Sitename

Description your site...

Oktober 22, 2020

Film “Bah Jamel” Asal Meranti Berhasil Raih Juara Dalam Ajang Grafika Di Kepri

Film “Bah Jamel” Asal Meranti Berhasil Raih Juara Dalam Ajang Grafika Di Kepri

loading…


Editor : Dhs

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM – Dalam kompetisi penayangan film dokumenter dalam rangka Gelar Apresiasi Film Kebudayaan (Grafika) yang ditaja Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepri. Film dokumenter asal Kabupaten Kepulauan Meranti “Bah Jamel” berhasil meraih juara IV (harapan I)

Dari banyak peminat film yang mengirimkan karyanya, dewan juri menyisakan enam peserta yakni dua dari Kepri, dua dari Jambi, satu dari Riau dan satu dari Bangka Belitung.

Kepada media ini, Heru Sandra Produser Film dokumenter ‘Bah Jamel’, mengungkapkan film ini menceritakan sosok seorang maestro seni tradisi yang ada di Kepulauan Meranti Propinsi Riau yang memasuki usia senja namun masih tetap berkarya dan menjaga kelestarian budaya tradisi Melayu.

Diceritakan Heru, sosok Bah Jamel merupakan seniman musik tadisi Melayu yang tidak hanya memainkan alat musik, namun juga mengajarkan tradisi itu kepada generasi muda yang saat sudah mulai melupakan tradisi itu karena arus musik modern.

Baca Juga :  Tutup Diklat dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa 2019, Begini Harapan Bupati Irwan Nasir

Selain ahli dalam memainkan alat musik tradisi, beliau juga ahli dalam membuat alat musik. Adapun alat musik tradisi tersebut yakni gendang panjang, nafiri, gong dan gambus.

Biasanya alat musik ini dimainkan ketika mengiringi gerakan pencak silat dan pementasan seni tradisi.

“Film ini kami apresiasikan kepada Bah Jamel yang masih mempertahankan seni tradisi Melayu yang saat ini sudah mulai terlupakan. Setidaknya mereka para generasi muda tahu akan seni tradisi ini, semoga ini jadi cerminan bagi generasi muda,” kata Heru, Jumat (6/10/2017).

Film garapan Rudi Kodon, Rabb Hidayat ini berhasil menarik perhatian dewan juri, meskipun begitu perjuangan mereka tidak mudah karena untuk menggarap film tersebut mereka harus berjuang dengan singkatnya waktu dan peralatan yang tidak memadai.

Baca Juga :  Sekda H Yulian Norwis Buka Bimtek Daftar Hitam

“Kami menggarap film ini selama dua hari, selain itu untuk menunjang pekerjaan, peralatan seperti kamera dan proses editing kami harus meminjam,” katanya lagi.

Sementara itu panitia pelaksana kegiatan, Nanda Darius mengatakan Gawe Grafika 2 tahun 2017 ini mengusung tema “Caring for Malay Heritage”. Lomba ini hadir kembali sebagai wadah untuk generasi muda dalam pergerakan mengapresiasi sejarah dan budaya Melayu di daerah yang masuk dalam wilayah kerja BPNB Kepri, yaitu: Riau, Jambi, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Enam finalis akan dibawa ke Pekanbaru pada Senin (9/10/2017) mendatang dalam acara Gelar Apresiasi Film Kebudayaan (Grafika). Selain itu akan diadakan workshop dan pemberian apresiasi hadiah berupa piala dan uang tunai.

Baca Juga :  Gelar Konferensi Pers, KPU Meranti Harapkan Peran Wartawan Tunjang Minat Partisipasi Masyarakat

“Tujuan lain dari pergelaran apresiasi film ini adalah mendorong rasa cinta dan kebanggaan terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu dan nilai-nilai nasionalis daerah perbatasan. Serta menumbuhkembangkan minat generasi muda dalam pendokumentasian sejarah dan budaya Melayu,” katanya.

Adapun finalis sebagai berikut, Juara 1 Fauzan Azima dengan judul karya Jong memiliki nilai 1760, juara II Muhammad Kurniawan (Kepri) dengan judul Wayang nilainya 1715. Juara III M Ali Surakhman (Jambi) dengan judul Nyaleh Guru nilainya 1695. Peringkat IV Heru Sandra H dari Meranti (Riau) judul karya Bah Jamel dengan nilai 1635.

Juara harapan II Ihsan Idam Dewindra dari Pangkalpinang (Babel) dengan karya Dulang Nganggung nilainya 1495. Juara harapan III Sean Popo Hardi dari Jambi dengan karya Sko dengan nilai 1435.***

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses