakan tentang penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan ISO 9001 tentang Standar Kualitas/Mutunya.

Budi,yang diketahui sebagai Humas di perusahaan industri sagu (PT.NSP,red) yang dipromosikan Bupati Meranti,Irwan Nasir kepada Pemprov Papua beberapa waktu lalu itu,ketika dikonfirmasi melalui pesan WatsApp terkait tentang penerapan SMK3 di perusahaan industri sagu yang juga dipromosikan Bupati Meranti di APKASI sebagai inisiator pembentukan FOKUS KAPASSINDO di Jakarta itu terkesan enggan memberikan penjelasan,bahkan bersikap bungkam hingga berita ini diterbitkan redaksi.

Baca Juga :  Wabup Said Hasyim dan Kapolres Meranti Teleconfrence Bersama Kapolda Riau

Sebagaimana siaran pers,Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan,Selasa (12/1) lalu menyebutkan,Menteri Tenaga Kerja,M.Hanif Dakhiri menegaskan,menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan era persaingan perdagangan internasional,azas penerapan K3 di perusahaan merupakan syarat utama yang berpengaruh terhadap nilai investasi,kualitas dan kuantitas produk dan jasa,kelangsungan usaha perusahaan serta daya saing sebuah negara.

Oleh karena itu,kata Hanif,produk barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan harus memiliki mutu yang baik,aman dipergunakan,ramah lingkungan serta memenuhi standar internasional yang ketat seperti sistem manajemen mutu,sistem manajemen lingkungan,sistem manajemen K3 serta standar-standar lainnya.

Baca Juga :  Tepuk Tepung Tawar : Wabup Meranti,Said Hasyim Buka Kegiatan Sunat Masal Sempena Hari Jadi BKMT Meranti Ke-7

Tujuan penerapan SMK3 adalah menciptakan,suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen,tenagakerja,kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman,efisien.

Tentang kecelakaan Kerja,Menaker Hanif menambahkan,berdasarkan Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,pelaksanaan kegiatan K3 tidak hanya ditujukan pada tenaga kerja tetapi juga orang lain yang berada di tempat kerja agar terjamin keselamatannya.

Baca Juga :  Wabup Kepulauan Meranti,H.Said Hasyim Pimpin Rapat Ranperda Ketertiban Umum

Tetapi Juga bagaimana dapat mengendalikan resiko terhadap peralatan,aset dan sumber produksi sehingga dapat digunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Data BPJS Ketenagakerjaan akhir tahun 2015 menunjukkan,telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 kasus,dengan korban meninggal dunia 2.375 orang. Salah satu penyebab kejadian tersebut adalah pelaksanaan dan pengawasan K3 dan perilaku masyarakat industri pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,belum optimal. (Red)

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses