Sitename

Description your site...

Desember 6, 2019

Faisal Wakabid Bid. OKK, DPP – RJB Indonesia : 10 November Jadi Acuan Intelektualitas Milenial Yang Bernegara Baik dan Benar

Faisal Wakabid Bid. OKK, DPP – RJB Indonesia : 10 November Jadi Acuan Intelektualitas Milenial Yang Bernegara Baik dan Benar

JAKARTA,TIRAIPESISIR.COM-Wakabid Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keangotaan (OKK) adalah detak jantung keanggotaan Organisasi bagi setiap anggota didalamnya. Faisal dipercaya atas kapasitasnya menjadi bagian paling intens didalam organisasi yang berpusat di DPP RJB Indonesia.

Melihat Kaderisasi didalam keanggotaan Organisasi, sosok-sosok intelektual muda atau disebut Milenial kini menjadi perbincangan hangat bagi para tokoh intelektual terdahulu yang pernah menjadi pejabat di Negara Indonesia ini. Dirinya melihat peran milenial dihari Pahlawan 10 November, menjadi peran paralel utama kebangsaan yang harus acuan pakem yang kuat untuk meregenerasi pandangan bernegara.

Dirinya mengungkapkan banyaknya intelektual muda yang terlibat yang justru seharusnya mengambil sebuah andil yang baik sama halnya seperti para pejuang pejuang terdahulu.

Dirinya menambahkan peringatan hari pahlawan 10 November harus jadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu padu mengatasi segala permasalahan bangsa yang kita hadapi juga komitmen bangsa akan pentingnya persatuan, toleransi dan keberagaman telah di uji.

Baca Juga :  Kasus Ketua MK Melobi DPR,Busyro Cabut Gugatan Pansus KPK

“Persatuan dan kesatuan bangsa adalah janji kemerdekaan yang harus ditunaikan, janji mewujudkan sebuah republik yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur”, jelasnya.

“Semangat dan nilai nilai kepahlawanan harus bisa di implementasikan dan di dayagunakan untuk hal baik. Pahlawan kekinian adalah mereka yang konsisten memperjuangkan dan berkorban untuk suatu perubahan ke arah yang positif”, tambahnya dengan suara khas.

Meskipun begitu dirinya masih melihat milenial menggunakan cara-cara lama yang dimaksudkan adalah pandangan serta tindakan yang seharus mulai ditinggalkan. “Melihat sebuah aksi dan tindakan Milenial masih banyak yang menyukai dengan cara-cara kekerasan, sehingga nilai intelektual didalam dirinya tidak tertunjukan”, ungkapnya.

Lanjut Faisal, dalam konteks kekinian, menjadi pahlawan tidak lagi dengan berperang dan mengangkat senjata melawan penjajah. Namun berperang untuk mengatasi berbagai masalah bangsa, seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, ketertinggalan, keterbelakangan, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Baca Juga :  Bertemu Jokowi di Istana,PSI Tepis Isu Colong Start Pemilu 2019

Faisal juga menerjemahkan opininya atas kejadian-kejadian yang terjadi selama ini. “Dengan situasi yang hingar-bingar kaum sparatis menjadikan momentum untuk menguasai keadaan atau juga merampas kedaulatan Bangsa, sangat bahaya jika Kaum intelektual Milenial tidak segera menangani masalah ini”, tandasnya.

Dirinya berpesan untuk kepada Kaum Milenial untuk peka terhadap pandangan berpolitik. “Jangan memberi ruang bagi mereka yang tidak suka melihat kondisi indonesia yang guyub, aman, tenteram, dan damai”, tegasnya.

Dirinya berharap anak bangsa yang menguasai bidang-bidangnya turut memberikan kontribusi kemajuan atas bangsanya yang kelak menjadi rumah bagi anak-anak generasi Indonesia mendatang.

Tatkala lupa, Peringatan Hari Pahlawan Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang di nilai berkontribusi besar untuk indonesia. Masing-masing yaitu TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau, Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan.

Baca Juga :  Kapolri Buka Sidang Pleno Wandiklat Polri TA 2018

Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada oktober. dengan Penganugerahan keempat pahlawan nasional baru tersebut, para Pahlawan tersebut terdiri dari sipil dan Polri/TNI. Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan Pemerintah kepada seorang warga negara indonesia yang semasa hidupnya melakukan tindak kepahlawanan. dan berjasa luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara yang semasa hidupnya tanpa cela.(Oscar).

Editor : Edi Saputra

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses