Sitename

Description your site...

Oktober 29, 2020

Founder Aksi Kamisan Pekanbaru Dukung Vonis Bebas Petani Rumbai

Founder Aksi Kamisan Pekanbaru Dukung Vonis Bebas Petani Rumbai
AKSI DUKUNGAN : Beberapa aktivis lingkungan ketika aksi menuntut pembebasan Syafrudin, petani Rumbai yang didakwa membakar lahan.

loading…


PEKANBARU, TIRAIPESISIR.COM — Cici Rifmayanti, seorang pendiri atau Founder Aksi Kamisan Pekanbaru mendukung dan memberikan apresiasi terhadap Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) yang telah membebaskan Syafrudin, 69 tahun, petani yang didakwa telah melakukan aksi pembakaran lahan di wilayah Rumbai.

“Kami dari aksi kamisan Pekanbaru mendukung dan apresiasi putusan Hakim PN Pekanbaru,” katanya dalam rilis yang diterima TIRAIPESISIR, Rabu (5/2/2020) pagi.

Menurutnya, vonis bebas terhadap lelaki paruh baya yang dijatuhkan oleh Hakim tersebut telah layak. Sebab pembakaran lahan seluas 20 x 20 meter tidak berdampak merusak lingkungan.
“Hukum tidak semata-mata melihat regulasi yang kering saja dan keadilan bisa ditegakkan dengan keyakinan hakim,” tukasnya.

Baca Juga :  Kapolsek Ciledug,Kompol Supiyanto,SH Gelar Giat Cooling Sistem Sambang Di SMPN 3 Tangerang

Cici menyerukan pihak Kejaksaan tidak melakukan perlawanan terhadap putusan tersebut. Oleh karena itu, dia berharap kepada Kejaksaan agar tidak mengajukan kasasi.

“Kami berharap dan menghimbau secara moral kepada kejaksaan agar tidak kasasi, karena yang dilakukan Bapak ini tidaklah merusak ekologi dan mencari kekayaan,” tuturnya.

Sebelum sidang, Cici Rifmayanti bersama barisan yang tergabung dalam komunitas Aksi Kamisan Pekanbaru bersama Isteri Syafrudin melakukan long march ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

“Selama proses persidangan Aksi Kamisan Pekanbaru terus mengawal jalannya proses persidangan. Alhasil, long march itu berhasil dan Syafrudin dinyatakan vonis bebas oleh Hakim PN Pekanbaru.

Baca Juga :  SPI-Riau Minta Presiden Joko Widodo Sikapi Kriminalisasi Terhadap Pers di Riau

Untuk diketahui, vonis bebas dijatuhkan Majelis Hakim PN Pekanbaru terhadap petani pembakar lahan seluas 20×20 meter, Syarifudin digelar kemarin (4/2/2020).

Dia dinilai Hakim tidak terbukti secara sah sebagaimana yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan tuntutan tahun penjara disertai denda sebesar Rp 3 miliar.

Atas putusan itu, Syarifudin terharu dan memeluk isterinya diiringi dengan tangisan haru. (denny)

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses