Sitename

Description your site...

Agustus 10, 2020

Hina Profesi Wartawan Saat Aksi Solidaritas, Ketua PWRIB Angkat Bicara

Hina Profesi Wartawan Saat Aksi Solidaritas, Ketua PWRIB Angkat Bicara

 

MERANTI,TiraiPesisir.Com – Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah guru honor madrasah untuk memperjuangkan hak mereka terhadap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (13/7/2017), berujung kisruh dengan awak media.

 

Beruntung, para kuli tinta ini masih bisa menahan amarah, sehingga pelaku bernama Syahril, terhindar dari amukan wartawan.

 

Pantauan di lapangan, semula, aksi yang didukung LSM Koppas Riau tersebut berlangsung aman dan tertib. Meskipun dari mulut guru agama ini kerap terdengar tudingan yang mengarah fitnah pada Bupati Drs H Irwan Nasir MSi dan Ketua DPRD Kepulauan Meranti H Fauzi Hasan, namun mereka tetap dilayani dengan baik oleh Asisten I Azza Fahroni yang saat itu dipercaya mewakili Bupati menemui massa aksi.

 

Usai berorasi di halaman, seluruh massa aksipun diminta masuk ke Ruang Melati untuk membahas tuntutan mereka. Pertemuan sempat memanas setelah Jefrizal Jef selaku koordinator (LSM Koppas Riau) dan peserta aksi lainnya bersikeras meminta kepastian Pemkab Meranti tentang hak para guru yang belum dibayarkan.

Baca Juga :  5 Anggota Polri Ikuti Sidang Disiplin

 

Karena tidak bisa membuat keputusan, Azza pun terpaksa meminta waktu untuk menghubungi Bupati Irwan yang kebetulan sedang dinas di luar kota. Saat pertemuan di skor, terdengar seorang peserta aksi mengusulkan agar masalah tersebut disampaikan kepada wartawan yang meliput melalui jumpa pers.

 

Usulan itu malah dibantah Syahril, salah seorang guru Aliyah di Desa Centai, Kecamatan Pulau Merbau. Bahkan, dengan lantang pria berkaca mata itu mengatakan bahwa usulan temannya tidak perlu, karena media telah dibayar.

 

Pernyataan Syahril spontan membuat awak media marah. Namun, masing berusaha untuk menahan diri. Setelah aksi yang kemudian berlanjut ke DPRD Kepulauan Meranti usai, seluruh wartawan langsung berkumpul sambil mencari guru sombong tersebut.

Baca Juga :  Asisten III Sekdakab. Meranti Buka Kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2019 Dilingkungan Pemkab. Meranti

 

“Apa maksud perkataan mu tadi. Sekarang, kami minta kau jelaskan di depan umum,” kata Tommy, wartawan media online Selatpanjangpos, yang didampingi beberapa orang wartawan lainnya sambil menyeret Syahril yang saat itu sempat bersembunyi di kamar mandi.

 

Mungkin karena bersalah, Syahril pun tak dapat berkata-kata. Apalagi setelah semua wartawan memarahinya. Dengan tergagap-gagap, guru sombong tersebut hanya bisa berkata bahwa dirinya hanya bercanda dan langsung meminta maaf. Namun, pernyataannya itu tetap tidak bisa diterima.

 

Melihat suasana makin memanas, semua yang hadir berusaha menenangkan wartawan. Apalagi ketika ada wartawan yang begitu emosi dan seakan hendak memukuli Syahril. Untunglah semua itu tidak terjadi dan Jefrizal Jef langsung mengangkat kedua tangannya sambil memohon maaf atas nama Syahril.

 

Menyikapi itu Ketua Perkumpulan Wartawan Republik Indonesia Bersatu (PWRI-B) Kepulauan Meranti Nurul Fadli berkomentar bahwasanya sikap dan perkataan yang dilontarkan Syahril tersebut dinilai tidak memiliki etika dalam melakukan aksi demo

Baca Juga :  Guru Honorer SMA Negeri 03 Rupat Berharap,Pembayaran Gajinya “Tepat Waktu”

 

“Dia jelas salah jika melontarkan kata kata itu dalam menuntut haknya,terlebih dalam aksi ini sangat banyak Wartawan datang untuk meliput. Jadi, dikarenakan adanya perkataan yang menjatuhkan profesi wartawan bisa jadi berita yang dimuat tidak akan mendukung aksi solidaritas tersebut,” ujar Fadli.

 

Menurutnya, tidak sepantasnya seorang guru madrasah melontarkan kata tanpa bukti nyata. Namun ia juga tidak menginginkan permasalahan tersebut berkepanjangan.

 

“Untungnya semua rekan rekan media tidak ingin memperpanjang masalah ini dan saya minta permasalahan ini kedepan dijadikan sebuah pelajaran agar yang bersangkutan kiranya tidak lagi mengucapkan kata kata dengan tujuan menghina profesi wartawan. ,” imbuhnya. (Dhamean)

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses