Sitename

Description your site...

April 2, 2020

Hanya Rugi Rp 200 Ribu Saja : Ahwat,Pemilik Swalayan Top 99 Selatpanjang Diduga Peras Karyawannya Rp 24 Juta

Hanya Rugi Rp 200 Ribu Saja : Ahwat,Pemilik Swalayan Top 99 Selatpanjang Diduga Peras Karyawannya Rp 24 Juta
Foto : Swalayan Top 99 milik Ahwat yang diduga melakukan pemerasan terhadap karyawannya sebesar Rp 24 Juta,yang terletak di Jalan Kartini Selatpanjang Kota,Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Kepulauan Meranti.

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Ahwat,pemilik Swalayan Top 99 di Jalan Kartini Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Kepulauan Meranti. Diduga melakukan tindakan pemerasan sebesar Rp 24 Juta terhadap karyawannya berinisial Leha,yang kebetulan kedapatan mengambil barang saat bekerja,senilai Rp 200 Ribu.

Tidak tanggung-tanggung tindakan yang dilakukan Ahwat,selain meminta bayaran berlipat ganda sebesar Rp 24 Juta,ia juga menyita surat tanah milik orang tua karyawannya itu sebagai jaminan. Dan akan menguasai surat tanah tersebut bila dalam waktu dua tahun tidak bisa dilunasi.

Pengakuan Hayun (53) orang tua Leha,kejadian peristiwa itu bermula dari perbuatan anaknya yang kedapatan mengambil barang ketika bekerja di Swalayan Top 99 pada 23 Maret 2018,perbuatan Leha bahkan terekam CCTV. Gadis miskin yang berstatus pelajar itu akhirnya tidak bisa mengelak,dia hanya bisa pasrah,dan menangis untuk mendapatkan ampunan.

Sementara Ahwat yang merasa dirugikan juga tidak tinggal diam. Dia sengaja tidak melaporkan Leha ke Polisi,melainkan minta uang ganti rugi sebesar Rp 24 juta. Besarnya jumlah uang yang harus diganti juga berdasarkan perhitungan Ahwat secara pribadi. Karena Leha tidak punya uang untuk mengganti barang yang diambilnya,Ahwat akhirnya meminta ibu Leha bernama Sri datang sambil menunjukkan rekaman CCTV.

Baca Juga :  Kapolri,Jenderal Tito Karnavian Sertijab Kapolda Riau,Irjen Pol Nandang Kepada Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo di Mabes Polri

Ibu dua anak tersebut begitu terpukul setelah mengetahui kejadian itu. Bahkan,dia nyaris pingsan di tempat ketika mendengar ucapan pemilik swalayan yang hendak melaporkan anaknya ke Polisi jika tidak bisa mengganti kerugiannya. Namun,Sri juga tidak bisa berbuat banyak. Penghasilannya,sebagai pembantu rumah tangga sangat tidak memungkinkan membayar uang sesuai permintaan Ahwat pemilik Swalatan Top 99 itu.

Satu-satunya jalan,dia menghubungi Hayun,mantan suaminya (ayah kandung Leha) yang sedang bekerja di Malaysia. Hayun diminta segera datang menemui Ahwat dan menyelesaikan persoalan tersebut. Dia juga diminta menandatangani surat pernyataan yang telah disiapkan.

Berdasarkan surat pernyataan yang dibuat Ahwat dan ditanda tangani Leha dan ayahnya Hayun,tertera bahwa selama enam bulan bekerja terhitung sejak tanggal 5 September hingga 21 Maret 2018,Leha dituding selalu mengambil barang-barang di swalayan. Namun,tidak dijelaskan apa saja jenis barang yang diambil dan berapa kerugian per-itemnya sesuai CCTV.

Ahwat membuat rincian kerugian per-harinya sebesar Rp 200.000 x 30 (hari) = Rp 6.000.000, jumlah tersebut kemudian dikali lagi dengan 4 bulan bekerja saja. Berdasarkan perhitungan tersebut,maka jumlah uang kerugian yang harus dibayarkan Leha menjadi sebesar Rp 24 Juta.

Baca Juga :  Tertangkap Polisi,Pria Pengangguran Di Selatpanjang Ini Dimasukkan Ke Jeruji Besi

“Itulah,diminta saya mengganti kerugiannya sebesar Rp 24 Juta. Kalau segitu,saya tidak sanggup bayar. Waktu itu,saya hanya ada uang Rp 4 Juta hasil kerja di Malaysia,dan uang itu saya serahkan. Tapi dia (Ahwat) tetap mau Rp 24 Juta,dan uang yang saya berikan hanya sebagai angsuran pertama,”tutur Hayun menjelaskan.

Meski sudah mendapat uang Rp 4 Juta lebih besar dari kerugiannya,si Ahwat tetap memaksakan kehendaknya. Ketakutan orang tua Leha,terkesan seakan menjadi dasar bagi si Ahwat untuk terus menekan dengan cara meminta jaminan. Dengan jaminan itu,seolah ia yakin bahwa orang tua Leha akan membayarkan sisa uang yang ia pinta.

Rupanya benar,Hayun yang semakin terpojok dan ketakutan akhirnya terpaksa menyerahkan satu persil surat tanahnya seluas 496 M persegi kepada si Ahwat. Bahkan,penyerahan surat tanah juga dilengkapi dengan surat jaminan yang walaupun secara hukum diragukan keabsahannya.

“Kami sadar anak kami salah,tapi kerugian dia yang hanya Rp 200 Ribu sudah saya ganti dengan uang tunai Rp 4 Juta. Tapi dia (Ahwat) tidak mau segitu,dan malah minta ganti kerugian hingga Rp 24 juta. Saya tidak punya uang lagi,dia minta jaminan,makanya saya kasi surat tanah tersebut,”ucap Hayun lagi.

Baca Juga :  Kecam Bupati Bengkalis,Solidaritas Pers Riau Siapkan Aksi Jilid II,Massa Pers Minta Presiden Jokowi Turun Tangan

Meski anak gadisnya itu melanggar hukum,Hayun juga mengaku tidak bisa menyalahkannya. Selain faktor ekonomi,dia juga sadar bahwa Leha berbuat begitu juga sebagai akibat dari perceraiannya dengan ibu Leha.

Demi anak,kini Hayun terpaksa kembali bekerja secara ilegal di Malaysia agar bisa melunasi angsuran kepada Ahwat.

“Saya benar-benar tak sanggup bayar segitu dan sempat minta ke Ahwat agar kasi waktu tiga tahun melunasinya. Tapi dia (Ahwat) bilang hanya bisa dua tahun,kalau tidak surat tanah saya akan diambil. Saya sayang surat tanah itu,karena itulah satu-satunya harta yang saya siapkan untuk Leha. Tolonglah bantu saya bang memujuk Ahwat,”ucap Hayum kepada wartawan.

Ahwat,yang coba ditemui wartawan di Swalayan Top 99 di Jalan Kartini sedang tidak berada di tempat. Ketika dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak mau menjawab. Begitu juga ketika konfirmasi disampaikan melalui pesan WhatsApp,dia hanya menjawab bahwa ia berada di Kota Batam. (Red)

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses