Sitename

Description your site...

April 1, 2020

Fenomena Gurita Korupsi dan Pungli di Labuhanbatu,BK 1 Ika Bina En Pabolo Dituding Harus Tanggungjawab

Fenomena Gurita Korupsi dan Pungli di Labuhanbatu,BK 1 Ika Bina En Pabolo Dituding Harus Tanggungjawab
Foto : Ilustrasi

RANTAUPRAPAT,TIRAIPESISIR.COM-Bukan kepalang tanggung desas-desus Kasus Dugaan Korupsi dan Pungutan Liar (Pungli) yang saat ini dikabarkan tengah menggurita menyelimuti para Oknum Dekat bahkan Keluarga dan Sanak Famili Orang Number One di Kabupaten Ika Bina En Pabolo ini,selain menjadi perbincangan hangat dan menjadi buah bibir ditengah-tengah masyarakat baik pada setiap ada kesempatan pertemuan,juga sudah sampai ke ranah hukum walaupun masih hanya sebatas lapor melapor kepada pihak kepolisian,Kasus Dugaan Pungli dan Jual Beli yang mewarnai setiap keberadaan Paket Proyek,Jabatan dan Perpindahan Tugas Di Kabupaten Labuhanbatu ini,sudah tidak asing lagi didengar.

Dikabarkan,banyak yang merasa tertipu dan tidak lagi menjadi rahasia dikalangan Pemborong atau Kontraktor maupun Rekanan. Begitu pula bagi Pejabat dan Wartawan dalam berbagai perbincangan,tak luput membicarakan Dugaan Korupsi Pungli Jual Beli Proyek,Jabatan dan Perpindahan Tugas dimaksud. Tapi anehnya,tidak satupun yang berani tampil menyatakan di depan umum bahwa dia benar-benar tertipu. Seperti pernyataan salah seorang Rekanan yang tidak mau namanya dipublikasikan berinisial ZH (45) didampingi temannya AH saat terlibat Wawancara dengan Wartawan sambil makan siang di salah satu Rumah Makan yang ada di Rantauprapat,Kamis (29/03/2018) lalu.

Dalam Wawancara tersebut ZH mengungkapkan,bahwa Ia dan rekannya mulai menyetorkan Dana untuk Beli Proyek di Tahun Pertama yakni Tahun 2016 lalu kepada salah satu orang dekat Bupati Labuhanbatu yang disebut-sebut sebagai Tim Sukses berinisial SM. Tim Sukses ini menjanjikan kepada ZH akan mendapat Pekerjaan Proyek. Hal itu memang terbukti,tetapi tidak sesuai dengan pembicaraan awal. Namun,tetap di makluminya karena masih mendapat Paket Proyek walaupun dengan untung yang diperoleh sangat tipis.

Saipul Anwar,Sekretaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang inisial namanya sama dengan SA dan disebut-sebut merupakan Kolega Kental Sang Bupati selaku Ketua DPD PDIP Kabupaten Labuhanbatu,saat dikonfirmasi Wartawan di Kantor DPD PDIP Kabupaten Labuhanbatu,Kamis (5/4/2018).

Pada Tahun Kedua yakni Tahun 2017,sejumlah dana juga disetorkannya, tetapi hingga akhir Tahun sama sekali tidak mendapat Proyek. Oknum dan Pejabat terlibat Penerima Dana tersebut akhirnya berjanji,bahwa Proyek dimaksud akan diberikan pada Tahun berikutnya yakni Tahun 2018.

Baca Juga :  Team Reskrim Polres Labuhanbatu Berhasil Amankan 158 Kotak Rokok Luffman Tanpa Cukai

Tragisnya lagi,menurut ZH,ada orang yang menyetorkan sejumlah uang kepada SM tapi sama sekali tidak ada mendapat kerjaan,sampai pada akhirnya orang tersebut membawa Oknum Polisi dan menodongkan Pistol. Namun kejadian itu berhasil di redam dan di damaikan. Saat itu SM mengakui,terkait hal itu orang Nomor Satu di Labuhanbatu mengungkapkan bahwa uangnya sudah terpakai membangun Pabrik Kelapa Sawit di Pulo Padang Kecamatan Rantau Utara yang sampai saat ini juga masih dalam masalah. Pabrik yang diduga milik Bupati Labuhanbatu tersebut dikabarkan juga dibuat atas nama salah satu Keluarganya berinisial HH yang diinformasikan adalah Saudara/Family dari Istri sang BK 1 Labuhanbatu.

Hasanuddin Hasibuan,SH Ketua Lembaga Pengawas Penyelenggara Negara (LPPN) Kabupaten Labuhanbatu. (Foto : Okta/tiraipesisir.com)

Selain itu,AH (38) juga menambahkan,bahwa di Daerah Pantai Labuhanbatu,dikabarkan juga ada beberapa orang yang menyetorkan uang untuk mendapat Paket Proyek kepada Orang Dekat bahkan merupakan Keluarga Bupati,tapi Proyek tersebut tidak pernah ada. Ironisnya lagi, uangnya juga hingga kini tidak kembali. Seperti IZ,setor sebesar Rp.500 Juta dan ZH Rp.200 Juta. Kedua Rekanan ini menyetorkan Uang Pelicin untuk mendapatkan Paket Proyek kepada Oknum Berinisial YZH yang merupakan Saudara sepengambilan Bupati,tapi tetap tidak ada kerja alias Paket Proyek tidak jelas. Padahal,uang yang disetorkan tersebut adalah hasil menjual Ladang Perkebunan Sawit Keluarganya.

Bukan hanya itu,sebut AH,Setoran Tunai untuk mendapatkan Paket Proyek dimaksud,juga diterima dari AR yang diberikan kepada AT bersama SA senilai Rp. 360 Juta. Untuk hal ini,AR telah dipertemukan langsung dengan BK 1 Labuhanbatu. Dan berjanji pada Tahun 2018 ini,AR akan di berikan Peket Kerjaan. Yang paling parah adalah AS,dirinya telah menyetorkan Dana Pelicin Paket Proyek tersebut kepada MAH senilai Rp. 650 Juta. Realitanya,Paket Proyek juga tidak jelas. Terkait ini,MAH malah lari bersembunyi dari belakang rumahnya saat ditemui,ketika mengetahui AS datang dengan membawa beberapa orang temannya untuk menagih.

Baca Juga :  Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu Tangkap Bandar Sabu di Kualuh Leidong

Selain itu,AS juga setor kepada EV senilai Rp.270 Juta untuk hal yang sama. Karena janji juga tidak jelas,EV mengembalikan uangnya sebesar Rp. 80 Juta. “Sedangkan sisanya,memberikan Tanah dan Suratnya sebagai pengganti,”ujar AH kepada Wartawan.

Saat ini,Gurita Pungli yang menyelimuti segala lini dalam Perjalanan Kepemerintahan di Kabupaten Labuhanbatu dibawah kendali,H.Pangonal Harahap selaku Bupati,sudah berada diluar ambang batas kewajaran,sehingga perlu untuk diusut oleh pihak Yuridis,guna menemukan titik terang sebenarnya. Seperti tentang Perizinan Perumahan yang telah mencuat beberapa waktu belakangan ini. Terkait hal ini,pihak korban bernama Sukur,telah melaporkannya kepada Pihak Kepolisian setempat,dengan melaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Penanaman Modal,Perizinan Terpadu Labuhanbatu Paruhuman Daulay. Disebut-sebut, dibalik cerita permasalahan ini ternyata juga dikabarkan melibatkan Orang Nomor 1 di Kabupaten Labuhanbatu.

Disalah satu Warung Kopi yang ada di Rantauprapat,ZH juga menceritakan kepada Wartawan bahwa rekannya berinisial DK juga menyetorkan uang sejumlah Rp.300 Juta untuk dapat menduduki satu Jabatan di Pemkab Labuhanbatu melalui DR. Hingga saat ini,uang yang disetorkan DK sama sekali tidak kembali. Sementara,dirinya telah pindah ke Propinsi. Menurut pengakuan DR kepada DK,uang tersebut telah diberikannya kepada Sang Penguasa di Labuhanbatu,namun hingga kini,tidak jelas juntrungnya tentang tanggung jawab mereka.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan,sudah bukan Rahasia Umum lagi jika di Kabupaten Labuhanbatu terkait Pungli yang meresahkan masyarakat sering terjadi. Seperti kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Pihak Kepolisian terhadap Asrarul Hayat Mantan Plt Kadis Kesehatan Labuhanbatu terkait Pungli Pengurusan dan Pengusulan Bidan PTT untuk diangkat menjadi ASN. Bukan membuat Pihak Pejabat maupun ASN serta para Tim Sukses menjadi ciut untuk berbuat Pungli,tapi malah semakin menjadi-jadi. Contohnya,tidak berselang lama Kasus OTT Kadis Kesehatan ini terjadi,Oknum Pamong berinisial DS yang menjabat Lurah Sioldengan saat itu,juga terpaksa harus di OTT kan pihak berwenang terkait Pungli Sertifikat Prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rantauprapat. Namun entah gimana caranya,kasus ini seperti lenyap di telan bumi,bahkan para Tersangka (TSK) yang terlibat didalamnya dikabarkan dapat ditangguhkan penahanannya dan tidak jelas kelanjutan kasusnya.

Baca Juga :  Kedapatan Lakukan Pungli,Oknum Guru SMPN 05 Mandau OTT Polres Bengkalis

Saipul Anwar Sekretaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang inisial namanya sama dengan SA dan disebut-sebut merupakan Kolega Kental Sang Bupati selaku Ketua DPD PDIP Kabupaten Labuhanbatu,saat dikonfirmasi Wartawan di Kantor DPD PDIP Kabupaten Labuhanbatu,Kamis (5/4/2018) terkait dirinya diduga turut terlibat menerima uang Pelicin Paket Proyek senilai Ratusan Juta Rupiah,dengan keras membantah bahwa dirinya tidak terlibat akan hal itu. Pihaknya malah menantang,siapa Rekanan yang menyebutkan tudingan tersebut agar dihadapkannya kepada dirinya.

“Saya tidak tau menahu tentang itu,hadapkan saja kepada saya siapa orang yang mengatakan itu,”sebut Saipul Anwar sembari meminta maaf kepada Wartawan jika pihaknya tak dapat berlama-lama menerima kehadiran Wartawan,sehubungan masih banyak urusan dan pekerjaan Partai yang harus diselesaikannya.

Ketika hal ini di Konfirmasi Wartawan kepada Bupati Labuhanbatu,H.Pangonal Harahap,SE.,MSi Via Whatsapp,hingga berita ini diterbitkan tidak memberikan tanggapan maupun jawaban konfirmasi Wartawan.

Disisi lain,terkait hal ini,Ketua Lembaga Pengawas Penyelenggara Negara (LPPN) Kabupaten Labuhanbatu,Hasanuddin Hasibuan,SH saat diminta tanggapannya menyampaikan,pihaknya sudah sangat gerah mendengar semua informasi miring terkait merebaknya isu Korupsi dan Pungli yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu. Pihaknya berencana akan mengadukan hal tersebut kepada berbagai pihak berkompoten. Selanjutnya,akan menyusun kebersamaan untuk menyuarakannya didepan publik sebagai bentuk dorongan kepada Penegak Hukum dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu agar membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan memanggil pihak-pihak terkait didalamnya.

“Kita juga sudah gerah dengan cerita cerita di tengah masyarakat,kita berencana akan melaporkan hal tersebut ke berbagai pihak dan akan menyusun kebersamaan untuk menyuarakannya di depan publik sebagai bentuk dorongan kepada Penegak Hukum dan DPRD untuk membentuk Pansus dan melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait,”ujar Hasan.

Sementara,tanggapan miring yang lahir ditengah-tengah Masyarakat Labuhanbatu terkait berbagai hal Dugaan Korupsi,Pengerjaan Proyek Fisik yang dikerjakan asal jadi,diwarnai tindakan Pungli yang merajalela,terus bergulir dan menjadi sorotan pedas,serta pembicaraan hangat bagi masyarakat,baik ormas,LSM maupun beberapa Kelompok Masyarakat di Labuhanbatu. “Kita akan membentuk Poros Kebersamaan Sosial Kontrol Labuhanbatu untuk mewujudkan Visi dan Misi Labuhanbatu Sejahtera 2020 yang telah berada didepan mata. Serta meminta kepada Bupati Labuhanbatu untuk menjalankan janjinya saat Pilkada lalu,”cetus Hasan menutup pembicaraan. (Okta)
Editor :red

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses